Polisi Menduga Penembakan Tentara di Papua Hanya Soal Pilkada

Jayapura (SI ONLINE) - Kapolda Papua Irjen Pol Tito Karnavian menegaskan, kasus penembakan di Kabupaten Puncak dan Puncak Jaya itu tidak bernuansa separatisme.

Menurut mantan Kepala Detasemen Khusus 88 (Densus 88) itu, kasus penembakan terhadap anggota TNI dan warga sipil itu diduga terkait masalah pilkada yang tahapannya saat itu sedang berlangsung.

Tito beralasan, indikasi kasus itu terlihat jelas karena saat pelaksanaan pilkada gubernur berlangsung aman demikian pula saat pencoblosan pilkada bupati Puncak. Namun saat begitu pleno KPU Puncak hendak dilaksanakan baru serangkaian penyerangan terhadap anggota TNI dan warga sipil terjadi.

"Kami saat ini tengah mendalami dan mengumpulkan bukti termasuk dugaan keterlibatan calon bupati yang ikut dalam pilkada tersebut," tegas Tito, di Jayapura, seperti diberitakan ANTARA, Senin (25/2/2013).

Menurut jenderal berbintang dua ini, karena adanya indikasi itu maka saat ini pihaknya terus mengumpulkan bukti-bukti guna mengungkap dugaan atau indikasi tersebut.

Karena itulah, kata Tito, dipastikan kasus yang terjadi tidak berkaitan dengan faktor politik atau isu perjuangan "Papua merdeka".

Tidak perlu dialog-dialog karena yang terjadi adalah kasus kriminal dan tidak bernuansa politik, tegas Tito seraya menambahkan, untuk mengantisipasi kamtibmas di kawasan itu pascapleno maka saat ini pihaknya sudah menambah pasukan.

Kasus penembakan dan penyerangan terhadap pos keamanan dan warga sipil itu mengakibatkan 12 orang tewas, delapan diantaranya prajurit TNI.

red: shodiq ramadhan

 

Komentar

26.02.201312:16
abram
Jelas-jelas pelakunya Teroris, kok cuman dibilang kriminal apa karena pelakunya bukan orang Islam Jenderal? Kalo kriminal kenapa targetnya TNI ??
25.02.201321:39
abu nadhifah
yang beri koment mntan kadensus 88, ya jelas dong bilangnya "bukan gerakan separatis". coba kalo yang nglakuain orang muslim? pasti dech... tanpa diperintah, densus langsung tembak ditempat.
Nama

Email


security image
Kode
Komentar