Nasihat Untuk Partai Islam

Kaum muslimin rahimakumullah,

Allah SWT berfirman:

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali Imran 104).

Kaum muslimin rahimakumullah,

Dalam tafsir Jalalain diterangkan bahwa kewajiban jama’ah menyeru kepada al khair (yad’una ilal khair) dalam ayat tersebut adalah menyeru kepada Al Islam. Kewajiban jama’ah dalam menyeru kepada Islam dan memerintahkan yang ma’ruf serta melarang yang munkar atau beramar ma’ruf nahi munkar dalam ayat tersebut bersifat fardlu kifayah, yakni harus dikerjakan oleh orang-orang yang punya pengetahuan tentang dinul Islam; punya pengetahuan tentang apa saja yang ma’ruf, yakni apa saja yang dikenal baik oleh syariat Islam sebagai amal untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT; juga harus punya pengetahuan tentang yang mungkar, yakni segala perkara yang ditolak oleh syariat Islam yang bila dilakukan semakin menjauhkan manusia dari Allah SWT. Oleh karena itu, dalam hal ini orang-orang jahil atau tidak punya pengetahuan tentang syariat, tentang yang ma’ruf, dan yang munkar, mereka tidak diberi beban melaksanakan kewajiban tersebut.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Apa yang menjadi kewajiban dari sebagian umat Islam untuk mengajak kepada Islam, memerintahkan perbuatan ma’ruf, dan melarang perbuatan munkar itu dalam wujud nyata bisa dilakukan oleh seorang alim yang istiqomah, oleh suatu kelompok dakwah, atau ormas Islam, partai islam, bahkan pemerintah yang istiqomah dalam melaksanakan kewajiban menjaga rakyat muslim agar selamat dunia akhirat. 

Dalam perspektif ini, partai-partai Islam yang ada di negeri ini yang telah mendapatkan kepercayaan dari umat sebagai wakil rakyat yang duduk di gedung DPR dan DPRD seluruh Indonesia adalah pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan dari perintah Allah SWT dalam ayat di atas.

Oleh karena itu, semestinya fokus dari partai Islam adalah bagaimana melakukan pendidikan politik Islam kepada rakyat sehingga rakyat mengetahui secara luas apa itu ajaran Islam dalam kehidupan, baik masalah aqidah dan pandangan hidup Islam,  masalah hakikat dan tata cara ibadah  agar ibadah umat benar sesuai sunnah dan tidak sia-sia, masalah makanan halal dan haram agar umat hanya makan makanan yanga halalan thayyiban, masalah pakaian yang disyariatkan agar umat mengenakan pakaian yang sopan dan sesuai tuntunan syariat, masalah akhlaqul karimah  agar umat punya budi pekerti yang luhur sesuai contoh akhlak Rasulullah saw., maupun hal-hal yang berkaitan dengan kemaslahatan umat di masyarakat seperti masalah ekonomi bagaimana muamalah ekonomi syariat agar umat tidak terjerat riba, bagaimana tertib hubungan sosial di dalam syariat, bagaimana pengaturan poilitik dan pemerintahan menurut syariat, dan bagaimana hukum-hukum pidana syariah sehingga umat islam betul-betul menjaga dan terjaga hak-hak dan kewajiban mereka di tengah-tengah masyarakat. Kampanye syariat Islam secara kaffah mutlak harus menjadi platform partai Islam, sekaligus ajakan kepada msyarakat meninggalkan sistem sekuler yang menjadi penyebab krisis dan kehinaan umat. Selain itu, partai islam harus menjalankan kewajiban amar ma’ruf nahi munkar baik kepada umat, masyarakat umum, para politisi dan kekuatan-kekuatan politik yang ada, maupun kepada pemerintah. Ini tugas konkrit yang harus diemban partai Islam dalam mengamalkan perintah Allah SWT dalam ayat di atas. 

