Betapa Besar Dosa Zina, Apalagi yang Melegalkannya

Senin, 02 Desember 2013 - 20:14 WIB | Dilihat : 9481
Betapa Besar Dosa Zina, Apalagi yang Melegalkannya Aksi para pelajar yang menolak program kondomisasi

Kampanye Pekan Kondom Nasional 2013 yang dilakukan Kementerian Kesehatan dan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) mendapat reaksi keras dari umat Islam. Program membagikan kondom gratis ini sama saja membolehkan praktek zina, padahal zina adalah dosa yang sangat besar dan sangat keji serta seburuk-buruk jalan yang ditempuh oleh seseorang.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina, karena sesungguhnya zina itu adalah faahisah (perbuatan yang keji) dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh oleh seseorang)” [QS. Al-Israa : 32]

Para ulama menjelaskan bahwa firman Allah Subhanahu wa Ta’ala : “Janganlah kamu mendekati zina”, maknanya lebih dalam dari perkataan : “Janganlah kamu berzina” yang artinya : Dan janganlah kamu mendekati sedikit pun juga dari pada zina. Yakni : Janganlah kamu mendekati yang berhubungan dengan zina dan membawa kepada zina apalagi sampai berzina.

Faahisah فَاحِشَةً = maksiat yang sangat buruk dan jelek
Wa saa’a sabiila وَسَاءَ سَبِيلًا = karena akan membawa orang yang melakukannya ke dalam neraka.

Tidak ada perselisihan di antara para ulama bahwa zina termasuk Al-Kabaa’ir (dosa-dosa besar) berdasarkan ayat di atas dan sabda Nabi yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sedangkan hukuman zina apabila dilakukan oleh orang yang telah nikah atau pernah merasakan nikah yang shahih baik sekarang ini sebagai suami atau istri atau duda atau janda, sama saja, dosanya sangat besar dan hukumannya sangat berat yang setimpal dengan perbuatan mereka, yaitu didera sebanyak seratus kali kemudian di rajam sampai mati atau cukup di rajam saja. Adapun bagi laki-laki yang masih bujang atau dan anak gadis hukumnya didera seratus kali kemudian diasingkan (dibuang) selama satu tahun. Dengan melihat kepada perbedaan hukuman dunia maka para ulama memutuskan berbeda juga besarnya dosa zina itu dari dosa besar kepada yang lebih besar dan sebesar-besar dosa besar. Mereka melihat siapa yang melakukannya dan kepada siapa dilakukannya.

Kemudian, kalau kita melihat kepada siapa dilakukannya, maka apabila seorang itu berzina dengan isteri tetangganya, masuklah dia kedalam sebesar-besar dosa besar (baca kembali haditsnya di fasal kedua dari jalan Ibnu Mas’ud). Dan lebih membinasakan lagi apabila zina itu dilakukan kepada mahramnya seperti kepada ibu kandung, ibu tiri, anak, saudara kandung, keponakan, bibinya dan lain-lain yang ada hubungan mahram, maka hukumannya adalah hukuman mati.

Azab bagi pezina di neraka

Hadits dari Abu Umamah al-Bahili radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam berkata, “… Kemudian keduanya membawaku, ternyata ada satu kaum yang tubuh mereka sangat besar, bau tubuhnya sangat busuk, paling jelek dipandang, dan bau mereka seperti bau tempat pembuangan kotoran (comberan). Aku tanyakan, ‘Siapakah mereka?’ Keduanya menjawab, ‘Mereka adalah pezina laki-laki dan perempuan’.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban)

Melegalkan zina, akan menanggung seluruh pelakunya

Dari Abu hurairah r.a. berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 عَنْ اَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: مَنْ دَعَا اِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُوْرِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْئًا , وَ مَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الاِثْمِ مِثْلُ اَثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ اَثَامِهِمْ شَيْئًا ( أخرجه المسلم ومالك و أبو داود والترمذى

"Barang siapa yang mengajak kepada jalan yang benar jadilah baginya (berhak) mendapat suatu ganjaran yang besarnya serupa dengan ganjaran-ganjaran orang yang mengikuti (ajakan)nya tanpa dikurangi sedikitpun dari ganjaran-ganjaran mereka yang mengikuti. Dan barang siapa yang mengajak kepada jalan yang sesat jadilah baginya wjib mendapatkan dan menanggung dosa yang besarnya serupa dengan dosa perilaku orang yang mengikuti (ajakan)nya tanpa dikurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka’.” (H.R. Muslim, Malik, Abu Daud dan Turmudzi).

Maka jelaslah, pengusung program kondom nasional ini termasuk seluruh pelaksana dan pendukungnya akan menanggung dosa seluruh pelaku zina (tanpa mengurangi dosa si pelaku). Bertobatlah kepada Allah, sungguh siksa akherat sangat pedih bagi orang-orang yang mendurhakaiNya.


Adhila/Abdul Hakim

0 Komentar