Pengajian Peduli Halal di PT Mattel Cikarang
Bekasi (SI ONLINE) - Jumat (22/2) petang, Majelis Taklim Al-Tazkia PT Mattel Indonesia, mengadakan pengajian bulanan lepas kerja bertema peduli halal di Wisma Mattel Jababeka 2 Cikarang, Jawa Barat. Pengajian diikuti sekitar 60 staf perusahaan Amerika produsen mainan anak itu. Narasumbernya adalah Nurbowo, aktivis Milis Halal-Baik-Enak (HBE) dan Halal Watch.
Dalam paparannya Nurbowo mengingatkan, mencari yang halal dan menghindari yang haram adalah kewajiban setiap muslim. Selain menjadi larangan agama, konsumsi produk haram juga berdampak buruk secara spiritual, psikis (kejiwaan), dan fisik.
‘’Jika yang kita makan atau minum haram, maka do’a kita akan tertolak, amalan kita sia-sia, dan bahkan kita terancam akan masuk neraka,’’ kata pemateri sambil mengutip hadits Nabi Muhammad SAW tentang hal tersebut.
Secara psikis, konsumsi produk haram juga mengeraskan hati dan menimbulkan erosi iman. Mengutip peringatan Rasulullah SAW melalui sebuah hadits, tidaklah peminum khamr, ketika ia sedang minum khamr, termasuk mukmin" (HR Bukhari Muslim).
Imam Ahmad ra pernah ditanya, apa yang harus dilakukan, agar hati mudah menerima kesabaran, maka beliau menjawab: "Dengan memakan makanan halal" (Thabaqat Al Hanabilah : 1/219).
Mufassir At Tustari juga mengatakan, “Siapa yang ingin disingkapkan tanda-tanda orang jujur (shiddiqun), hendaknya tidak makan,kecuali yang halal dan mengamalkan sunnah" (Ar Risalah Al Mustarsyidin: 216).
Nurbowo mengatakan, menurut Ibnu Taimiyah dalam Kitabnya Madarij As Salikin Jilid I halaman 403, pemakan binatang haram akan mewarisi sifat-sifat hewan itu. Misalnya, orang yang gemar makan babi, akan kehilangan rasa cemburu (decorum).
‘’Menurut penelitian tahun 1998 oleh Paul David Murray dari Australia, sifat-sifat binatang buas diwarisi oleh orang yang suka memakannya,’’ imbuh Nurbowo.
Bagaimana buruknya dampak meminum minuman keras (khamar), semua sudah melihat sendiri. Tidak saja merugikan kesehatan peminumnya, khamar juga menimbulkan kerugian bagi publik. Misalnya kecelakaan massal dalam tragedi Xenia maut di sekitar Tugu Tani Jakarta Pusat, Livina maut di Cilandak Jakarta Selatan, dan kecelakaan serupa yang dipicu mabuknya seorang model yang menyetir mobil di jalanan.
Dalam sesi diskusi, belasan pertanyaan terlontar dari peserta pengajian. Misalnya dari Yuni, yang bertanya bagaimana kita bersikap bila menginap dan makan di rumah keluarga non-muslim. ‘’Mengapa sepatu yang kita kenakan juga tidak boleh dari kulit babi, kan soal halal-haram hanya mengatur makanan?’’ tanya Ludi dengan polosnya. Sedangkan Santosa meminta tips mengenali produk haram secara fisik, misalnya mengenali ayam potong dan sepatu dari kulit babi.
‘’Saya hobby ngopi, bagaimana hukumnya kopi luwak?’’ tanya Kokom Komariyah dengan heboh.
Semua pertanyaan dijawab Nurbowo, dibantu dengan penjelasan tambahan dari Ketua Majelis Taklim Tazkia Hartono Yoso dan moderator M Syafei yang juga aktivis Milis HBE.
Menurut Hartono, pengajian Majelis Taklim Tazkia sudah berlangsung setahun lebih. ‘’Biasanya berlangsung secara bergiliran di rumah anggota, dan diikuti juga oleh eks karyawan Mattel,’’ tuturnya.
Selain mengaji, forum staf muslim itu juga menghimpun dana sosial untuk membantu anggota yang terkena musibah seperti kecelakaan dan kebakaran rumah.
rep: john bon bowie/halal watch
red: shodiq ramadhan







