Rusia Kirim Senjata Canggih ke Suriah

Moskow (SI ONLINE) – Konflik Suriah makin menggenting.  Kabar terakhir dilaporkan Rusia mengirimkan senjata canggih antikapal rudal ke Suriah. New York Times mengutip pejabat Amerika Serikat (AS) yang mengatakan rudal tersebut dapat digunakan untuk membalas intervensi militer asing di Suriah, demikian dilaporkan  ROL (Sabtu, 18/5)

Tanpa memberi penjelasan lebih lanjut, Menteri Luar Negeri Rusia mengatakan pengiriman senjata tersebut tidak melanggar peraturan internasional. Pengiriman itu dilakukan saat peringatan senjata kimia di Suriah meningkat.

Rusia merupakan sedikit dari sekutu Suriah. Selama beberapa tahun, kontrak miliaran dolar dilakukan dalam penjualan ribuan tank, arteliri, helikopter, dan sistem pertahanan di Damaskus.

Paket persenjataan terbaru yang dikirimkan ke Suriah terdiri dari rudal-rudal mutakhir Yakhont yang  berdaya tempuh 290 kilometer. Rudal-rudal Rusia itu memiliki panjang lebih dari enam meter dan mampu memuat dua hulu ledak, sekaligus anti-tank.

Seperti ditulis New York Times, Suriah untuk pertama kalinya memesan rudal-rudal itu pada tahun 2007 beserta peluncurnya, dan paket pertama yang dikirimkan pada tahun 2011. Dua petinggi militer Amerika kepada New York Times mengatakan bahwa paket terakhir yang dikirimkan Rusia ke Suriah meliputi radar-radar pengontrol canggih.

Sergei Lavrov, Menteri Luar Negeri Rusia mengaku tidak tahu mengapa media-media berupaya menunjukkan sensitifitasnya atas masalah ini. "Kami tidak menutup-nutupi bahwa pengiriman persenjataan ke Suriah dilakukan berdasarkan kesepakatan dua negara. Pengiriman persenjataan ini sama sekali tidak melanggar perjanjian internasional dan peraturan negara kami," tandas Lavrov.

Sementara itu, usaha untuk membahas pertemuan damai di Suriah diteruskan. Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki Moon bertemu dengan beberapa pejabat  untuk membahas perdamaian di Suriah.

Konflik Suriah sejauh ini sudah menimbulkan penderitaan luar biasa bagi rakyatnya.  Badan pengungsian PBB mengatakan lebih dari 1,5 juta warga Suriah menjadi pengungsi. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus naik jika kobflik tak segera berhenti. "Pengungsi mengatakan kepada kita meningkatnya pertempuran dan berubahnya kontrol di kota dan desa di beberapa daerah konflik sehingga akan lebih banyak warga yang pergi," ujar UNHCR dalam sebuah pernyataan dilansir BBC.

Ke Israel, Bos CIA Bahas Suriah
Tapi usaha perdamaian nampaknya masih jauh panggang dari api. Konflik sepertinya menjurus penggunaan senjata pamungkas. Terkait itu, dikabarkan  Direktur Dinas Intelijen Pusat AS (CIA), John O'Brennan, tiba di Israel, Kamis malam (16/5). Ia akan membahas krisis Suriah dengan Menteri Pertahanan Israel, Moshe Ya'alon.

Itu adalah kunjungan pertama O'Brennan ke negeri tersebut sejak Presiden Amerika Serikat, Barack Obama menempatkannya sebagai Direktur BAdan Intelijen yang paling ditakuti dunia itu., pada Maret lalu. Ia dijadwalkan bertemu dengan Ya'alon dan menerima penjelasan dari para pejabat pertahanan Israel mengenai krisis Suriah serta dampaknya.

Televisi Israel Channel 2  melaporkan, Ya'alon diperkirakan menyampaikan kembali kebijakan Israel yang  mengeras. Meski pun Tel Aviv tak mau menjadi bagian dari perang di Suriah. Negara Yahudi itu bertekad mencegah pengiriman senjata dari negeri tersebut ke gerilyawan Lebanon, Hizbullah.

Kunjugan pemimpin CIA  ke Israel dilakukan sehari setelah pemberitaan New York Times. Media itu mengutip seorang pejabat senior Israel yang mengatakan negaranya akan terus melakukan aksi militer guna menggagalkan pengiriman senjata canggih kepada Hizbullah.

Pejabat itu mengancam Presiden Suriah, Bashar al-Assad. "Jika ia bereaksi dengan menyerang Israel atau berusaha menyerang Israel melalui kelompok asuhannya, ia akan menerima risiko kehilangan rezimnya. Sebab Israel akan membalas," kata pejabat itu.

Jadi sudah jelas konflik Suriah telah merembes menjadi konflik kawasan Timur Tengah yang kemungkinannya bisa meluas menjadi konflik global. Jika PBB tak mempunyai taji untuk meredam para pemain asing di Suriah, konflik Suriah bisa menyulut Perang Dunia III.

Red : agusdin
Sumber : ROL

 

Komentar

Belum ada komentar
Nama

Email


security image
Kode
Komentar