Akan Selalu Ada, Manuver Politik yang Licik

Willyuddin A.R.Dhani 
Sekretaris FUI Bogor Raya, Ketua Komisi IV MUI Kota Bogor

Manuver-manuver politik para pecinta kehidupan dunia melalui kedudukan, jabatan dan kebanggan yang berorientasi duniawi, semakin licik dan lihai. Di Sukabumi seorang calon walikota yang kurang lebih 20 tahun malang melintang aktif di kubangan da’wah aliran sesat Ahmadiyah, tiba-tiba menyatakan taubat di hadapan pengurus MUI Kota Sukabumi, beberapa pekan sebelum pencalonannya sebagai walikota disambut oleh salah satu partai yang dahulunya menyeret-nyeret umat Islam untuk menjadi pendukung utamanya. Tentu dengan imbalan uang milyaran rupiah. Hal ini, patut diduga sebagai bentuk taqiyah (berdusta atau berpura-pura) karena demi mengusung agenda terselubungnya untuk mempersatukan kembali para pengikut Ahmadiyah yang tercerai berai dari daerah kantung-kantung domisili jamaah Ahmadiah sebelumnya.

Kini, sepertinya manuver politik lihai dan licik juga sudah dan sedang terus dimainkan oleh tokoh RI 1 di negeri ini. Dia habisi (dia bunuh) secara perlahan-lahan karakter pesaing politiknya yang ada di internal partainya, yang dianggap sebagai bayi yang tidak dikehendaki kebesarannya, melalui pidato politiknya di Arab Saudi ketika sedang Umroh. Isinya, patut diduga terdapat instruksi terselubung yang intinya, agar KPK segera menjadikan pesaingnya tersebut sebagai tersangka kasus Hambalang.

Patut dicurigai bahwa, tokoh RI 1 tersebut memiliki oknum khusus dan sangat berpengaruh yang ditempatkannya di internal KPK, sehingga dengan pidato instruksi terselubungnya di luar negeri itu, beredarlah draf sprindik KPK yang bocor. Dan beberapa hari kemudian, dengan gegap gempita KPK menjadikan tersangka sang ketua umum partainya, yang sekaligus tokoh muda yang kelak bakal menjadi pesaing kolega dirinya dan atau keluarganya, menjadi seorang pesakitan. Target yang dipersiapkan secara sabar, dalam waktu yang cukup lama serta dengan strategi yang cermat untuk menghabisi kuda hitam pesaing yang ada di internal partainya tersebut, tercapai dengan begitu mulus.

Mengetahui manuvernya akan membahayakan diri, keluarga, kolega dan partainya, terutama jika mantan ketua umumnya melakukan bongkar besar-besaran di internal partainya, buru-buru ia berangkat keluar negeri lagi untuk melakukan manuver berikutnya. Dengan didahului melakukan pidato politik dengan alasan untuk menghindari kegaduhan politik yang dapat membahayakan negara, ia pun menyelipkan doa untuk sang pesakitan, namun isinya sangat identik dan nyaris sama dengan yang dilakukan ketika sedang Umroh. Yaitu bahasa sandi instruksi terselubung kepada KPK, agar pesaing politiknya yang sudah dihabisi riwayat dan karakternya tersebut bisa tidak terbukti bersalah, dengan cara menyampaikan doa politik, agar sang pesakitan tidak perlu bernyanyi-nyanyi.

Lagi-lagi patut dicurigai, oknum khusus dan sangat berpengaruh yang ditempatkan di internal KPK akan memainkan perannya sesuai instruksi terselubung doa politik tokoh RI 1 tersebut, sehingga data dan bukti-bukti yang ada di KPK, diharapkan nantinya bisa berubah menjadi bias dan tawar, dan kemungkinan yang ada adalah bahwa Anas Urbaningrum dinyatakan tidak bersalah dalam sidang di pengadilan. Tentu saja, untuk memuluskan agenda dan maneuver politik bersih-bersihnya ini, dari luar negeri pula, beliau akan berusaha memainkan oknum-oknum setianya yang ada di institusi kejaksaan Agung dan Kehakiman atau di Mahkamah Agung. Sehingga ujung-ujungnya diharapkan, agar Anas sang Pesakitan, divonis tidak bersalah. Akhirnya Anas akan menjadi anak manis dengan karier politik yang madesu (Masa Depan Suram). Licik dan hebat bukan..? Ibarat pepatah: "Sekali dayung 2 pulau terlampaui".

Mengapa memberikan instruksi politik dengan membuat pernyataan ketika sedang dan akan ke luar negeri..??

