Saatnya Capres dan Caleg Syariah Rebut Kemenangan

Rabu, 15 Januari 2014 - 10:30 WIB | Dilihat : 7016
Saatnya Capres dan Caleg Syariah Rebut Kemenangan Gedung DPR/MPR/DPD di Jakarta (foto: okezone)

Wacana Capres Syariah telah menggentarkan pihak lawan. Dari semula kita perkirakan memang mereka-mereka yang selama ini mengeksploitasi umat Islam sebagai warga mayoritas negeri ini ketakutan bakal kehilangan pengaruh dan dominasi dengan munculnya Capres Syariah. Apalagi waktu awal kita pasang Capres Syariah terbatas pada tiga tokoh Islam yang dipandang paling keras: Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab, Amir JAT KH. Abu Bakar Ba’asyir, dan Wakil Amir Majelis Mujahidin ustadz Abu Muhammad Jibril.  

Begitu mayoritas pembaca Suara Islam memberikan suara  kepada Habib Rizieq Syihab sebagai Capres Syariah favorit, api fitnah pun mulai dihembuskan. Sebuah situs tiba-tiba galak dan sinis menyebut bahwa Capres Syariah  adalah capres Syiah.  Dan tuduhan fitnah Syiah yang nyinyir itu terus dikumandangkan hingga menimbulkan keresahan umat hingga akhirnya Habib Rizieq pun menanggapi bahkan menantang mubahalah kepada pihak-pihak yang menuduh beliau Syiah. 

Sampai hari ini tak satu pun pihak yang melempar tuduhan itu berani memenuhi tantangan mubahalah dari Habib Rizieq.  Bahkan situs pengelola situs Nahi Munkar.com pun sudah menyatakan tidak ada masalah lagi dengan Habib Rizieq setelah memuat isi ceramah Habib Rizieq di Islamic Center Bekasi (11/12/2013) yang menyetujui jika ada UU yang melarang penyebaran ajaran Syiah di Indonesia. 

Dalam rubrik Muhasabah Suara Islam edisi 170 dimuat tulisan Sekjen FUI KH. Muhammad al Khaththath bertajuk “Obsesi Mensyiahkan Habib Rizieq” yang menganalisis bahwa operasi intelijen tampaknya sedang dijalankan untuk menghadang Habib Rizieq sebagai Capres Syariah favorit untuk mendekritkan NKRI Bersyariah. 

Operasi intelijen terhadap kampanye Capres Syariah yang dilakukan oleh Suara Islam juga terasa dalam serangan hacker kepada polling yang dibuat di situs Suara-Islam.com.  Hasil polling selama satu bulan pertama yang menampilkan kemenangan suara yang diperoleh Capres Syariah Habib Rizieq yang jauh mengungguli para Capres Syariah lainnya telah membuat gerah lawan.  Tampaknya mereka mengirim hacker yang bisa memanipulasi hasil polling sehingga Capres Syariah KH. Makruf Amien yang di bulan pertama menduduki urutan ke-15 alias nomor buncit tiba-tiba secara spektakuler menempati urutan teratas.  Pengelola Suara Islam Online heran sebab suara pembaca Tabloid Suara Islam masih memenangkan Habib Rizieq Syihab sebagai Capres Syariah. Akhirnya bagian IT Suara Islam memastikan bahwa memang benar adanya serangan hacker tersebut.  Oleh karena itu polling di SI Online kita hentikan. 

Jajak Pendapat dan Kampanye Capres Syariah tetap Jalan

Namun kampanye Capres Syariah menuju NKRI Bersyariah tidak akan kita hentikan. FUI dengan Relawan Capres Syariah akan terus bekerja.  Kita juga berharap berbagai ormas yang tergabung dalam FUI aktif mengkampanyaken NKRI Bersyariah seperti yang dilakukan para ikhwan di FPI yang sudah dua tahun terakhir ini secara intensif ikut mengkampanyekan tema Menuju NKRI Bersyariah dalam berbagai even besarnya, baik itu Maulid, Milad, bahkan Munas.  Semoga Allah SWT memberkahi FPI yang terus berkembang sekalipun terus dihujat kaum sekuler, pluralis, dan liberalis. 

