Carut Marut Ujian Nasional: Indikasi Gagalnya Pendidikan di Indonesia

Ujian Nasional (UN) merupakan agenda wajib pemerintah. Setiap tahunnya seluruh siswa dasar dan menengah yang duduk di tahun terakhir siapa tau tidak harus menjalani UN yang menjadi penentu lulus atau tidaknya siswa tersebut.

UN yang diselenggarkan tahun ini tidak bisa disebut sebagai ‘Ujian Nasional’ karena pada praktiknya memang tidak diselenggarakan secara serempak di seluruh sekolah di Indonesia. Hal ini memang tidak lepas dari gagalnya perencanaan yang mengakibatkan tersendatnya distribusi soal sehingga berimbas pada keterlambatan soal untuk sampai di sekolah.

Namun, terlepas dari kegagalan penyelenggaraan itu sendiri, sampai saat ini UN masih menjadi bahan pembicaraan yang kontroversial. Bagaimana tidak, proses belajar yang dilakukan bertahun-tahun hanya ditentukan oleh beberapa hari masa ujian dengan beberapa mata pelajaran tertentu saja. Tentu sangat tidak adil. Apalagi tuntutan untuk mampu meraih nilai minimal mengakibatkan siswa mampu melakukan apa saja termasuk kecurangan, dan bias kita tebak hasil akhirnya pun tidak akan sesuai dengan kapabilitas siswa tersebut. Dan hal ini sudah menjadi rahasia umum yang terus-menerus dipraktikan dari tahun ketahun.

Memang sangat diperlukan untuk melakukan suatu program untuk mengukur standar kualitas pendidikan di Indonesia. Namun, hasil akhir dari segelinti rmata pelajaran saja tidak bias dijadikan standar kualitas pendidikan tanpa melihat proses yang dilakukannya terlebih dahulu. Namun sayangnya, hasil UN masih dijadikan standard untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi. Hal inilah yang mengindikasikan gagalnya system pendidikan di Indonesia.

Hanny Farhanah
Siswi SMA Islam Al Masoem, Rancaekek, Sumedang, Jawa Barat

 

Komentar

06.08.201307:06
nhoervathur
Saya ingin membuat email
Nama

Email


security image
Kode
Komentar