Prancis Klaim Tewaskan Komandan Al Qaida Afrika Utara

Dakar (SI ONLINE) - Pasukan Prancis di Mali mengklaim telah menewaskan Abdulhamid Abu Zaid, seorang komandan lapangan ternama Al Qaida di Magribi Islam (AQIM), sayap Al Qaida di Afrika utara.

Seperti dilaporkan televisi Aljazair, Ennahar, Kamis (28/2/2013), 40 orang pejuang yang mencakup Abu Zaid gugur di kawasan Tigargara di Mali utara tiga hari lalu.

Juru bicara Istana Elysee dari Prancis menolak berkomentar. Sementara pemerintah Aljazair, Mali, dan Chad tidak dapat mengkonfirmasi pembunuhan Abu Zaid.

Sementara seorang pejabat Amerika Serikat yang tidak disebutkan namanya oleh Reuters, mengatakan, kabar mengenai pembunuhan Abu Zaid dapat dipercaya. Washington menyebut kematian Abu Zaid sebagai pukulan telak bagi AQIM.

Abu Zeid disebut-sebut sebagai salah satu tokoh paling kejam AQIM. Ia diyakini mengeksekusi warga Inggris Edwin Dyer pada 2009 dan pria Prancis berusia 78 tahun, Michel Germaneau, pada 2010.

Lahir pada 1965 di Provinsi Illizi, Aljazair, Abu Zaid bergabung dengan Salafist Group for Preaching and Combat (GSPC), yang kemudian menjadi AQIM, selama perang saudara pada '90-an.

Ribuan prajurit internasional yang dipelopori Prancis saat ini menyerbu Mali untuk memerangi kelompok-kelompok pejuang Islam yang selama beberapa bulan menguasai wilayah utara negara itu.

Prancis, yang bekerja sama dengan militer Mali, pada 11 Januari meluncurkan operasi ketika militan mengancam maju ke ibu kota Mali, Bamako, setelah keraguan berbulan-bulan mengenai pasukan intervensi Afrika untuk membantu mengusir kelompok pejuang Islam dari wilayah utara.

Mali, yang dikatakan pernah menjadi salah satu negara demokrasi yang stabil di Afrika, mengalami ketidakpastian setelah kudeta militer pada Maret 2012 menggulingkan pemerintah Presiden Amadou Toumani Toure.

Masyarakat internasional khawatir negara itu akan menjadi sarang baru teroris dan mereka mendukung upaya Afrika untuk campur tangan secara militer.

PBB telah menyetujui penempatan pasukan intervensi Afrika berkekuatan sekitar 3.300 prajurit di bawah pengawasan kelompok negara Afrika Barat ECOWAS. Dengan keterlibatan Chad, yang telah menjanjikan 2.000 prajurit, berarti jumlah pasukan intervensi itu akan jauh lebih besar.

Kelompok pejuang Islam, yang oleh para pengamat disebut sebagaii bagian dari Al Qaida di Maghribi Islam (AQIM), menguasai kawasan Mali utara, yang luasnya lebih besar daripada Prancis, sejak April tahun lalu.

red: shodiq ramadhan
sumber: ANTARA


 

Komentar

Belum ada komentar
Nama

Email


security image
Kode
Komentar