Anggota FPKS: Sejak Pendiriannya PKS Memang Dibentuk untuk Memperjuangkan Syariah

Jakarta (SI ONLINE) - Apakah boleh menyuarakan perjuangan syariat Islam di DPR? Pertanyaan tersebut dilontarkan Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH. Muhammad Al Khaththath kepada anggota Komisi III DPR Indra, SH., pada acara Majelis Taqarrub Ilallah dan Temu Pembaca Suara Islam ke 32 di Masjid Baiturrahman, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (27/4/013).

Menjawab pertanyaan tersebut, dengan yakin Indra menjawab bahwa hal tersebut sangat boleh dilakukan.

"Apakah boleh? pasti boleh," ujar anggota Fraksi PKS itu. "Secara orientasi partai Islam harus memperjuangkan nilai-nilai Islam atau syariat Islam. Pernah saya ditanya beberapa wartawan, ketika mereka melihat PKS mendukung pengaturan masalah santet, zina dan lain-lain, dikatakan PKS sedang memperjuangkan hukum syariat Islam. Saya jawab bahwa hukum yang berlaku di masyarakat adalah hukum agama, dan karena mayoritas negeri ini adalah muslim ya sah-sah saja memperjuangkan aturan agama tersebut," lanjutnya.

Selain moderator, ada juga jamaah yang bertanya apakah PKS juga memperjuangkan syariat Islam?

"Apakah PKS memperjuangkan syariah?. Sejak pendiriannya PKS memang dibentuk untuk memperjuangkan syariah. Para pendiri dan pengurus justru membangun partai dalam rangka memperjuangkan syariah melalui sistem yang ada di negeri kita. Karena sistem yang ada memungkinkan untuk tegaknya syariah di negeri ini. Sesuai konstitusi negara kita, yang membuat undang-undang adalah pemerintah dan DPR, supaya nilai-nilai syariah bisa menjadi undang-undang maka kita harus masuk bagian di dalamnya. Contoh yang sudah dilakukan seperti aturan perbankan syariah, itu perjuangannya luar biasa, saya ingat betul ketika itu saya masih menjadi staf ahli DPR, banyak yang menentang," paparnya.

"Syariah itu mengatur semua hal, Islam itu lengkap. Memperjuangkan syariah adalah bentuk keimanan dan ketauhidan kita," tegasnya.

Menurut Indra, strategi PKS dalam penegakkan syariah dengan melihat kondisi kesiapan masyakarat. Menurutnya masyarakat saat ini sebagian masih jauh nilai syariah, masih belum siap menerima, bahkan ada yang dengan tegas menolak syariat, ada yang mengatakan hukum syariah itu tidak up to date, tidak realistis, kejam dan sebagainya.

"Maka dari itu dalam strategi kita, judul syariah tidak perlu dimunculkan yang penting nilai-nilai syariahnya bisa masuk. Contohnya dalam UU Pornografi, kita ngga nyebut UU Syariah tapi UU Pornografi saja, dan itu sudah ribut ditentang banyak kalangan," ujarnya.

Jika masyarakat sudah siap, kata Indra, maka tak perlu ragu lagi untuk menyebutkan perjuangan syariah secara terbuka. "Kalau perlu kita tegas semua aturan Quran dan Hadits kita masukkan dan kita singkirkan yang bertentangan. Namun lagi-lagi kita berpijak pada keadaan hari ini, makanya kita perlu berstrategi," katanya.

Sebagai anggota sebuah partai Islam, Indra mengaku sangat percaya diri dan bangga dengan identitas keislamannya. "Saya percaya diri dalam partai yang berazaskan Islam dan saya bangga dengan identitas keislaman saya," tegasnya.

Selain Indra, turut menjadi pembicara dalam acara ini advokat senior HM Luthfie Hakim.

rep: syaiful falah
red: shodiq ramadhan

 

Komentar

30.04.201315:57
Hendras Sakti
HATI-HATI ADA MUNAFIQUN DARI DESA YANG MENYUSUP
30.04.201307:31
Isman Kurniawan
Semoga aja bukan lip service belaka, sebab sekarang ada partai nasionalis yang Islamis, mereka blusukan mirip khalifaf, sementara partai Islam mqasih hanya sekedar pencitraan.
29.04.201316:36
Ahmad al Bahar
ati2 klo ngomong mas Ndeso : ). menyuruh org utk bersyahadat ulang itu = memvonis kafir lho. soal korupsi sapi, apa sdh terbukti? blm khan..
29.04.201312:37
wong ndeso
kalau mau memperjuangkan syari'at islam maka perlu para petinggi PKS bersyahadad yang benar, karena para petinggi PKS saat ini Tuhannya kebanyakan juga uang, bahkan terakhir bertuhan Sapi, payah
Nama

Email


security image
Kode
Komentar