Forum Caleg Syariah Siap Menuju NKRI Bersyariah

Sabtu, 08 Februari 2014 - 22:09 WIB | Dilihat : 6827
Forum Caleg Syariah Siap Menuju NKRI Bersyariah Spanduk Caleg Syariah untuk NKRI Bersyariah

Ir. H. Muhammad Gatot S Al Khaththath
[Caleg PBB DPR RI No.1 Dapil Jakarta III]


Dalam rangka memenangkan Islam di tahun 2014 baik dalam Pileg maupun Pilpres yang akan digelar KPU, Sekjen FUI menginisiasi terbentuknya Forum Caleg Syariah (FCS). FCS ini diproklamirkan oleh Sekjen FUI pada waktu menyampaikan taushiyah di hadapan ribuan hadirin yang memadati Majelis Maulid Nabi Saw yang digelar oleh DPP FPI di Jalan Raya Petamburan malam 12 Rabiul Awwal (13 Januari 2014) lalu. 

Alhamdulillah FCS mendapatkan dukungan Habib Rizieq Syihab, Capres Favorit pembaca Suara Islam. Dalam acara Maulid di Majelis Anwarul Hidayah, Cawang, malam 13 Rabiul Awwal 1435H kembali beliau menegaskan agar ribuan umat yang hadir hanya memilih para Caleg Syariah yang akan diumumkan oleh FUI/Suara Islam.  

Dan setelah diumumkan dalam Tabloid Suara Islam edisi 172 lalu sejumlah caleg muslim pro syariah yang siap berjuang menuju NKRI Bersyariah telah mendaftar (lihat daftar Caleg Syariah DPR dan DPRD anggota Forum Caleg Syariah). 

Kita berharap bahwa FCS bisa menyatukan visi, misi, dan persepsi para Caleg Syariah yang bergabung di dalamnya. Untuk itu media Suara Islam, Suara Islam Online (www.suara-islam.com), dan media komunikasi SMS dengan Sekjen FUI dan koordinasi para Caleg Syariah sekota/sedapil diharapkan bisa mewujudkan itu semua. 

Penegasan Visi Misi anggota Forum Caleg Syariah (FCS)


Karena antusias para caleg ingin masuk FCS, mereka bertanya apa syarat menjadi anggota FCS?   Tentu saja sederhana, yakni mereka harus mendifinisikan dirinya sebagai Caleg Syariah, yakni memiliki persepsi pro syariah, apapun partainya. 

Caleg Syariah adalah caleg dari partai-partai Islam dan berbasis massa Islam yang memiliki persepsi pro syariah, yakni memandang tugas para wakil rakyat di DPR/DPRD maupun DPD adalah mengemban amanat syariah dalam berbagai fungsi wakil rakyat, baik fungsi legislasi, fungsi anggaran, maupun fungsi kontrol kebijakan pemerintah. Para Caleg Muslim dari berbagai partai sekuler dimungkinkan menjadi Caleg Syariah manakala dia meyakini keharusan dirinya memiliki persepsi pro syariah di atas. Sebaliknya, para caleg dari partai-partai Islam maupun berbasis massa Islam tidak layak disebut sebagai Caleg Syariah manakala tidak meyakini keharusan dirinya memiliki persepsi pro syariah tersebut.  

Tentunya para caleg yang memenuhi kriteria pemimpin hasil Ijtima' Komisi Fatwa se-Indonesia di Padang Panjang tahun 2009 yaitu punya karakter yang memenuhi  TUJUH SYARAT CALON PEMIMPIN YANG WAJIB DIPILIH OLEH UMAT ISLAM, yakni   pemimpin yang (1) beriman, (2) bertaqwa,(3)  jujur (shiddiq), (4) terpercaya (amanah), (5) aktif dan aspiratif (tabligh), (6) mempunyai kemampuan (fathonah), dan (7) memperjuangkan kepentingan umat Islam bisa meyakinkan dirinya untuk memiliki persepsi pro syariah.

Namun untuk lebih memantapkan persepsi pro syariah tersebut kiranya perlu dirumuskan visi dan misi standar Caleg Syariah. 

Visi dan Misi yang perlu didefinisikan oleh setiap caleg muslim dalam dirinya sebagai standar Caleg Syariah adalah sebagai berikut:  

Visi Caleg Syariah: 
Menjadi Wakil Rakyat yang memperjuangkan syariah dan  kepentingan umat Islam.