Kita juga berdoa semoga Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab, Lc,MA, Kandidat Doktor USIM Malaysia ini, semakin meyakinkan umat dan bangsa Indonesia bahwa beliau memang layak sebagai Capres Syariah yang siap mendekritkan berlakunya NKRI Bersyariah mewujudkan Indonesia Berkah.  Demikian juga para Capres Syariah lainnya.  Oleh karena itu, jajak pendapat tentang Capres Syariah masih tetap dibuka melalui SMS dengan menuliskan : Nama/Kota/Capres Syariah Pilihan Anda (Habib Rizieq, Abu Jibril, KH Ma'ruf Amien, Rhoma Irama, KH M Arifin Ilham, KH Yusuf Mansur, KH Didin Hafidhuddin, KH Hidayat Nurwahid,  Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, Prof. Dr. Dien Syamsuddin, KH Hasyim Muzadi, KH Bachtiar Nasir, HM Ismail Yusanto, Suryadharma Ali) lalu dikirim ke Nomor HP. 0817441801.

Perlu Koalisi Caleg Syariah untuk mendukung Capres Syariah 
 
Untuk meraih dukungan umat yang riil, kiranya perlu kerja bareng dengan para Caleg Syariah yang siap memperjuangkan Syariah di DPR/DPRD/DPD manakala nanti dalam pileg 9 April 2014 mereka terpilih.  Beberapa Caleg Syariah dari Partai Bulan Bintang, Partai Keadilan Sejahtera, dan Calon independen dari DPD sudah sempat mengusulkan kepada FUI untuk dibuat semacam kaukus Syariah di DPR atau  Koalisasi Caleg Syariah untuk memenangkan Syariat Islam dalam pemilu 2014, baik pileg maupun pilpres. 

Siapa para Caleg Syariah yang bisa diharapkan siap berjuang bersama mengusung Capres Syariah? 

Tentunya para caleg yang memenuhi kriteria yang masuk dalam hasil Ijtimak Komisi Fatwa se Indonesia di Padang Panjang tahun 2009 yaitu para calon pemimpin yang punya karakter yang memenuhi  TUJUH SYARAT CALON PEMIMPIN YANG WAJIB DIPILIH OLEH UMAT ISLAM, yakni   pemimpin yang (1) beriman, (2) bertaqwa,(3)  jujur (shiddiq), (4) terpercaya (amanah), (5) aktif dan aspiratif (tabligh), (6) mempunyai kemampuan (fathonah), dan (7) memperjuangkan kepentingan umat Islam (lihat Diktum Ijtimak Komisi Fatwa tentang penggunaan hak pilih dalam pemilu).  

Para Caleg Syariah yang memenuhi tujuh syarat di atas semoga menjadi pilihan umat Islam demi terjadinya  perubahan baik di DPR maupun pemerintahan.  Sebab tanpa perubahan para pemimpin itu, Indonesia akan tetap status quo di bawah kepemimpinan orang-orang yang mengabdi kepentingan kaum kapitalis asing yang melestarikan dominasi mereka di negeri ini.  Fenomena naiknya harga BBM, elpiji, dan tarif dasar listrik serta korupsi yang merajalela di berbagai sektor pemerintahan dan lembaga legislatif maupun yudikatif serta dibiarkannya berbagai kemaksiatan dan kesesatan bahkan dilegalisasi seperti Perpres baru tentang Miras  menunjukkan bahwa kepemimpinan status quo tidak memperjuangkan kepentingan umat Islam yang   merupakan mayoritas rakyat negeri ini.  

Kita perlu pemimpin baru yang betul-betul welas asih dan tahu apa yang maslahat bagi umat Islam sebagai rakyat mayoritas negeri ini.  Pemimpin yang meneladani sikap welas asih Rasulullah saw.  sebagai pemimpin besar umat manusia sebagaimana firman-Nya:
 
Sungguh Telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mukmin.(QS. At Taubah 128).

Dengan koalisi para caleg Syariah untuk merebut hati umat sehingga tongkat kepemimpinan bangsa ini selanjutnya diserahkan kepada mereka, bukan kepada para pemimpin status quo, bukan kepada para penebar uang pembeli suara rakyat, apalagi mereka yang semakin membawa bahaya imperialis asing dan mewujudkan tirani minoritas yang bakal menindas umat Islam sebagai warga mayoritas, maka Indonesia dapat diarahkan menuju NKRI Bersyariah untuk membuka pintu-pintu berkah Allah SWT (QS. Al A’raf 96).   

