Liberal Merapat ke PDIP, Siti Musdah Mulia Ditunjuk jadi Direktur Megawati Institute

Siti Musdah Mulia saat menerima penghargaan Nabil Awward 2012 dari Ketua Pendiri Yayasan Nabil Eddie Lembong, di Hotel Mulia, Jakarta, 18/10/2012. (foto: shodiq)

Jakarta (SI Online) - Satu per satu aktivis Liberal Indonesia akhirnya merapat ke PDI Perjuangan. Setelah sejumlah aktivis Liberal seperti Zuhairi Misrawi dan Hamid Basyaib bergabung ke lembaga underbow PDIP Baitul Muslimin Indonesia (BMI), kini dedengkot liberal lainnya, Siti Musdah Mulia, akhirnya merapat juga ke lingkaran PDIP dengan menjadi Direktur Megawati Institute.

Pengangkatan Musdah ini dilakukan oleh DPP PDI Perjuangan seperti diungkapkan Sekretaris Jenderal DPP PDIP Tjahjo Kumolo saat membuka diskusi Perempuan dan Peradaban Indonesia di Kantor DPP PDIP di Jakarta, Rabu (9/10/2013).

"Hasil rapat Pleno DPP kemarin, atas kesediaan Ibu Musdah, kami kukuhkan Ibu Musdah sebagai Direktur Megawati Institute," kata Tjahjo.

Diskusi tersebut dihadiri Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua DPP yang juga putri Megawati, Puan Maharani, Musdah Mulia, politisi PDI-P Rieke Diah Pitaloka, dan puluhan perempuan lain.

Tjahjo mengatakan, Megawati Institute di bawah kepemimpinan Musdah diharapkan terus membumikan Pancasila sebagai ideologi bangsa.

"Megawati Institute juga diharapkan meluruskan pemikiran sejarah Bung Karno yang banyak diselewengkan di masa lalu," kata Tjahjo.

Dalam pidatonya, Megawati mengaku mengapresiasi perjuangan Musdah selama ini. Melihat langkah Musdah, Megawati lalu berusaha menemuinya.

"Saya cari-cari, ketemu. Yang tadinya cuma mau basa-basi setengah jam, tahunya enggak tahu jam," kata Megawati.

Seperti diketahui, Musdah adalah aktivis perempuan liberal, dosen, peneliti, penulis di bidang keagamaan di Indonesia. Ia aktif dalam isu-isu demokrasi, HAM, pluralisme, perempuan, dan civil society. Beberapa jabatan yang dia pegang ialah Ketua Indonesian Conference on Religion and Peace (ICIP) dan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Sementara Megawati Institute merupakan lembaga 'think tank' yang fokus pada ideologi kerja (working ideology) Pancasila 1 Juni 1945 dan 4 pilar, dengan merangkul pemikiran kaum cendekiawan. Sebelumnya, lembaga yang berkantor di Jalan Proklamasi ini dipimpin salah satu kader PDIP, yakni anggota Komisi XI DPR Dr Arief Budimanta.

red: shodiq ramadhan
sumber: kompas.com/inilah.com

 

Baca Juga

Komentar

13.10.201309:34
wong waras
Orang2 liberal itu sebenarnya hanya para BENALU yg akan menggerogoti dari dalam.Oleh itu,seharusnya mereka itu dibabat sampai habis.Lihat foto si MUSDAH tuh,SENYUM KEMUNAFIKAN.
10.10.201315:41
wijat
Kaum sekuler tidak akan pernah bisa buat partai sendiri. Mereka malas dan maunya numpang dirumah orang lain. Dirumah org mereka akan merusak dan menjadi brutus
10.10.201313:33
Ibnu Sirna
Bagus, jadi lebih jelas..
10.10.201309:51
HARYANTO
Bukti nyata PDIP akan semakin berhaluan "LIBERAL" Partai INI SEMAKIN TIDAK NYAMBUNG DENGAN CITA2 SOEKARNO DENGAN JARGON2 POLITIKNYA Mana Dadamu,IniDadaku",anti macam2 KOLONIALISME,IMPERIALISME harus enyah dari Bumi Nusantara,gagasan EKONOMI KERAKYATAN dan macam2 ORASI GAGASAN SOEKARNO bernuansa NASIONALIS, sayang sekarang jargon2 IDEOLOGI Soekarno tinggal KENANGAN2AN, yg TERPAKAI HANYA FOTO SOEKARNO yg selalu DIKENANG DI-PAJANG2 dimana-mana sebagai "Bayangan" FOTO MEGAWATI dan MENJADI ALAT POLITIK YG MANJUR untuk mensiasati berjuta2 Rakyat Jelata yg "AWAM" trik2 politik. .... IBU MEGA USIA semakin Tua,..Wafatnya Bpk. Taufik Kemas merupakan WARNING dari ALLAH ...di SISA-SISA USIA yg sudah senja ini ALLAH masih memberi kesempatan kpd Ibu Mega untuk TAUBATAN NASUHA WATAUBATAN QOBLALMAUT ....sudah saatnya Lebih Mencintai Akhirat ...karena sudah BEGITU BANYAK KENIKMATAN HARTA/TAHTA DUNIA YG TELAH DIPEROLEHNYA, ..KELAK AKAN DIMINTA ALLAH TANGGUNG JAWABNYA dari mana diperoleh dan kemana di belanjakannya??..ITU SUDAH PASTI .., KEMATIAN WAJIB HUKUMNYA bagi semua mahluk yg berjiwa.
09.10.201319:15
lumut
Weleh weleh..mau dibawa kemana to negri ini.Lha orang jelas2 berpikiran nyeleneh macam MUSDAH"TAK"MULIA ini banyak merusak akidah,kok malah ditrima masuk partai,diberi JABATAN lagi.Harusnya semua partai jangan asal comot kader,lihat dulu PROFILEnya,layak gak.Jangan hanya mengejar suara aja,toh ujung2nya rakyat yg jadi korban.Jadi jgn salahkan rakyat kalo jadi tak percaya ama partai,dan memilih GOOOLLLPUUUUTTT....
Nama

Email


security image
Kode
Komentar