Hati-hati Sekarang Ada Konglomerat Kafir yang Mengincar Jabatan Wapres

Jakarta (SI ONLINE) - Tokoh ekonomi syariah yang juga seorang mualaf, Dr Muhammad Syafii Antonio, mengingatkan umat Islam adanya gerakan politik seorang konglomerat non Muslim yang hendak mengincar kursi wakil presiden pada pemilu yang akan datang. Peringatan Syafi'i ini disampaikan secara terbuka dalam talk show "Pemimpinku Berkarakter Qur'an" di arena Islamic Book Fair 2013, Istora Senayan, Jakarta.

"Waspadai, sekarang ada konglomerat, dia teguh dengan agamanya. Punya media besar. Dia sudah membeli dua partai politik Islam dengan dana puluhan milyar. Dia sekarang masuk ke partai yang ketiga, biar bisa lolos PT (Parliamentary Treshold, red). Harapannya dia akan jadi non-muslim pertama yang jadi wakil presiden," kata Syafi'i, Ahad malam (10/3/2013) di hadapan ratusan pengunjung IBF 2013 yang memadati panggung utama.

Saking pentingnya peringatan ini, Syafi'i pun mengulanginya hingga dua kali. Pengunjung pun mengerti siapa sosok yang dimaksud Syafi' itu. Menurutnya, konglomerat itu memiliki agenda besar dengan agamanya. "Umat Islam (supaya) tidak buta huruf dengan politik seperti ini," ungkapnya seraya mengingatkan pengalaman pemilihan pemimpin di Jakarta tidak terulang kembali.

Kurang Istiqamah

Kondisi ini sangat disayangkan oleh pendiri Sekolah Tinggi Ekonomi Islam TAZKIA itu. Pasalnya, partai Islam justru bisa dibeli. "Parpol Islam, bicara ke bawah jihad (sementara) di atas bicara kesejahteraan," katanya.

Menurut Syafi'i, kondisi ini bisa terjadi karena menjadi politisi dihitung berdasarkan logika bisnis, bukan kontribusi kepada bangsa. "Intinya sudah ingin kaya, sejahtera, karena sudah terlalu lama hidup miskin," kritiknya tajam.

Syafi'i lantas menceritakan seorang kawannya yang belakangan menjadi Menteri Luar Negeri Turki, Ahmet Davutoglu. Menurutnya, bersama Erdogan, Ahmet adalah seorang politisi yang istiqamah. Dia diupercaya oleh rakyat. Sehingga walaupun partai mereka pernah dibubarkan oleh Mahkamah Konstitusi Turki, mereka tetap dipercaya. "Keistiaqamahan itu kurang di Indonesia," tandasnya

red: shodiq ramadhan

 

Komentar

28.03.201307:47
Isman Kurniawan
Tantangan terbesar bagi HIPMI, apakah ada yang mau mengikuti seperti Abdurrachman Bin Auf apa tidak, apa mau diserahkan kepada mereka atau tidak, kita semua yang menentukannya.
27.03.201321:15
TORO
tolong komentar ana di posting dong
27.03.201313:55
syaiful bahri
Ustadz Safei Antonio jebolan Al Azhar Mesir, bung,...beliau komitment dg keislamannya, yang jelas siapapun orangnya,kalau kafir,...haram dipilih,ingatkan tuh yg dikampung2,jangan asal dikasih amplop....se enak udelnya milih pemimpin.
24.03.201308:22
Pancasilais
Antonio bodok, bukan agamanya yang diutamakan tapi kelakuannya, percuma agama islam jabatan ketua partai islam, tapi nyolong sapi.ini bukan negara islam bung,gak usah diskreditkan agamanya, lihat baktinya pada negara, kalau mau bikin negara islam sono di gurun pasir sono....
21.03.201304:33
bambang
kalau muslim indonesia ini masih mau dibeli dengan uang 50.000 sih yaaaaa, mau dikata apa.
16.03.201305:34
Putri
yang jelas bukan 1. Ahok 2. Sudono Salim 3. Kwik Kian Gie
15.03.201323:43
Sebeyek
Manuvernya sudah terbaca setelah terganjal di Nasdem,dia tempel Wiranto,dulu saya pilih wiranto sekarang mikir deh ayo ummat Islam bersatu cari pemimpin yang Islami
14.03.201315:41
Supangat
Maaf ini di luar topik tapi berkaitan.Ini mengenai sebutan mualaf. Setahu saya yg disebut mualaf itu adalah orang yg baru masuk Islam & imannya masih lemah. Jadi, menurut hemat saya, Bpk. Dr. Muhammad Syafii Antonio sudah tidak tepat disebut mualaf. Alasannya: (1) Beliau masuk Islam tidak baru lagi; (2) saya yakin beliau imannya sangat kuat.
11.03.201322:49
Rina
siapa sih???
11.03.201321:40
godo
HARI TANU SUDIBYO!!!!!!!!!!!!!!
Nama

Email


security image
Kode
Komentar

Berita Terbaru

Minggu, 28/12/2014 08:43:14 Nabi tak Contohkan Ucapkan Selamat Natal Minggu, 28/12/2014 08:16:53 Simpati dari Gaza untuk Korban Longsor Banjarnegara Sabtu, 27/12/2014 08:31:32 MS Kaban : Islam Berkembang Pesat Bila Posisinya Kuat Sabtu, 27/12/2014 08:09:08 Jihad FPI Melawan Minuman Keras Sabtu, 27/12/2014 07:59:31 Majelis Mujahidin Gugat Rezim Jokowi-JK