Tunggakan Pembayaran TPP Guru PAI, Dianggarkan Tahun 2014

Guru Agama (ilustrasi)

Ponorogo (SI Online) - Ribuan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dari semua jenjang pendidikan se Jawa Timur, yang telah bersertifikasi keahlian, namun sejak setahun terakhir belum menerima Tunjangan Profesi Pendidik (TPP), dipastikan dapat terbayar pada tahun anggaran 2014 mendatang.

Informasi menggembirakan itu dibawa dari Jakarta oleh Sumani,  Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ponorogo yang baru pulang dari Jakarta. Bersama sejumlah pengurus PGRI lainnya selama di Jakarta, diantaranya  berhasil bertemu dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Kemenag), Bahrul Hayat.

Sumani kepada wartawan Jumat (20 Desember) mengungkap, pertemuan berlangsung di Gedung Nusantara I Komplek Kantor DPR RI pada Selasa (17 Desember). Segenap pengurus PGRI Kabupaten Ponorogo, ketika bertemu dengan Bahrul Hayat, mendapat  pendampingan dari Heri Achmadi, anggota DPR RI yang berasal dari Ponorogo.

Saat itu, Bahrul Hayat meyakinkan Kemenag menganggap pencairan dana untuk pembayaran TPP bagi PAI se Jawa Timur, termasuk didalamnya sejumlah hampir seribu guru PAI di Kabupaten Ponorogo, itu tak ubahnya sebagai melunasi hutang.

PAI, akan menerima TPP utuh. Selama ini belum dibayarkan, memang karena belum ada anggarannya. Walaupun tahun sudah berjalan, sehingga menjadi semacam tunggakan, namun TPP dipastikan tidak hangus.  Keseluruhan untuk pembayaran TPP guru PAI se Jawa Timur hingga akhir tahun 2013  sebesar sekitar Rp3,6 triliun  sudah dipastikan masuk dalam anggaran tahun 2014.

Sedang khusus untuk wilayah Ponorogo, kata Sumani, guru PAI sejumlah 955 orang dari semua jenjang pendidikan. TPP yang tertunggak hingga setahun terakhir, sekitar Rp36 miliyar.  “Mereka juga anggota PGRI. Karenanya, PGRI ikut memperjuangkan hak-haknya. Bahkan juga kami mintakan bantuan kepada para anggota DPR RI, untuk ikut mendesak pemerintah (Kemenag) agar mencairkan TPP Guru PAI,” kata Sumani.

Terkait dengan persiapan pencairan TPP guru PAI ini, Kemenag akan kembali melakukan pendataan ulang semua guru PAI yang berhak menerima TPP. Dari pendataan itu, dihimpun informasi  sejak kapan sertifikasi kompetensi (profesi guru) diterima, dan berapa lama belum menerima TPP.

Bojonegoro

Sementara, seorang guru PAI wanita yang bekerja di sebuah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di pedesaan di wilayah Kecamatan Sumberejo Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ketika  dihubungi  Suara Islam Online Jumat (20 Januari) petang, mengungkap  dalam setahun terakhir ini  belum menerima TPP. “Tahun 2012 lalu, TPP dapat diterima lancar dan jumlahnya juga utuh. Sedang tahun 2013 ini, selama setahun penuh belum menerima,” ungkapnya.

Guru tersebut juga menyebutkan, sedang para guru yang bekerja di bawah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan selama tahun 2013 ini, yang baru-baru ini dapat menerima TPP adalah guru SMP. Itupun baru untuk tujuh bulan. Sedang guru SD, selama setahun 2013, informasinya juga baru terima untuk beberapa bulan. Sebab ketika terima TPP untuk dua bulan, baru enam bulan kemudian terima lagi TPP untuk beberapa bulan.

Rep : Muhammad Halwan / dbs.

 

Baca Juga

Komentar

03.07.201422:22
masyhuri
kenapa guru guru agama terutama guru PAI diperlakukan tidak adil dibanding dengan guru kelas atau guru mapel yang lain.
Nama

Email


security image
Kode
Komentar