Inilah Tiga Gagasan Ekonomi ala Koneksi Indonesia

Selasa, 28 Januari 2014 - 14:14 WIB | Dilihat : 1710
Inilah Tiga Gagasan Ekonomi ala Koneksi Indonesia

Bogor (SI Online) - Komunitas Ekonomi Islam Indonesia (Koneksi) pada Ahad (26/1/2014) menggelar Acara Kajian Perdana di Auditorium Universitas Ibn Khaldun Bogor (UIKA Bogor). Pada acara tersebut dipaparkan pengalaman Indonesia dan Malaysia dalam konteks gerakan ekonomi Islam. Para narasumber berpendapat, gerakan ekonomi Islam bersifat elitis dan tidak berpegang kepada Islamic Worldview.

Dalam Pidato Pembukaannya, Sekjen Koneksi Indonesia, M. Ridho mengungkapkan bahwa gerakan ekonomi telah mengambaikan 3 peran, yaitu: Ekonomi Grassroot, Ekonomi Riil, dan Ekonomi Zakat. Oleh karena itu, menurut Sekjen Koneksi tersebut, gerakan ekonomi harus berpegang pada tiga hal tersebut.

Acara Kajian Perdana dan Lauching Halaqah Ekonomi Islam yang diselenggarakan oleh Koneksi Indonesia menghadirkan para peneliti muda yang mumpuni dalam bidangnya. Diantara mereka adalah Anto Apriyanto (kandidat master ekonomi Islam UIKA) yang sedang melakukan penelitian tentang tokoh-tokoh kunci yang berperan dalam ekonomi Islam di Indonesia, dan Abdul Malik Badeges, master syariah dari University of Malaya.

Dari pengalaman sejarah, dan perkembangan situasi terakhir, Ahmad Musyaddad, selaku Ketua Umum Koneksi Indonesia menjelaskan bahwa kita membutuhkan gagasan-gagasan baru yang mampu menyegarkan gerakan ekonomi Islam. Gagasan-gagasan tersebut adalah ide awal yang pembentukan Koneksi Indonesia.

Menurut Syaddad, yang pertama harus dilakukan adalah Takwinul Wa’ie al-Iqtishadi. Maksudnya, kesadaran masyarakat tentang ekonomi Islam perlu dibentuk. Dan ini harus mencapai seluruh kalangan. Selama ini, ekonomi Islam terkesan sangat elitis dan hanya menyentuh kalangan bankir dan pelaku bisnis finance.

Syaddad juga mengutarakan perlunya menumbuhkan semangat kewirausahaan bagi para pelaku ekoomi, yakni seluruh masyarakat. Terlebih khusus enterpreneurship ini sangat diperlukan agar para pelajar dan mahasiswa yang mengambil studi ekonomi Islam, tidak hanya berorientasi untuk menjadi pegawai di Bank Syariah.

Gagasan yang tidak kalah pentingnya menurut Syaddad adalah mengembalikan Zakat sebagai Rukun Islam menjadi bagian dari Kebijakan Fiskal di Indonesia. Semoga gagasan ini bisa diwujudkan oleh Koneksi. Aamien.


rep: emri
red: syaiful

0 Komentar