Dicari Ratu Rumah Tangga, bukan Ratu Kecantikan!

Rabu, 11 September 2013 - 18:28 WIB | Dilihat : 4182
Dicari Ratu Rumah Tangga, bukan Ratu Kecantikan! Sejumlah muslimah mengikuti aksi tolak Miss World, Selasa ( 3/9) di Bunderan HI, Jakarta.

Ajang maksiat Miss World 2013 diselenggarakan di negeri muslim terbesar di dunia, Indonesia. Keluarga muslim harus menyadari adanya pemaksaan nilai tentang posisi wanita dalam masyarakat yang semakin kapitalis.

Keluarga muslim harus tolak Miss World yang pasti merusak moral, akhlaq, bahkan aqidah anak-anak kita. Kita harus menjaga harkat dan martabat wanita. Begitu jelas dan tegas pandangan Islam untuk menolak Miss World.

Syariat untuk Interaksi Pria dan Wanita di Ruang Publik

Islam mengatur agar interaksi antara pria dan wanita dalam kehidupan bermasyarakat bertujuan ta’awwun (saling tolong menolong), tanpa motivasi seksual.  Islam menjaga kesucian dan kemuliaan masyarakat.  Aturan bagi pria dan wanita ketika berada di ruang publik:

1. Pria dan wanita wajib menundukkan pandangannya (QS An Nur: 31). Baik menahan diri dari melihat lawan jenis disertai dengan syahwat sekalipun yang dilihat itu bukan aurat. Ataupun menahan diri dari melihat aurat lawan jenis sekalipun tidak disertai syahwat misalnya melihat rambut wanita.

2. Ketika keluar rumah, wanita wajib mengenakan pakaian sempurna berupa khimar (QS 24 : 31) dan jilbab (QS 33 : 59).  Khimar adalah kain yang menutup rambut, telinga, leher, kepala, hingga menutup bukaan baju (dada). Jilbab adalah pakaian yang dipakai di luar pakaian rumah, yang menjulur dari leher hingga ke bawah, menutupi kedua kaki.

3. Pria dan wanita haram berkhalwat (berdua-duaan saja dengan bukan mahramnya, meskipun di tempat ramai). Sabda Rasulullah saw: “Tidak boleh berkhalwat antara laki-laki dengan wanita kecuali bersama wanita itu ada mahramnya”

4. Wanita haram ber-tabarruj (menonjolkan kecantikan dan perhiasan untuk menarik perhatian pria yang bukan mahramnya).

5. Wanita haram mengeksploitasi kewanitaannya (kecantikan, bentuk tubuh, kelemahlembutan dan lain-lain) untuk menarik perhatian lawan jenis.

6. Wanita haram melakukan perjalanan sehari semalam tanpa mahram. Sabda Rasulullah Saw: “Tidaklah halal bagi wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk melakukan perjalanan sehari semalam kecuali bersamanya ada mahram”.

7. Ikhtilath (campur baur) antara pria dengan wanita.

Larangan Tabarruj Mencegah Eksploitasi Kecantikan Wanita

Alloh SWT berfirman: “Perempuan-perempuan tua yang telah berhenti dari haid dan kehamilan yang tidak ingin menikah lagi, tidaklah dosa atas mereka menanggalkan pakaian mereka tanpa bermaksud menampakkan perhiasannya (bertabarruj)” (QS An Nur: 60).  Wanita yang sudah tua saja dilarang untuk bertabarruj, padahal  ia boleh tidak mengenakan jilbab.  Apalagi wanita biasa atau wanita muda.

Tabarruj itu hukumnya haram. Yaitu setiap upaya wanita mengenakan perhiasan yang tidak lazim (sesuai dengan kebiasaan setempat), yang akan memancing pandangan lelaki dan dapat memperlihatkan kecantikan wanita, baik dalam kehidupan umum, atau dalam kehidupan khusus di hadapan pria yang bukan mahramnya.

Alloh SWT berfirman: ”Janganlah mereka memukul-mukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan” (QS An Nur: 31). Rasulullah saw bersabda: “Siapapun wanita yang memakai wewangian kemudian melewati suatu kaum agar mereka mencium baunya, berarti ia seorang pezina”.

Rasulullah saw bersabda: “Ada dua golongan manusia yang menjadi penghuni neraka, yang sebelumnya tidak pernah aku duga, yaitu: (1) sekelompok orang yang memiliki cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk menyakiti umat manusia, (2) wanita yang berpakaian tetapi telanjang (bisa berpakaian yang membuka auratnya, atau berpakaian tertutup tetapi tipis atau ketat merangsang), berlenggak-lenggok, dan banyak lagak.  Mereka tidak dapat masuk surga dan tidak dapat mencium baunya, padahal bau surga dapat tercium dari jarak yang sangat jauh”.

