Syiah-Zionis Bersatu Menghantam Islam

Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi
Penulis

Telah banyak pakar konspirasi terjebak dalam melihat konstelasi politik di dunia Islam. Mereka terjebak karena mendahulukan analisa ketimbang nash Qur’an, Sunnah, dan petunjuk para ulama. Hasilnya, sudah dapat terlihat. Dengan gegabah mereka menuding bahwa perjuangan umat Islam menurunkan dikatorisme Syiah sebagai permainan cantik Zionis Israel.

Sejatinya, buku Zionis dan Syiah bersatu hantam Islam bukanlah sebuah fakta baru yang mengungkap kerjasama kedua musuh umat Islam (Zionis dan Syiah). Buku ini ditulis hanya untuk melanjutkan temuan para ulama dan mujahidin terkait upaya mereka untuk memadamkan cahaya Islam. Maka penulis berterimakasih kepada Syekh Abu Mushab As Suri, DR. Imad Ali Abdus Sami’, Syekh Abdullah bin Muhmmad as-Salafi, Syekh Aiman Azh-Zhawahiri, DR. Ihsan Ilahi Dhahir yang telah jauh menulis sebelum buku ini terbit tentang bersatunya Zionis dan Syiah dalam menghantam Islam.

Maka, jika pembaca mengharapkan buku ini mengupas kajian Zionis dan Syiah dalam sudut pandang konspirasi semata, sungguh dahaga pembaca tidak akan pernah puas merasakan itu. Karena dalam Bab pertama buku ini, penulis sudah menaruh tinjauan para ulama tentang ajaran Syiah.

Dengan tuntunan para ulama lah, maka kita kita akan jernih melihat siapa sesungguhnya Syiah. Mereka tidak lain adalah aliran yang menyempal atas nama Islam lalu menusuk dari belakang.

Dulu orang masing mengira bahwa Iran adalah negara terdepan dalam melawan Zionisme Yahudi. Namun buku ini justru memiliki fakta sebaliknya. Keduanya tampak di luar bermusuhan, tapi di bawah meja saling bersalaman.

Antara tahun 1962 sampai kejatuhan Syah Pahlevi pada tahun 1979, intelijen Israel melakukan kontak kuat dengan banyak petugas Iran yang dilatih oleh militer Israel. Rezim Khomeini menghabiskan dana hingga 500 juta US Dollar guna membeli peralatan perang dari Israel sepanjang tahun 1980 hingga 1983. Bahkan keduanya terlibat secara bersamaan dalam menyerang reaktor nuklir Irak pada tahun 1981. Tidak heran di Iran ada perpustakaan Yahudi dengan foto Khomeini di dalamnya.

Romantisme Syiah dan Zionis terus berlanjut hingga invasi Amerika Serikat pada tahun 2003. Brigade Sadr adalah milisi Syiah yang melindungi tentara George Bush dari Kuwait menuju Baghdad melewati gurun pasir An-Nashiriyah. Maka tidaklah aneh jika Ali As Sistani (Ulama Syiah Irak) yang biasanya lantang menyuarakan perang atas invasi Israel tapi melarang jihad melawan hegemoni Amerika Serikat di Irak. Itulah skandal sejarah yang dilakukan oleh sumber Syiah tertinggi di negeri 1001 malam itu.

Buku ini ditulis sebagai benteng mempertahankan akidah umat dari virus Syiah sekaligus untuk menjawab keresahan umat Islam yang selama ini dituding teroris oleh kelompok Syiah dengan berita-berita fitnahnya bahwa mujahidin Suriah dbiayai Amerika. Padahal tridente Syiah (Iran, Hizbullah, dan Nushairiyah) justru secara faktual membunuhi umat Islam, suatu hal yang sama dilakukan Zionisme kepada umat Islam!

Penulis berharap hadirnya buku ini dapat menjadi ibroh dan refleksi akan bergeliatnya Siah di Indonesia. Sungguh, persoalan Syiah salah satu masalah akidah terbesar di Indonesia. Ini adalah fitnah yang akan merusak kedamaian bagi umat Islam di Indonesia.

Meski sudah memenuhi sebagian kriteria sesat dari 10 kriteria sesat MUI, mengapa hingga kini fatwa sesat dari MUI juga belum muncul? Fatwa dari pusat ini dibutuhkan umat agar tidak terjadi konflik yang meluas antara umat Islam dengan Syiah di Indonesia.

Syiah jelas bukan bagian dari Islam, tidak ada ajaran Islam yang mengajarkan anarkisme akidah dengan mencaci maki sahabat dan istri nabi. Sejarah membuktikan pengkhianatan-pengkhianatan mereka kepada para khalifah umat Islam.

Mereka selalu menggembar-gemborkan ukhuwah dan toleransi di Indonesia, tanpa mau berkaca penderitaan yang dialami umat Islam di Iran yang susah sekali mendirikan masjid dan menjalankan kegiatan ibadahnya.

