Ditolak Umat Islam, Perayaan Cap Go Meh yang akan Digelar di Halaman Masjid Agung Jateng Dipindah ke Balai Kota Semarang

18 Februari 18:54 | Dilihat : 2934
Ditolak Umat Islam, Perayaan Cap Go Meh yang akan Digelar di Halaman Masjid Agung Jateng Dipindah ke Balai Kota Semarang Halaman Masjid Agung Jawa Tengah di Semarang


Semarang (SI Online) - Memang sangat keterlaluan, perayaan "Cap Go Meh" kaum Kong Hu Chu di Semarang, sedianya akan digelar di halaman Masjid Agung Jawa Tengah. Beruntung, upaya tersebut akhirnya digagalkan oleh umat Islam Semarang. Sejumlah pimpinan ormas Islam Semarang tegas menolak rencana tersebut dengan mendatangi langsung pengurus MAJT. 
 
Mengalami penolakan keras dari umat Islam, ahirnya kegiatan yang akan dilaksanakan pada 19 Februari itu dipindahkan ke Balai Kota Semarang. 
 
"Kami sepakat memindahkan perayaan Cap Go Meh ke Balai Kota Semarang. Panggungnya di MAJT juga sudah dipindah," kata Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jawa Tengah Dewi Susilo Budiharjo di Semarang, Sabtu (18/02/2017) seperti dikutip Antara.
 
Sebagai penyelenggara, PSMTI Jateng mengklaim akan mengundang sejumlah tokoh agama, seperti KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), Habib Luthfi bin Yahya, Bhante Dhammasubho Mahathera, Romo Aloysius Budi Purnomo, dan Marga Singgih.
 
Dewi sempat berembuk dengan sejumlah tokoh yang dijadwalkan akan hadir, seperti Habib Luthfi bin Yahya dan Romo Budi yang memberikan wejangan untuk tidak perlu berkecil hati dan tidak mempermasalahkan pemindahan lokasi kegiatan itu.
 
"Saya banyak berembuk dengan beliau (Habib Luthfi, red.). Ya, memang demi banyak hal kita harus sepakat pindah ke Balai Kota Semarang. Tidak masalah, Balai Kota juga merupakan rumah besar bagi masyarakat Kota Semarang," klaimnya.
 
Ia menegaskan perubahan hanya terjadi pada lokasi kegiatan, namun untuk lainnya tetap sama seperti yang direncanakan, termasuk tokoh-tokoh yang hadir dalam dialog budaya yang menjadi rangkaian perayaan Cap Go Meh di Semarang tersebut.
 
red: abu faza
 
0 Komentar