Menurut Imam An Nawawi, berpakaian tetapi telanjang adalah berpakaian (menggunakan) nikmat Allah namun telanjang (tidak menggunakan) syukur; berpakaian namun tidak taat kepada Allah; pakaiannya hanya menutupi sebagian tubuhnya untuk menampakkan kecantikannya; pakaiannya tipis yang memperlihatkan warna kulit dan bentuk tubuhnya.  Makna berlenggak lenggok dan banyak lagak adalah menyimpang dari ketaatan kepada Allah untuk  menjaga kemaluan serta mendorong wanita lain melakukan hal yang sama; memperindah gaya jalannya dan menggoyangkan bahunya; memakai pakaian, perhiasan atau asesoris yang mencirikan seorang pelacur; memikat laki-laki dengan kecantikan, perhiasan, atau kemolekan anggota tubuh yang mereka perlihatkan.
 
Contoh tabarruj adalah memakai parfum yang tercium, memoles wajah dengan warna mencolok, memakai topi tanpa berkerudung, dan memakai celana panjang tanpa ditutupi jilbab ketika keluar rumah, memakai pakaian minim dan seksi.  Fakta tabarruj bisa terlihat pada peserta miss world (dan sejenisnya), pramugari seksi, peragawati, foto model seksi, artis seksi, Sales Promotion Girl (SPG) seksi, bintang iklan seksi, dan penyanyi dangdut yang memamerkan kemolekan tubuhnya, bergoyang seronok dan membuat orang lain ikut bergoyang.
 
Tabarruj dapat mempengaruhi perasaan dan membangkitkan naluri seksual. Tabarruj dapat menyebabkan seorang pria memburu kaum wanita, menimbulkan interaksi keduanya semata-mata atas dasar hubungan lawan jenis. Tabarruj dapat merusak kerjasama antara kaum pria dan wanita, sehingga dapat menghancurkan tatanan hidup bermasyarakat.
 
Tabarruj akan mengisi waktu kosong seseorang dengan cara membangkit-bangkitkan perasaan dan menggelorakan naluri seksualnya.  Akibatnya, hidupnya hanya dipenuhi hasrat mengikuti kebutuhan biologis angan-angan kosong.  Tabarruj dapat mengalihkan muslim dari pelaksanaan risalah dakwah dan jihad.

Tabarruj bisa memicu pornografi dan pornoaksi.  Majelis Ulama Indonesia telah mengharamkan:

1. Menggambarkan secara langsung atau tidak langsung, tingkah laku erotis, baik dengan lukisan, suara, reklame, iklan, maupun ucapan, baik melalui media cetak maupun elektronik yang dapat membangkitkan nafsu birahi.

2. Membiarkan aurat (bagi wanita, seluruh tubuh selain muka, telapak tangan dan telapak kaki) terbuka, dan atau berpakaian ketat yang dapat memperlihatkan lekuk tubuh atau tembus pandang, dengan maksud untuk diambil gambarnya, baik cetak mau visual.

3. Memperbanyak, mengedarkan, menjual, membeli dan melihat atau memperlihatkan gambar orang, baik cetak dan visual, yang terbuka auratnya atau berpakaian ketat atau tembus pandang, yang dapat membangkitkan nafsu birahi.

4. Membantu dengan segala bentuknya dan atau membiarkan tanpa pengingkaran perbuatan-perbuatan yang diharamkan.

5. Memperoleh uang, manfaat, dan atau fasilitas dari perbuatan-perbuatan yang diharamkan.

Ratu Kecantikan versus Ratu Rumah Tangga


Ajang pamer aurat Miss World, dengan slogan brain, beauty and behavior, mengekspos kecantikan wanita secara fisik untuk dipertontonkan di muka umum.  Ratu kecantikan menjadi ikon industri fashion, kosmetik,  pakaian renang, salon kecantikan, rumah mode, dan lain-lain.  Wanita dieksploitasi dengan harga sangat murah dan terhina, yaitu menjadi komoditas bisnis dan pemuas nafsu laki-laki semata.

Islam memuliakan dan mengangkat harkat-martabat wanita. Kecantikan wanita Islam hanya untuk suaminya dalam kehidupan khusus, bukan domain publik yang boleh dinikmati oleh siapa saja yang melihatnya. Wanita Islam adalah ratu rumah tangga untuk mengurus istananya, mendidik anak-anaknya, serta melayani, menjaga kehormatan dan harta suaminya. Wanita menjadi penentu peradaban umat, karena ia memiliki tugas mulia mencetak generasi masa depan yang berkualitas.

Penolakan Miss World menjadi bukti keimanan umat Islam. Sabda Nabi saw: “Jika kalian melihat kemungkaran, maka ubahlah oleh kalian dengan tangan, kalau tidak bisa maka rubahlah dengan lisan, kalau tidak bisa maka rubahlah dengan hati, dan itu adalah selemah-lemahnya iman”.

Ummu Hafizh

0 Komentar