Iran berbatasan langsung dengan Afghanistan dan Pakistan yang tiap hari diperangi Amerika Serikat. Ribuan bocah muslim mati akibat tembakkan yang dilancarkan Drone-Drone AS, tapi mana Rudal, Jet Tempur, dan milisi-milisi Syiah membantu umat Islam di sana memerangi Amerika Serikat. Yang terjadi moncong senjata Iran justru diarahkan kepada umat Islam di Suriah. Mereka satu kata dengan Amerika dan Israel bahwa Jabhah Nushrah adalah teroris yang mengancam kepentingan mereka. Padahal Jabhah berjihad hanya dengan satu tujuan: menegakkan kalimatullah!

Dengan buku ini, saya ingin mengajak umat Islam untuk teliti melihat bahwa musuh kita tidak sekedar Zionis Yahudi, tapi juga ada Syiah. Musuh kita bukan hanya Israel, tapi juga ada Iran, Hizbullah, dan Syiah Nushairiyah. Umat Islam tidak akan melakukan perlawanan jika tidak didahului kebiadaban mereka membunuh, memperkosa, menyiksa, hingga memaksa umat Islam untuk meninggalkan agamanya. Islam itu agama damai, tapi jika diperangi umat Islam akan melawan. Dan itulah yang kini berlangsung di Suriah.

Sekilas tentang Penulis

Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi, lahir di Jakarta 31 Agustus 1985. Menamatkan diri dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta tahun 2008. Berbagai organisasi digelutinya selama di kampus baik menjadi Presiden BEMJ Bimbingan dan Konseling Islam, Wakil Ketua Kongres Mahasiswa (MPR) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta hingga Ketua Umum Forum Komunikasi Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam Seluruh Indonesia.

Minatnya yang besar pada kajian Dunia Islam mengantarkannya menjadi Koordinator Kajian Zionisme Internasional (KaZI). Analisanya terkait Zionisme Internasional dan konstelasi Dunia Islam, mengantarkannya berbicara dalam puluhan seminar seperti Mahkamah Konstitusi, ITB, UI, Unpad, UNJ, UIN, Universitas Mercu Buana, dan berbagai masjid perkantoran.

Tahun 2011-2012, penulis diamanahkan menjadi Redaktur Pelaksana Eramuslim.com sekaligus dipercaya mengasuh rubrik konsultasi konspirasi. Ratusan artikel lahir dari tangannya dalam berbagai analisa dan laporan khusus terkait isu-isu keumatan dengan berbagai riset terkait inflitrasi Zionisme.

Kini, penulis banyak disibukkan menjadi Redaktur Pelaksana Islampos.com. Tahun 2013, penulis diamanahkan menjadi Sekretaris Jenderal Jurnalis Islam Bersatu (JITU), sebuah kumpulan para Jurnalis Islam di berbagai media tanah air.

Buku Zionis dan Syiah Bersatu Hantam Islam adalah buku kedua setelah novel The Brain Charger diterbitkan Pustaka Al Kautsar, tahun 2012. Sebuah novel yang mengetengahkan pertarungan pemikiran Islam versus liberal dalam membangun peradaban Islam.

 

Komentar

27.08.201309:46
bejo
Menurut saya masalahnya pada pemahaman aqidah kita. Kita belum paham aqidahnya sendiri sehinga bingung ketika dihadapkan pada aqidah yang lain. seolah syahadat yang berbeda itu masalah biasa, menjelek-jelekkan sahabat itu tepat. kita tidak paham aqidah sendiri sehingga merasa aqidah orang lain itu sama dan harus berdamai. ada pula yang belajar aswaja bertahun-tahun tapi belum paham bahwa kita harus tetap aswaja, harus membela aswaja bukan justru membela syiah
18.07.201320:10
fuad
SETIAP ARTIKEL YANG ANTI PERSATUAN ADALAH ANTEK ZIONIS.
18.07.201304:39
jimiroy
biarkan orang-orang yang tidak beriman dengan ulahnya pasti dihancurkan Allah dengan kamulplasenya yang hidup dengan golongannya dengan segala kemunafikannya, semua orang-orang yang hidup dengan golongannya menyalahi AlQuran(S.23 :52-53)tunggu saja ketetapan Allah berlaku karenakendatipun mengakui Islamsebagai Diinnya,dimata Allah samasekali dianggap tidak beriman ( S.2:8 )perhatikan umat terdahulu yang ingkar telAH DIHANCURKAN aLLAH KARENAKEINGKARANNYA.
17.07.201308:32
Abdullah Rahim
Jihad Allahu Akbar!
16.07.201308:35
abi hida
ahmad m,anda tu dikasitau kok uring2an, jgn2 anda syi'i. kalau anda syi'i jgn ktkn DEMI ALLOH entar kwalat lo dg sumpah enda. bertaubatlah
15.07.201317:18
Ahmad M.
Basi! Isu lama yang di-update lagi. Demi Allah, buku macam itu cuma jadi alat pemecah belah umat Islam.
Nama

Email


security image
Kode
Komentar