Murwo Urung Operasi
Wonosobo (SI ONLINE) - Sri Murwaningsih (45) tergolek lesu dan sedih di atas kasur lusuh di ruang tamunya. Warga Kampung Sidojoyo, Desa Pagerkukuh, Wonosobo, Jawa Tengah, ini kembali harus menjalani hari-hari penuh derita. Kanker payudaranya kian membesar, dan keluarganya tak berdaya jika harus menebus biaya operasi.
Murwo, nama panggilannya, anak nomor lima dari 9 bersaudara. Hingga berusia hampir setengah abad, jodohnya tak kunjung tiba. Kesendiriannya semakin menyiksa sejak setahun terakhir, setelah kanker payudaranya kian membesar. Awalnya adalah nyeri yang mulai dirasakan sejak tujuh tahun silam. Namun, Murwo yang berasal dari keluarga sederhana, tak hirau pada sakit di bagian payudara kanan itu. Dia pikir, nanti juga hilang sendiri.
Ternyata, rasa nyeri itu tak kunjung hilang, bahkan meningkat jadi rasa sakit tak tertahankan. Maka seluruh anggota keluarga muslim dhuafa ini berjuang bahu-membahu untuk berusaha mencari penyembuhan, mulai dari pengobatan alternatif hingga rumah sakit.
Namun apa daya, Jamkesda (jaminan kesehatan daerah) yang mereka peroleh dari Pemda Kabupaten Wonosbo sebesar Rp 13 juta, hanya mampu membiayai Murwo selama 10 hari di RS Sarjito Yogyakarta. Itupun belum mencapai tahap operasi.
Menurut keterangan dokter di RS Sarjito, kanker yang bersarang di payudara Murwo ternyata sudah pecah. Oleh karena itu untuk mengangkat kanker Murwo membutuhkan beberapa tahap. Pertama, tahap kemoterapi minimal 5 kali dengan biaya Rp 6 juta sekali terapi. Setelah kering, baru memasuki tahap operasi pengangkatan kanker dengan biaya mencapai Rp 7,5 juta.
Menurut Yanto (47), salah seorang saudara Murwo yang sempat mengurus, dengan berbagai alasan keterbatasan persyaratan, pemerintah setempat tak dapat mengeluarkan Jamkesnas untuk Murwo. Pemerintah hanya dapat mengeluarkan Jamkesda. “Apa boleh buat,” kata Yanto.
Berbekal Jamkesda, maka Murwo kami bawa ke RS Sarjito pada 2 Pebruari 2013. ‘’Setelah diberitahu dokter bahwa biaya sampai tahap operasi begitu besar, Murwo terpaksa kami bawa pulang kembali pada 12 Pebruari 2013,” ungkap Yanto.
Untuk operasi, pengangkatan kanker payudara Murwo, sedikitnya membutuhkan biaya Rp 60 juta. “Kami uang dari mana?” kata Tujinah (67) ibu kandung Murwo, dengan pasrah.
Menurut janda yang sehari-hari tinggal serumah dengan Murwo ini, 8 anak lainnya sudah tak kurang-kurangnya membantu demi kesembuhan sang saudara. Tapi mereka sendiri semuanya hidup dalam kemiskinan. “Jadi ya pasrah saja, semoga Allah memberikan jalan yang terbaik,” katanya dengan mata berkaca-kaca, saat menerima kunjungan LAZIS Dewan Da’wah yang memberi bantuan biaya hidup.
Jangan biarkan Murwo sendiri menghitung hari berteman kanker. Maka Allah tidak akan diam terhadap setiap kesulitan kita. Sebagaimana wasiat Nabi Muhammad SAW: “Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebut menolong saudaranya” (HR Imam Muslim dari Abu Hurairah ra).
Untuk berdonasi, silakan hubungi LAZIS Dewan Dakwah 021-31901233 atau SMS 0858-8282-4343.
Rep: hary/bowo
Red: shodiq ramadhan