Misi Caleg Syariah :

1. Memperjuangangkan UU/Perda syariah yang membela umat dan mengamandemen UU/Perda yang bertentangan dengan syariah dan merugikan umat Islam.

2. Memperjuangan APBN/APBD yang berpihak kepada penguatan syariah dan kepentingan umat Islam.

3. Mengontrol kebijakan penguasa (pemerintah/pemda) agar senantiasa berpihak kepada syariah dan umat Islam.

Program Utama Kampanye Caleg Syariah

Dengan Visi-Misi Caleg Syariah di atas kita berharap para caleg Syariah mampu menyusun dan melaksanakan program kampanye Syariah yang betul-betul bisa meyakinkan umat akan adanya perubahan nasib umat di tangan mereka.  Umat yang selama ini hanya dibeli suaranya oleh para Caleg Demokrasi Transaksional dengan money politic dan serangan fajar mereka lalu nasibnya disia-siakan diharapkan mau berjuang bersama Caleg Syariah untuk mengubah nasib mereka. Sebab, siapa lagi yang akan mengubah nasib umat kalau bukan umat Islam sendiri.  Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga kaum itu mau mengubah keadaan diri mereka sendiri” (QS. Ar Ra’d 11).

Kita berharap para Caleg Syariah mampu memberikan inspirasi dan motivasi keislaman sehingga umat mau berjuang bersama para Caleg Syariah menuju NKRI Bersyariah. Para Caleg Syariah harus bisa meyakinkan bahwa NKRI Bersyariah adalah solusi atas kebuntuan selama ini. Sudah berapa presiden memimpin NKRI tanpa syariah yang berujung kegagalan dan umat masih terperosok dalam penderitaan. Sudah berapa kali ganti rezim dan sistem varian demokrasi yang untung tetap hanya kelompok Si Asing dan Si Aseng.  Rakyat yang mayoritas Islam hanya kebagian kerugian demi kerugian. Apalagi kini dalam sistem Demokrasi Transaksional masyarakat awam semakin terbius dengan transaksi “Wani Piro”. Sementara kaum Islam terdidik  merasa lebih aman dengan sikap golput yang secara riil artinya adalah setuju siapa saja yang menguasai negeri ini, termasuk Si Asing dan Si Aseng.

Untuk itu para Caleg Syariah harus mampu menjelaskan bahwa NKRI Bersyariah adalah NKRI yang melaksanakan syariah secara formal konstitusional sesuai dasar Ketuhanan Yang Maha Esa. Siapa Dia? Dalam Pembukaan UUD 1945, Tuhan YME tidak lain adalah Allah Yang Maha Kuasa. Dan Allah Yang Maha Kuasa adalah yang menurunkan syariah yang dibawa Nabi Muhammad saw. yang wajib diterapkan kepada seluruh warga negara (QS. Al Maidah 49) sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia, bahkan seluruh makhluk di seluruh alam (QS. Al Anbiya 107). 


Sekjen FUI KH Muhammad Al Khaththath saat mengunjungi korban banjir di Cengkareng, Jakarta Barat.

Dengan NKRI Bersyariah, dimana tatanan kenegaraan di NKRI diatur dengan syariah secara formal konstitusional, insyaallah warga negara NKRI yang mayoritasnya umat Islam akan hidup tertata dengan hukum syariah sehingga secara sistematis mereka bertaqwa dan taat kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. Ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa inilah yang akan membuka pintu-pintu keberkahan dari langit dan bumi buat bangsa dan negara kita (QS. Al A’raf 96). 

Itu kampanye mendasar untuk mengubah mindset umat agar mampu keluar dari jebakan yang sudah dipasang kaum Asing dan Aseng selama ini. Yakni jebakan agar mengatur kehidupan di luar aturan syariah Allah Tuhan Yang Maha Esa. Jebakan ini akan terus mereka pasang dan mereka jaga.  Sebagai contoh, misalnya ketika penulis sebagai Caleg Syariah dari PBB diminta bicara dalam debat tentang “Lokalisasi Prostitusi” di stasiun TV swasta beberapa waktu lalu, sebelum masuk ruang debat, pengarah acara sudah berpesan agar pembicaraan tidak diarahkan kepada agama.  Penulis menyanggah dengan pertanyaan: “Bukankah agama petunjuk kehidupan?”. Presenter berusaha ngeles. 

