Yayasan Al Nidaa Malaysia Bantu Korban Banjir Cimanuk

Minggu, 02 Oktober 2016 - 21:29 WIB | Dilihat : 977
Yayasan Al Nidaa Malaysia Bantu Korban Banjir Cimanuk Yayasan Al Nida Malaysia membantu korban bencana Garut.


Garut (SI Online) - Kita semua tentu turut berduka atas musibah banjir yang menimpa saudara-saudara kita di Garut. Tetapi di lain sisi, musibah ini merupakan kesempatan bagi kita untuk mempererat ukhuwah dan membantu sesama saudara kita.
 
Demikian dituturkan Ustadz Sofwan Badrie dalam pengarahan relawan posko LAZIS Dewan Dakwah di Desa Jayawaras, Kec Tarogong Kidul, Garut, Sabtu (01/10/2016).
 
Puluhan relawan posko yang bertempat di Komplek Yayasan Al Husna itu berasal dari LAZIS Dewan Dakwah Jakarta, Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Jawa Barat, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) M Natsir Jakarta, LSM Creavill Garut, komunitas mahasiswa psikologi Garut ‘’Ruang Mengabdi’’,  dan Tim LPDP (Lembaga Penyalur Dana Pendidikan) Bandung Raya serta Yayasan Al Husna.
 
Turut hadir dalam briefing tersebut, Direktur Eksekutif LAZIS Dewan Dakwah Ade Salamun.
 
Sofwan Badrie, Ketua Yayasan Al Nidaa Malaysia yang berkedudukan di Kuala Lumpur, mengatakan, usia muda hendaknya diisi dengan kegiatan yang bermanfaat dan bernilai seperti menjadi relawan kemanusiaan.
 
‘’Insya Allah aktivitas seperti ini akan mengasah kepedulian, kedewasaan, ketrampilan, dan terutama keimanan kita,’’ kata tokoh dakwah dari negeri jiran yang mampu berbahasa Indonesia, Padang, Jawa, dan Bahasa Sunda itu.
 
Ia juga berpesan agar para korban didampingi da’i, sehingga aqidahnya tetap selamat walaupun harta-bendanya hancur.
 
Kehadiran Sofwan Badrie ke Garut dalam rangka menyerahkan bantuan dari donatur Yayasan Al Nidaa Malaysia untuk korban banjir Garut dan longsor Sumedang. Bantuan disalurkan melalui LAZIS Dewan Dakwah.
 
Bersama para relawan, Sofwan Badrie kemudian turut blusukan ke sejumlah titik salur bantuan. 
 
SMP Negeri 2 Banyuresmi di Kampung Cikarokrok, Desa Sukasenang, yang berada 500 meter dari tepi Sungai Cimanuk, menjadi tujuan pertama kunjungan mereka.
Sebanyak 8 dari 14 lokal sekolah ini terendam air bah Cimanuk hingga ketinggian 2 meter. Akibatnya, perpustakaan, laboratorium komputer, dan kelas, hancur isinya.
 
Di sini, Al Nidaa memberikan bantuan awal berupa torn penampung air dan paket Al Qur’an.
 
Berikutnya, tim bergerak ke SDN Sukaratu 1 Banyuresmi. Sekolah ini berjarak hanya sekitar 50 meter dari bibir Cimanuk. Akibatnya, kata  Kepala Sekolah Ny Rohani Maryani, kerusakan meliputi hampir seluruh lokal sekolah beserta isinya seperti buku paket, rak buku, rapor siswa, bangku, papan tulis, dan peralatan laboratorium.
 
“Dua kelas sudah tidak bisa dipakai lagi karena hancur. WC juga hancur, pagar tembok pembatas sekolah roboh. Alhamulilah-nya, tidak ada korban jiwa,” papar Rohani.
 
Di sekolah ini, relawan posko LAZIS Dewan Dakwah menyelenggarakan trauma healing yang dikemas sebagai Sekolah Hatiku Senang. Sedang Al Nidaa memberikan bantuan berupa peralatan sekolah yang dikemas dalam Paket Bebungah Barudak Garut.
 
Sofwan Badrie bersama rombongan kemudian membesuk warga Kampung Cijambe, Desa Sindanglaya, Kecamatan Karangpawitan. Penduduk kampung ini sempat terisolasi lantaran jembatan penghubung Cijambe ke Banyuresmi putus diterjang banjir.
 
Menyeberangi Cimanuk dengan rakit bambu yang dioperasikan anggota TNI, Al Nidaa membawakan ratusan nasi kotak untuk para relawan dan prajurit TNI yang sedang membantu warga setempat.
 
Titik terakhir yang disambangi Al Nidaa adalah SMP PGRI Tarogong Kidul. Bersama SDN Sukaratu 1 Banyuresmi, sekolah ini mengalami kerusakan terparah akibat banjir bandang Cimanuk yang hanya puluhan meter jaraknya.
‘’Tadi Bupati Garut menginstruksikan agar areal 4 lokal yang rusak parah ditimbun saja,’’ ungkap Kepala SMP PGRI, Deni Rustendi, kepada Sofwan Badrie.
 
Bersama TNI, relawan dari Alumni ITB ’77, relawan LAZIS Dewan Dakwah membersihkan areal SMP PGRI yang penuh lumpur. Sofwan Badrie pun turun tangan.
 
Masa emergency (tanggap darurat) musibah Garut diperpanjang dari 22 September hingga pertengahan Oktober 2016. Sebab, masih ada 19 korban yang belum ditemukan, RSUD Dr Slamet belum berfungsi 100%, dan sejumlah sekolah belum bisa memulai pembelajaran.
 
Selepas dhuhur di posko, Ketua Yayasan Al Nidaa dan Direktur Eksekutif LAZIS Dewan Dakwah bergerak menuju penampungan pengungsi di Sumedang.
 
Rep: Nurbowo
Red: abu faza
0 Komentar