Diduga Bawa Misi Kristenisasi, Keluarga Besar Mahasiswa Minangkabau Tolak Pembangunan RS Siloam di Padang

Jakarta (SI Online) - Keluarga Besar Mahasiswa Minangkabau (KBMM) menolak rencana pembangunan Rumah Sakit Siloam di Padang. KBMM mensinyalir kehadiran rumah sakit milik Grup Lippo itu akan membawa misi Kristenisasi (pemurtadan). Misi itu dinilai KBMM bertentangan dengan tatanan nilai "adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah" di Ranah Minang. Selain itu juga adanya penguasaan asset Ranah Minang.

"Bahwa dalam kaidah pengambilan hukum bahwa menutup pintu kemungkinan kerusakan lebih didahulukan daripada memperbaiki kerusakan tersebut," kata Keluarga Besar Mahasiswa Minangkabau (KBMM) dalam pernyataan yang ditandatangani Ketua Umumnya, Efri Yunaidi, yang diterima SI Online, Sabtu (8/6/2013).

Untuk itu mahasiswa Minang mendesak supaya pemerintah daerah membentuk dewan penasehat investasi daerah yang beranggotakan "tigo tungku sajarangan" sebagaimana yang telah ada semenjak dahulu di Ranah Minang. "Agar tidak bertabrakan dengan kearifan lokal," katanya.

Mahasiswa juga menuntut supaya dilakukan penghentian segala rencana pembangunan RS Siloam di Ranah Minang. "Menghentikan segala rencana pembangunan RS Siloam dan turunannya di Ranah Minang," ungkap Yunaidi.

Jika ada oknum pemerintah yang telah menerima "upeti" dari RS Siloam atau Grup Lippo, mahasiswa mendesak supaya uang haram itu dikembalikan.

Menurut mahasiswa, pemerintah daerah dipilih oleh rakyat untuk melayani kepentingan rakyat, sehingga pemerintah tidak dapat bertindak sesuka hatinya dan mengabaikan tuntutan rakyat.

"Pemerintah daerah dipilih oleh rakyat untuk melayani kepentingan rakyat, sehingga pemerintah daerah tidak dapat bergerak “Sakalamak hati” dan mengabaikan tuntutan rakyat," ungkapnya.

Rencana pembangunan RS Siloam di kawasan Jalan Khatib Sulaiman Padang memang telah menuai penolakan dari ormas-ormas Islam dan lembaga adat di Minangkabau. Sebelumnya, pembangunan RS Siloam di Palembang, Sumatera Selatan juga menuai penolakan dari umat Islam.

red: shodiq ramadhan

 

Komentar

09.06.201321:06
Ibnu Sirna
Semoga umat Islam menjadi semakin lebih waspada dan hati-hati
Nama

Email


security image
Kode
Komentar

Berita Terbaru

Kamis, 29/01/2015 16:00:42 Inilah 18 Fakta Jatuhnya AirAsia QZ8501 Menurut KNKT Kamis, 29/01/2015 15:48:29 Hukum Jual Beli di Masjid Kamis, 29/01/2015 15:33:05 Mendatangi Istri dari Belakang, Bolehkah? Kamis, 29/01/2015 15:26:05 Eksekusi Mati Penghina Nabi Kamis, 29/01/2015 15:16:01 Organisasi Katolik Malaysia Gugat Larangan Penggunaan Lafaz Allah