Patut di duga, ada strategi cerdik dan licik yang disembunyikannya, diantaranya adalah dengan maksud agar sedapat mungkin dapat menutupi link-link yang bisa menjadikan dirinya terlibat secara langsung dengan skandal-skandal korupsi dan pencurian uang negara dengan skenario kelicikannya. Kita harus ingat! Sedang berada di mana beliau pada saat memberikan pernyataan politiknya untuk mengusut tuntas kasus Antasari Azhar sang mantan Ketua KPK yang ditakutinya itu?. Sedang dimana beliau pada saat memberikan pernyataan politiknya sehubungan dengan kasus Bibit dan Chandra? Sedang di mana beliau ketika ketua MK mempermasalahkan Surat Palsu sengketa pemilu yang dilakukan oleh mantan Anggota KPU Andi Nurpati yang termasuk kader partainya? Silahkan dicek ulang, beliau memberikan instruksi politiknya, sebagian besar hampir semuanya di luar negeri. Sedang di mana beliau pada saat terjadinya kasus bailout bank Century dan memberikan persetujuan bailout bank Century tersebut? dari luar negeri.

Lalu, siapa yang menjadi sasaran-sasaran tembak beliau ketika itu..? tidak lain dan patut di duga diantaranya adalah wakilnya, yaitu RI-2 atau kaki tangan-kaki tangannya yang lain yang menjadi menteri dan pembantu-pembantunya. Nah, pada suatu saat akan dijadikannya sebagai pesakitan, untuk menutup dinding-dinding informasi yang dapat mengarah kepada keterlibatan dirinya. Sehingga, dirinya, akan terlihat tetap Clear/bersih. Hebat bukan..?
 
Rakyat jangan mau ditipu dan dibodohi..
 
Patut di analisa, mengapa sang sengkuni (mengambil pernyataan Anas Urbaningrum) selalu lolos tanpa bukti dan nyaris terlihat bersih dari segala keterlibatan kasus-kasus besar dan penting yang ada? Salah satunya, karena beliau sedang kunjungan kerja, berada di luar negeri. Alur skenarionya kira-kira demikian, saat sedang diluar negeri, pernyataan dan instruksi politik telah disampaikan melalui konferensi pers atau pidato singkat, dengan bahasa-bahasa kiasan/sandi yang bijak dan biasa-biasa saja.

Dan hanya kaki tangannya yang ada di institusi-institusi lembaga tinggi Negara di dalam negeri sajalah yang mengerti maksudnya, serta mampu menterjemahkan apa yang harus dilakukan sehubungan bahasa sandi yang bijak tersebut. Setelah itu, yang bersangkutan memberikan instruksi-instruksi rahasia dengan melakukan komunikasi hubungan yang sangat rahasia menggunakan jaringan telepon internasional kepada kaki tangannya yang ada di dalam negeri, sehingga tidak dapat dilacak dan ditemukan bukti data pembicaraannya oleh media, oleh LSM-LSM maupun oleh KPK di dalam negeri.

Dugaan manuver licik lain yang perlu dicermati saat ini, adalah skenario politik tingkat tinggi sehubungan dengan rencana memutasi menteri Keuangan yang bau-baunya ikut menutupi bangkai kasus Hambalang, untuk menjadi Gubernur Bank Indonesia yang baru. Saat ini dan waktu-waktu ke depan, diprediksi akan banyak mantan-mantan kaki tangannya yang bakal masuk dalam perangkap pesakitan hasil skenario liciknya. Bukan tidak mungkin jika Wapres Budiono akan menyusul, Mantan Gubernur BI dan konco-konconya yang juga ikut menutupi bangkai kasus bank Century, Mantan Mentri Keuangan Sri Mulyani dan lain-lainnya.

Karena itu, wahai rakyat bangsaku waspadalah.. waspadalah..

KPK harus tetap waspada dan independen, kalo perlu ada orang khusus (rahasia) yang ditugaskan untuk menyadap telpon pegawai-pegawai internal KPK sendiri. Karena, patut diduga adanya oknum yang disusupkan menjadi orang penting kaki tangan sang "Sengkuni" di internal KPK, untuk membela kepentingan sang Sengkuni tersebut, sehingga kasus Draf Sprindik yang bocor selama ini, kemungkinan pun tidak dapat terlacak oleh Komisi Etik yang dibentuk.

Inilah maneuver-manuver politik yang berbahaya, dan membahayakan jatidiri serta kehormatan bangsa ini. Oleh karena itu, menjadi sangat relevan jika Rasulullah Saw. khawatir, yang pernah bersabda  “Akan datang sesudahku para penguasa yang memerintahmu. Di atas mimbar mereka memberi petunjuk dan perintah dengan bijak, tetapi setelah turun mimbar mereka melakukan tipu daya dan pencurian. Hati mereka lebih busuk daripada bangkai”.  (HR. At-Tabrani). Wallohu a’lam.

 

Komentar

08.03.201309:18
cak al
ISTIGHFAR HUSDUDZON AJ
07.03.201316:39
rusli
setujuu..yang penting mari kembali makmurkan masjid dengan sholat lima waktu....Disitulah kelihatan siapa orang yang ihlas jadi muslim atau minafik...
05.03.201317:55
Joni
Analisis politik yg mendalam.. waspadalah, waspadalah,
Nama

Email


security image
Kode
Komentar