DPR Tunda Pengesahan RUU Ormas, Muhammadiyah Tetap Minta Dibatalkan

Jakarta (SI ONLINE) - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah tetap mendesak Dewan Perwakilan Rakyat membatalkan Rancangan Undang-undang Organisasi Kemasyarakatan (RUU Ormas), bukannya menunda mengesahkan.

"Tidak cukup dengan menunda ke masa persidangan berikutnya, kami meminta RUU Ormas dibatalkan," kata Din Syamsuddin di Jakarta, Selasa (16/4/2013).

Din menuturkan, penolakan PP Muhammadiyah terhadap RUU Ormas karena telah bertentangan dengan pasal 28 UUD 1945. Pasal tersebut berbunyi kebebasan berserikat, berkumpul dan menyatakan pendapat adalah hak asasi manusia.

"Negara menjamin kebebasan berserikat dan berkumpul dan menyatakan pendapat," kata Din.

Sebelumnya, Ketua Pansus RUU Ormas Abdul Malik Haramain menyatakan RUU Ormas ditunda pengesahannya.

"Akhirnya ditunda dan alasan penundaan itu sebenarnya teknis karena substansi secara principal, isinya sudah disepakati semua fraksi termasuk perubahan-perubahan terakhir. Perubahan-perubahan yang diusulkan Muhammadiyah itu sudah kita akomodir," kata Abdul Malik.

Politisi PKB itu menjelaskan dalam beberapa redaksi di draft tersebut belum rapi serta faktor teknis prosedur. "Misalkan ini kan timus (tim musyawarah) harus melaporkan ke panja kemudian ke pansus, lalu pansus kemudian raker dengan pemerintah. Waktunya enggak ada," ujar Malik.

Malik mengatakan pihaknya telah berkirim surat kepada pimpinan DPR agar RUU tersebut ditunda. Ia mengatakan masa sidang berikutnya akan dibahas setelah dirapihkan sisi redaksional. "Selanjutnya kita agendakan untuk pengesahan," katanya.

red: shodiq ramadhan
sumber: tribunnews.com

 

Komentar

Belum ada komentar
Nama

Email


security image
Kode
Komentar

Berita Terbaru

Kamis, 27/11/2014 02:37:33 MUI Kecam Keras Aksi Brutal Polisi di Mushola Rabu, 26/11/2014 19:43:08 Habib Rizieq Bongkar Sejarah Kebiadaban Poh An Tui Rabu, 26/11/2014 18:51:11 Amanah untuk Sang Wali Negeri Rabu, 26/11/2014 18:35:53 Adnan Buyung : Bubarkan Saja KPK! Rabu, 26/11/2014 18:24:00 Fadli Sebut Menkopolhukam Amatir