Kaum muslimin rahimakumullah,

Kenapa partai islam selama ini tidak kelihatan menonjol dan tidak menjadi pilihan utama umat dalam pemilu, tentu bukan saja karena mereka tidak punya tokoh-tokoh beken, namun lebih disebabkan mereka belum menjalankan perintah Allah SWT di atas.

Kita belum pernah melihat mereka mengeluarkan pandangan-pandangan yang konprehensif tentang bagaimana konsep Islam dalam seluruh aspek kehidupan dan bagaimana perjuangan mereka untuk mengimplementasikan dalam kehidupan bernegara di NKRI ini. 

Padahal kalau mereka menerbitkan buku, menyelenggarakan tabligh akbar, taklim, dan berbagai diskusi dan seminar, serta bekerja sama dalam berbagai lembaga yang ada di tengah-tengah umat, tentu mereka telah berjasa mencerdaskan umat dengan syariat Islam, dengan ilmu-ilmu Allah SWT, dan mereka pasti akan bisa mengerti kondisi umat dan aspirasi mereka dalam keseharian mereka.

Demikian juga, kalau partai Islam selalu menjadi penjaga Islam di tengah-tengah masyarakat, mereka akan cepat mengatasi bahaya berbagai aliran sesat yang ada di tengah-tengah masyarakat, baik dengan menyadarkan tokoh-tokoh aliran sesat itu maupun mengancam dan memenjarakan mereka bila tidak mau tobat dan sadar. Sayangnya dalam berbagai gerakan umat untuk menentang aliran sesat dan aktivitas pemurtadan partai-partai Islam yang ada justru absen, terkesan menghindar, dan tidak mampu memberikan dukungan apalagi mengayomi para aktivis gerakan anti aliran sesat dan anti pemurtadan yang malah dihakimi oleh media massa dan petugas keamanan dan diposisikan sebagai gerakan anarkis dan lain-lain. Padahal kalau partai-partai Islam serius menangani aliran sesat dan gerakan pemurtadan, maka mereka bisa melakukan langkah-langkah yang efektif dalam memberikan tekanan politik kepada pihak-pihak pendukung aliran sesat dan pelaku pemurtadan. Juga kepada pemerintah agar mengambil tindakan tegas kepada mereka. Disamping itu, gerakan-gerakan umat Islam di masyarakat yang membentengi aqidah umat dari bahaya aliran sesat dan pemurtadan akan meresa dapat partner dan akan memberikan kepercayaan kepada mereka bahwa partai-partai Islam itu memang bekerja untuk Islam dan keselamatan umat Islam.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Kegamangan partai islam dalam isu-isu keislaman serta keengganan mereka melakukan berbagai kampanye syariat Islam dan aktivitas amar ma’ruf nahi munkar dalam kehidupan sehari-hari, dan hanya menyapa umat pada masa kampanye, serta isi kampanyenya pun tidak beda secara signifikan dari partai-partai sekuler membuat partai Islam semakin kehilangan kepercayaan dari umat. 

Seharusnya masalah ini disadari oleh para pemimpin partai Islam dan segera membenahi diri agar mereka mendapatkan kepercayaan kembali dari umat. Jangan malah sebaliknya misalnya partai Islam siap menerima anggota dari kaum kafir atau aliran sesat yang tentu ini sangat menyakiti hati umat. Alih-alih ingin menarik suara mereka yang anti Islam, malah suara umat Islam pada kabur karena umat semakin hilang kepercayaan. Kalau mereka tidak serius berjuang untuk Islam, kenapa mendirikan partai Islam? Mudah-mudahan para pemimpin partai islam segera kembali kepada kewajiban mengkampanyekan syariat Islam, serius dalam melakukan amar ma’ruf nahi mungkar, dan membela hak-hak dan aspirasi umat Islam. Marilah kita renungkan firman Allah SWT:

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, Maka Allah dan rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang Telah kamu kerjakan. (QS. At Taubah 105)

Baarakallahu lii walakum

 

Komentar

Belum ada komentar
Nama

Email


security image
Kode
Komentar