Agenda Kristenisasi di Balik Pembangunan Super Blok Lippo Group di Sumatera Barat

Pemancangan tiang pertama pembangunan Superblok Lippo Group di Padang, Jumat, 10 Mei 2013 lalu.

Sumatera Barat (SI Online) - Sudah maklum, gerakan kristenisasi di daerah-daerah yang tertimpa musibah semakin gencar dengan berbagai cara. Ada yang memberikan bantuan dengan menyelipkan beberapa bible dan komik-komik tertentu yang mengarah kepada misi kristenisasi dan cara-cara lainnya. Salah satu daerah yang target adalah Sumatera Barat.

Misi kristenisasi ini terendus oleh pihak MUI Sumbar. Oleh karena itu, Buya H. Gusrizal Gazahar Lc, MA, Ketua Bidang Fatwa MUI Sumatera Barat menulis pernyataan sikap terkait pembangunan Super Blok Lippo Group yang terdiri dari Mall, Hotel, rumah sakit dan sekolah kristen.

Pernyataan sikap ini pernah dikirim ke dua media besar di Sumatera Barat tetapi tidak dimuat. Berikut adalah pernyataan sikap tersebut:

“Kami Harus Bicara, Investasi Itu adalah Selubung Pemurtadan”

Jangan lanjutkan investasi rumah sakit kristen siloam, sekolah kristen pelita harapan dan apapun proyek Super Blok Lippo Group

Ini sekelumit alasan kami !

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله و على آله و أصحابه و من والاه

Semangat mencari investor yang didorong oleh musibah gempa 30 September merupakan sesuatu yang sangat beralasan karena kebutuhan daerah. Hanya saja jangan pernah dilupakan bahwa di saat umat ini bersimbah darah memikul musibah, ketika air mata belum lagi kering di pipi, kita umat Islam ditusuk dari belakang dengan penyebaran missionaris kristen di berbagai daerah terutama di Pariaman. Bukan hanya bible yang mereka bagikan tapi juga komik-komik berisi ajakan untuk masuk agama mereka juga mereka bagikan kepada anak-anak kita. Karena itulah MUI Sumbar pada waktu itu mengeluarkan petunjuk dengan menyusun buku kecil agar musibah kehancuran fisik jangan sampai menjadi musibah yang lebih besar yaitu musibah kehancuran aqidah.

Bukan hanya itu! Bantuan berbendera Israel pun masuk. MUI Sumbar bergerak ke Rumah Sakit Pariaman dan setelah musyawarah dengan ulama di Pariaman, kami menolak. Alhamdulillah, keputusan MUI itu, tidak membuat terkendalanya pelayanan karena ditahannya obat-obatan itu oleh RSUD Pariaman.

Dari berbagai pengalaman pahit seperti itu lah MUI mengambil sikap dan menghimbau umat serta para pemimpin di Ranah Minang ini agar investasi apapun yang akan diterima dinegeri ini jangan sampai menggoyahkan sendi-sendi keimanan serta nilai-nilai mulia ABS-SBK-SMAM (Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah, Syara’ Mangato, Adat Mamakai). [Adat Berdasar Pada Syara’, Syara’ Berdasar Pada Kitabullah, Syara’ Mengatakan, Adat Menggunakan-red]

Bisa jadi ada yang berkata dengan kecemasan serta ketakutan akan menjadi miskin, “bagaimana investasi akan masuk, bagaimana negeri akan dibangun bila dibatas-batasi begitu!”

Adahal bisa jadi, ketakutan itu adalah akibat dari bisikan setan sebagaimana dalam firman Allah Swt,

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ (268)

“Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan dariNya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.” (QS. Al Baqarah [2]:268)

Ulama tentu menjawab dengan petunjuk syari’at sebelum berbicara tentang usaha, tekhnis dan mekanisme.

Kita patut bercermin dengan ketakutan penduduk Makkah ketika kaum musyrikin tidak diizinkan lagi untuk masuk ke tanah haram. Ketakutan itu dijawab oleh Allah Swt dengan firman-Nya,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ فَلَا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَذَا وَإِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةً فَسَوْفَ يُغْنِيكُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ إِنْ شَاءَ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ (28)

“Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah akan membeuat kamu sekalian berkecukupan dengan karunia-Nya jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. al-Taubah [9]:28)

Ingatlah, kita tidak menghalangi secara total non muslim untuk masuk negeri ini karena memang negeri ini bukan “Tanah Haram” dan bahkan sudah begitu banyak investasi non muslim di ranah Minang ini tapi MUI mengningatkan kita semua bahwa kita harus selektif dalam menerima investasi. Jangan sampai karena mengejar kemegahan duniawi dengan menjual akhirat karena itu akan membawa kepada kebinasaan sebagaimana sabda Rasulullah Saw.

