Harga BBM Naik, SBY: Keputusan yang Paling Berat

Jakarta (SI ONLINE) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berlagak simpati terhadap penderitaan rakyat. Rencana menaikkan harga BBM, karena adanya keputusan mengurangi subsidi, dipandangnya sebagai sebuah keputusan yang paling berat karena dampaknya pada masyarakat.

"Keputusan terkait BBM adalah keputusan yang paling berat karena saya tahu persis akibat yang harus ditanggung oleh masyarakat," tulis SBY di akun Twitternya, Kamis malam (18/44/2013).

Meski kenaikan BBM akan jelas memberatkan masyarakat, SBY secara terbuka mengaku bahwa pilihan yang akan diambilnya itu adalah pilihan dengan konsekuensi beban minimal bagi masyarakat.

"Apapun pilihan yang diambil harus menjadikan ekonomi kita lebih kuat dan tidak membebani pemerintahan berikutnya," katanya.

Pemerintah dalam kurun waktu lebih dari satu bulan terakhir memang masih terus mematangkan opsi-opsi yang harus diambil untuk mengurangi subsidi bahan bakar minyak yang dinilai terus membengkak dan menggerus keuangan negara.

Sejumlah tokoh nasional menganjurkan adanya pengurangan subsidi dengan kenaikan harga. Sementara itu pemerintah tengah mempertimbangkan bentuk kompensasi yang tepat untuk rakyat miskin.

Lima hari sejak diluncurkan secara resmi pada Sabtu (13/4), pengikut akun Twitter Presiden Yudhoyono telah menembus lebih dari satu juta orang.

Sejauh ini,melalui akun Twitternya SBY telah berkicau tentang sejumlah sejumlah hal seperti kecelakaan pesawat Lion Air di Denpasar, terkait arahan keterlambatan distribusi sebagian soal ujian nasional tingkat sekolah menengah atas dan juga arahan mengenai upaya untuk menjaga stabilitas pertanian melalui pengelolaan pupuk. Juga soal Bom Boston dan nasib bocah Tasripin di Banyumas, Jawa Tengah.

red: shodiq ramadhan

 

Komentar

20.04.201314:40
kathon Jihady
Seharusnya SBY memecat mendikbud yang tidak pecus nangani UNAS, baru kali ini UNAS amburadul.
Nama

Email


security image
Kode
Komentar

Berita Terbaru

Rabu, 26/11/2014 19:43:08 Habib Rizieq Bongkar Sejarah Kebiadaban Poh An Tui Rabu, 26/11/2014 18:51:11 Amanah untuk Sang Wali Negeri Rabu, 26/11/2014 18:35:53 Adnan Buyung : Bubarkan Saja KPK! Rabu, 26/11/2014 18:24:00 Fadli Sebut Menkopolhukam Amatir Rabu, 26/11/2014 17:57:52 2015, Jamaah Haji Perdana Diprioritaskan