Inilah mindset sekuler, yakni memisahkan agama dari kehidupan dan negara. Sehingga mereka tidak memandang lokalisasi prostitusi sebagai legalisasi prostitusi alias perzinaan. Mereka memandang lebih baik melokalisasi para pelacur daripada tidak melokalisasi. Sebab, kata aktivis pro lokalisasi, dengan dilokalisasi, para pelacur itu bisa dilindungi dan diobati. Sebab, kata mereka, dampak pelacuran dan seks bebas adalah banyak para ibu di rumah yang terkena AIDS akibat suaminya jajan di luar.  Mereka menolak solusi penutupan lokalisasi, hukum rajam bagi pezina, dan menikah lebih dari satu wanita bagi pria yang mampu dan solusi syariah lainnya semata-mata karena mereka menolak Islam. Mereka mengatakan bahwa negara kita bukan negara agama (Islam).  Penulis katakan negara kita berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, bukan Kesetanan Yang luar biasa. 

Caleg Syariah jangan gentar dengan opini dan hasutan kaum sekular liberal yang selalu menolak syariah. Para Caleg Syariah harus turun ke tengah-tengah masyarakat untuk menjelaskan bahayanya kehidupan negara yang tak mau bersyariah. Tidak hanya banjir air yang melanda, juga banjir penyakit AIDS, banjir korupsi, banjir maksiat, banjir aliran sesat, banjir utang Luar Negeri, banjir perampokan hutan, kekayaan laut, tambang dan kekayaan alam lainnnya, banjir kemiskinan, banjir ketidakadilan dan banjir ketidakpastian hukum, serta berbagai banjir musibah lainnya. Innalillahi wainnailaihi rajiun!

Program Kampanye Praktis Caleg Syariah

Para Caleg Syariah tentu harus bekerja keras untuk merebut hati umat dengan pendekatan yang lebih persuasif mengingat umat hari ini banyak yang terjangkiti virus “wani piro” akibat mental mereka telah dirusak oleh para politisi dengan money politic yang mereka lakukan. Para caleg syariah juga perlu menyampaikan program praktis pembelaan dan pemihakan mereka kepada umat.  Program gerakan tujuh Caleg PBB bisa saja diadopsi. Yang dimaksud program tujuh gerakan Caleg PBB adalah komitmen Caleg PBB manakala terpilih menjadi wakil rakyat nanti akan melakukan minimal lima dari tujuh gerakan pemberdayaan umat yang dhuafa di dapil Caleg PBB, yaitu gerakan (1) pendidikan gratis, (2) pengadaan air bersih dan MCK di daerah tandus/kumuh, (3) bantuan modal (kredit tanpa bunga dan agunan) kepada pedagang K5, (4) pengobatan gratis, (5) taman bacaan gratis, (6) peduli TKI/Buruh, (7) Infaq/Shodaqoh untuk Ormas Islam, Masjid, dan Pondok Pesantren.  

Kiprah Capres dan Caleg Syariah

Dalam rangka peduli banjir besar yang menggenangi mayoritas wilayah DKI Jakarta tahun ini Capres Syariah Habib Rizieq Syihab telah memerintahkan kepada seluruh organ FPI untuk membentuk 40 posko peduli banjir di titik-titik banjir Jakarta. Dengan kekuatan laskar antara 10-20 orang yang stanby setiap hari di tiap Posko berarti ada ratusan relawan FPI yang membantu meringankan beban korban banjir. Tidak hanya itu, Habib Rizieq pun turun mengunjungi para korban banjir baik dengan perahu maupun langsung terjun ke air. Sambutan masyarakat pun sangat antusias dengan kedatangan Imam Besar FPI yang merupakan Capres Favorit pembaca Suara Islam.

Tidak ketinggalan, Sekjen FUI yang juga pemimpin umum Tabloid Suara Islam dan Komando Relawan Capres Syariah (RCS) dengan mengenakan kaos “I love NKRI Bersyariah” juga terjun ke lokasi banjir.  Bersama relawan FPI yang juga Relawan Capres Syariah, sekjen FUI yang juga Caleg Syariah dari PBB untuk DPR RI Nomor urut 1 Dapil Jakarta 3 telah menengok dan memberikan bantuan kepada umat di Kedoya Kebon Jeruk dan Rawabuaya Cengkareng.  Umat kita perlu disapa dan dibela nasib mereka.  Semoga NKRI syariah cepat terwujud sehingga mereka merasakan berkah. Yasarallahu lakum umurakum walana ajamain!

0 Komentar