Ini dilakukan MUI karena menjalankan tugas serta peran ulama sebagai waratsatul anbiya` yang bergerak kepada sembilan orientasi di antaranya Irsyadiyyah (memberikan petunjuk) baik kepada umat maupun pemimpin umat. Ada pula orientasi istijabiyyah (responsif) atau memberikan jawaban terhadap berbagai persoalan yang menimpa umat.

Adapun peran MUI di tengah umat, disamping sebagai waratsat al-anbiya` (pewaris para Nabi) dan mufti (pemberi fatwa) juga sebagai penegak amar ma’ruf nahi mungkar.

Tugas yang dibebankan ke pundak MUI itu lah yang sekarang dijalankan dengan segala keterbatasan. Walaupun tidak semua himbauan dan peringatan yang disampaikan selama ini mendapat jawaban baik dari umat dan para pemimpin umat namun MUI tidak akan pernah putus asa dalam menyampaikan risalah Islam karena ini bukan hanya tugas keorganisasian tapi juga amanah dari Allah Swt dan Rasulullah Saw. Walaupun terkadang pesan itu berbentuaran dengan kekerasan kepala dan hati tapi karena rasa sayang kepada umat, MUI tetap bersemangat berjalan dalam tugas ini sebagaimana permpamaan Rasulullah Saw :

إِنَّمَا مَثَلِي وَمَثَلُ أُمَّتِي كَمَثَلِ رَجُلٍ اسْتَوْقَدَ نَارًا فَجَعَلَتِ الدَّوَابُّ وَالْفَرَاشُ يَقَعْنَ فِيهِ فَأَنَا آخِذٌ بِحُجَزِكُمْ وَأَنْتُمْ تَقَحَّمُونَ فِيهِ

“Sesungguhnya perumpamaan aku dan umatku laksana seorang lelaki yang menghidupkan api, lalu rayap dan serangga berjatuhan ke dalamnya. Akulah yang memegang sabuk pinggang kamu sekalian tapi kamu malah kalian menceburkan diri masuk ke dalamnya.” (Muttafaq Alaihi dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu)

Sebenarnya banyak alasan kenapa ulama dan ninik mamak di ranah ini menolak ivestasi siloam Lippo Group ini, di antaranya:

1. Alasan aqidah

Ini misi kristenisasi yang dibungkus dengan investasi karena mereka bergerak dalam tiga modus:

a. pelayanan publik dan bantuan rescue

b. Pendidikan

c. Penyebaran kependudukan melalui pengusaha mereka yang bergerak di bidang properti.

Indikatornya: James T Riyadi adalah penginjil dari aliran kristen radikal. Dia terang-terangan hendak mengkristenkan desa-desa miskin di Indonesia.

Karena itu, ia tidak bisa diperlakukan dengan beralasan firman Allah Swt,

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ (8)

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. al-Mumtahanah [60]:8)

Tapi harus disikapi dengan firman Allah Swt,

وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (109)

“Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
(QS. al-Baqarah [2]:109)

dan firman Allah Swt,

 وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ (120)

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar).” Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS. al-Baqarah [2]:120)

Sikap yang bertitik tolak dari petunjuk al-Qur`an tersebut diambul karena data yang bisa dipercaya yang menyatakan bahwa James T Riyadi adalah pengikut kristen avangelis yang memalkukan tugas penginjilan untuk melakukan kristenisasi sebagaimana pernyataannya yang dimuat oleh majalah “The Asia Mag” edisi 17 Mar tahun 2009 bahwa dia akan membangun sekolah-sekolah di desa-desa miskin di seluruh wilayah Indonesia dan melakukan pemurtadan terhadap penduduk di sana menjadi kristen.

Dan itu konsisten dia lakukan melalui perusahaan-perusahaan yang ia jalankan walaupun pada mulanya ia masuk dengan janji-janji murni bisnis. Itu telah dikonfirmasi oleh ormas-ormas Islam dan bahkan telah dilakukan investigasi terhadap informasi yang didapat. Janji murni bisnis tidak bertahan cukup lama. Di Palembang hanya bertahan tiga tahun tapi kemudian terjadi kebaktian masal di tengah lingkungan mereka.

Karena masalah aqidah adalah masalah paling penting bagi umat Islam dan merupakan jati diri masyarakat Minangkabau maka tidak perlu menunggu perusahaan itu melakukan pemurtadan karena pemurtadan yang telah terjadi selama ini, cukup bisa menjadi alasan. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa sudah cukup banyak orang yang berasal dari Sumatera Barat dimurtadkan.

Maka menutup jalan masuknya pemurtadan berselubung investasi seperti investasi rumah sakit kristen siloam dan sekolah kristen pelita harapan yang akan dibangun di padang ini adalah keharusan berdasarkan “sadd al-dzari’ah.”

