Hati-hati Pilih Resto, Mayoritas Belum Bersertifikat Halal

Jakarta (SI Online) - Mengkonsumsi makanan halal dan thoyib adalah tuntutan bagi umat Islam. Faktanya, sungguh menyedihkan. Meski mayoritas di Indonesia berpenduduk Islam, tetapi tidak dengan jumlah restoran halal. Sebaliknya, resto-resto yang berada di pusat-pusat perbelanjaan yang memiliki sertifikat halal jumlahnya minoritas.

"Lima banding sembilan puluh lima," kata Wakil Ketua Halal Watch Prima Wantanada, dalam konferensi pers di Jakarta, Ahad (30/6/2013) lalu.

Diakui juga oleh Ketua Halal Watch, Rochmat OS Halawa, jaminan Halal di Indonesia kalah jauh dibandingkan dengan negeri Jiran, Malaysia. Bahkan yang cukup mengejutkan, kata Rochmat, makan di Singapura lebih nyaman dibanding makan di sini.

Rochmat memaparkan hasil "kunjungannya" ke sejumlah resto di pusat-pusat perbelanjaan di Jakarta. Hasilnya cukup mengejutkan. Data ini sebagai informasi betapa umat Islam harus berhati-hati dalam memilih restoran tempat mereka makan.

Di Kota Casablanca, dari 53 resto yang ada saat tim Halal Watch melakukan wisata kuliner halal, yang memiliki sertifikasi halal hanya 5 resto saja.

Di Central Park, dari 772 resto yang ada cuma 5 resto yang bersertifikasi halal. Sementara di Cilandak Town Square (Citos) dari 33 resto, yang memiliki sertifikasi halal cuma 1 resto.

Sementara di Pondok Indah Mall, dari 68 resto yang bersertifikasi halal hanya 5 resto. Demikian pula di Gandaria, juga cuma lima resto. "Itupun, ternyata ya lu lagi-lu lagi," kata Rochmat sambil menyebut sejumlah resto yang sudah bersertifikasi halal.

Rochmat melanjutkan, di Plaza Semanggi dari 40 resto yang ada hanya 4 yang bersertifikasi halal. Sedangkan cafe-cafe di bagian atas mall itu tak satupun ada yang memiliki sertifikasi halal. Sementara di Senayan City jumlah resto yang telah memiliki sertifikasi halal lebih banyak, 6 resto. "Ada 2 (resto) yang baru saja mendapat sertifikat halal," lanjutnya.

Untuk melakukan penyadaran akan pentingnya halal dalam makanan ini, Halal Watch mengaku akan terus melakukan kampanye. Caranya dengan menjalankan wisata kuliner setiap bulannya. "Mall atau resto didatangi satu persatu tuk membangkitkan kesadaran halal para produsennya," tambah Prima.

Selain ke mall-mall, kata Prima, relawan Halal Watch juga melakukan edukasi pada masyarakat tentang pentingnya memilih produk yang halal. Sebab jika masyarakat telah peduli halal, maka produsen juga akan tergerak memproduksi yang halal. "Kita juga edukasi pada penjual seafood, tukang goreng, mie tek-tek," ungkapnya.

Prima bercerita, suatu kali Halal Watch mendatangi sebuah resto yang diketahui meliki seorang artis. Mereka berhasil menemui artis tersebut dan tak dikira ternyata sang artis menanyakan proses pengurusan sertifikasi. "Kita akan bantu pengurusannya," lanjutnya.

red: shodiq ramadhan
 

 

Baca Juga

Komentar

Belum ada komentar
Nama

Email


security image
Kode
Komentar