Para Caleg Syariah tentu harus bekerja keras untuk merebut hati umat dengan pendekatan yang lebih persuasif mengingat umat hari ini banyak yang terjangkiti virus “wani piro” akibat mental mereka telah dirusak oleh para politisi dengan money politic yang mereka lakukan. 

Darimana Sumber Caleg Syariah

Diharapkan tentunya sumber Caleg Syariah yang diharapkan sesuai syarat pemimpin Islam menurut fatwa MUI di atas adalah caleg-caleg partai Islam dan partai berbasis massa Islam.  Namun tidak menutup kemungkinan juga dari caleg partai sekuler  bilamana komitmen Islam caleg yang bersangkutan tidak diragukan lagi sehingga dia layak disebut caleg syariah dan bergabung dalam koalisi caleg syariah.  

Beberapa caleg syariah dari Partai Bulan Bintang (PBB) yang punya komitmen siap memperjuangkan syariah di DPR RI antara lain :

Sudadi dari Dapil Sumut I (Kota Medan, Kab. Deli Serdang, Kab. Serdang Bedagai, dan Kota Tebing Tinggi) nomor urut 5,
Bambang Setyo dari Dapil Jawa Barat X (Kabupaten Bandung dan Bandung Barat) nomor urut 1,
Yanuar Amnur dari Dapil Banten III nomor urut 1,
Zaki Robby Cahyadi dari Dapil Jawa Barat XI (Kota/Kab. Tasik dan kab. Garut) nomor urut 4,
Masrur Anhar dari Dapil Jawa Tengah III (Pati, Rembang, Grobogan, Blora) nomor urut 2, dan
Raihan dari Dapil Jawa Barat X (Kuningan, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran)  nomor urut 2.

Tentu saja termasuk caleg Syariah adalah KH. Muhammad Al Khaththat, Sekjen FUI yang juga dicalonkan oleh PBB di Dapil DKI Jakarta 3 (Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Kepulauan Seribu) nomor urut 1 atas nama Ir. H. Muhammad Gatot Saptono.

Adapun Caleg DPRD yang siap memperjuangakan syariah di DPRD antara lain:
Andi Maraida Caleg PBB DPRD Dapil DKI JAKARTA 8 (Tebet, Mampang, Pasar Minggu, Pancoran dan Jagakarsa) nomor urut 3;
Yordan Al Fatah  Caleg PBB DPRD DKI Dapil 9 (Cengkareng, Kalideres, Tambora)  nomor urut 5,
Mikie Defrian Caleg PBB DPRD DKI Dapil 9 (Cengkareng, Kalideres, Tambora) nomor urut 8,
Hasrul  Basri Caleg PBB DPRD DKI Dapil 10  (Grogol Petamburan, Taman Sari, Kebon Jeruk, Palmerah dan Kembangan) nomor urut 3,
Sahrin Manalu Caleg PBB DPRD DKI Dapil DKI JAKARTA 2 (Kep. Seribu Utr, Kepulauan Seribu Sel, Koja, Cilincing dan Kelapa Gading) nomor urut 1.

Adapun Caleg Syariah untuk DPD adalah Asep Syarifuddin (Ketua API Jawa Barat) yang maju sebagai calon anggota DPD dari Jawa Barat.  

Diharapkan para caleg yang lain yang punya komitmen perjuangan untuk menyuarakan syariah di DPR/DPRD/DPD  mendaftarkan diri kepada Forum Caleg Syariah (FCS) yang diinisiasi oleh Sekjen FUI KH. Muhammad Al Khaththath dengan mendaftarkan diri: Nama/Partai/Dapil/Nomor urut/CS Siap Menuju NKRI Bersyariah lalu dikirim melalui sms ke nomor HP 0817441801.  
  
Setiap Caleg Syariah yang siap berjuang menyuarakan syariah di DPR/DPRD dalam legislasi, kontrol kepada pemerintah, dan penganggaran bisa bekerja sama dengan para Relawan Capres Syariah (RCS) yang juga berfungsi sebagai Relawan Caleg Syariah (RCS) untuk meraih hati dan dukungan umat bagi kemenangan syariah dalam pileg/pilpres 2014.  Intanshurullaha yanshurkum wayutsabbit aqdaamakum, Jika kalian menolong agama Allah, niscaya Allah akan menolong kalian dan mengokohkan kedudukan kalian. Allahu Akbar! (SI/PINA).

0 Komentar