2. Alasan ekonomi


Tidak ada kebutuhan terhadap jenis investasi seperti ini baik dalam bentuk Mall, Hotel, rumah sakit dan sekolah kristen. Karena kondisi usaha/bisnis sejenis di kota padang dalam kondisi yang tidak menguntungkan. Sehingga terbukanya lapangan kerja setingkat buruh bisa berefek kepada hilangnya peluang kerja yang lain. Contohnya rumah sakit yang ada saja, tidak sampai tingkat keterhuniaannya 50 %(Info dari pemda kota Padang ketika dialog di Kesbangpol Sumbar). Begitu pula dengan sekolah kristen bila dibandingkan dengan jumlah penduduk yang beragama kristen di kota Padang ini, sudah lebih dari cukup.

Secara ekonomis, pembangunan bisnis dalam bentuk mall dan pelayanan publik bila dikaitkan dengan perekonomian Kota Padang bahkan Sumbar hanya akan menghimpun capital flight (modal yang terbang keluar) karena hanya dalam bentuk jasa dan mall yang menjual produk luar.

Kalaupun mengharapkan tenaga kerja level buruh, itu pun harus mengorbankan peluang kerja yang lain karena adanya rumah sakit yang akan tutup dan juga dampat yang akan dirasakan oleh pedagang-pedagang kecil di pasar-pasar tradisional.

3. Hukum

Secara hukum, izin masih belum ada, amdal tidak ada, RT/RW kota padang tidak dipedulikan karena daerah itu peruntukannya adalah untuk perkantoran (dialog dengan Pemda Kota Padang di Kesbangpol Sumbar). Bahkan ketika dialog di Polda Sumbar, dikatakan bahwa amdalnya baru di urus padahal proyek ini sudah sekian bulan ditekan tombol peletakan batu pertamanya oleh para pemimpin dan tokoh Sumbar.

4. Sosial Budaya

Bertolak belakang dengan ABS-SBK-SMAM (Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah, Syara’ Mangato, Adat Mamakai). Karena itulah makanya para tokoh adat (LKAAM, MTKAAM, Paga Nagari, dll) juga bersikap sama dengan para ulama karena komitmen dengan tugas “maminteh sabalun anyuik, mancari sabalun hilang” dan kearifan yang didapat dari “ingek di rantiang nan kamancucuak, ingek di dahan nan kamaimpok.” Bahkan memaksakan kelanjutan investasi ini di bumi Minangkabau akan membuat kondisi sosial di daerah ini akan menjadi tidak stabil. Inilah yang terbaca oleh perwakilan umat-umat berbagai agama di Sumatera Barat yang terhimpun dalam FKUB Sumbar sehingga mereka dengan tegas menolak pembangunan proyek siloam Lippo Group ini.

Saudara-saudara! Semoga kita lebih mengedepankan rasa cinta kita kepada keimanan dan keislaman kita serta kepada ranah Minang dengan jati diri ABS-SBK-SMAM yang selama ini kita dengangkan. Dengan itulah kita bisa memahami lasan-alasan di atas sehingga bisa satu barisan dengan para ulama dan tokoh-tokoh adat di Ranah Minang tercinta ini.

Wallahu A’lam.


red: adhila
sumber: fimadani

 

Komentar

22.03.201417:28
mukhlis
Benar sekali saudaraku yg ada di padang, upaya kristenisasi sudah sampai ke aceh jua, makanya perkuat iman, islam dan akhlakulkarimah umat agar supaya upaya mereka dapat kita bendung. Kami umat islam yg ada di aceh turut berdo'a kehadirat ilahirabbi semoga kita dalam lindungan ALLAH SWT. Amin
05.01.201421:24
abu saina
harga mati tolak pembanggunan LIPO GROUP.... kemajuan rakyat tanggung jawab bukan investor... kan yang buat rakyat miskin itu perbuatan Umaro (pemerintah) jangan berkilah untuk mengurangi pengangguran... yang bikin banyak pengangguran kalian juga Umaro'. peraturan kalian yang harus kalian ubah... dalam islam imam lah yang menanggung penderitaan jam'ahnya... investasi hanya menguntungkan Pihak pengusaha... bagi rakyat tak ada.. beginilah kalo hidup di negeri yang betuhankan demokrasi..
09.11.201313:01
Jumih
Semoga Pejabat dilingkungan ranah minang sependapat dengan MUI ini dan bisa menjaga adat ranah minang yang bersendikan Agama
08.11.201321:46
Ibnu Sirna
Rasanya tentran kalau MUI dan ormas Islam cepat tanggap seperti ini... Apalagi kalau pihak pemerintah juga bekerja sama melindungi akidah rakyatnya, amiin.
Nama

Email


security image
Kode
Komentar