A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: main_kat_id

Filename: controllers/read.php

Line Number: 56

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: main_uri

Filename: controllers/read.php

Line Number: 56

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: main_kat

Filename: controllers/read.php

Line Number: 56

Ustad Bachtiar Nasir: Konsep Tauhid Pancasila Dirusak Tafsir Sekuler dan Liberal

Ustad Bachtiar Nasir: Konsep Tauhid Pancasila Dirusak Tafsir Sekuler dan Liberal

Jakarta (SI ONLINE) - Konsep tauhid “Ketuhanan Yang Maha Esa” yang digagas pendiri bangsa (the founding fathers) sebagai sila pertama dalam Pancasila, pada perkembangannya terus dirusak pemahaman dan implementasinya oleh  kaum sekuler dan liberal.

Perilaku menonjol dari faham sekuler dan liberal adalah faham yang menafikan Allah sebagai satu-satunya pusat sesembahan dan menjauhkan agama dari negara. Juga selalu menuhankan akal manusia dalam memahami teks-teks kitab suci agama.

Sehingga tidak mengherankan, jika perilaku masyarakat Indonesia sekarang ini, baik rakyatnya maupun para politisinya, tidak menunjukkan kesalehan individu serta kearifan dan kesantunan sosial.

Lihat saja pada perilaku para pemimpin partai di Indonesia saat ini. Baik pemimpin partai yang mengusung agama maupun partai yang berbasis sekuler, perilakunya tak berbeda. Sama-sama melakukan korupsi untuk memperkaya diri dan mendanai partainya.

Uraian tersebut diungkapkan Pimpinan AQL Islamic Center (AQLIC) Ustad Bachtiar dalam kajian Majelis Tadabbur Al Qur’an (MataQu) yang berlangsung di Masjid Baitul Insan, Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (16/2/2013).

Majelis Penyucian Jiwa (Tazkiyatn Nafs) yang diadakan setiap minggu ke-3 sekali sebulan ini, mengambil tema “Berpola Pikir Tauhid”, yang dihadiri sekitar 500 jamaah AQLIC dan masyarakat umum.

Menurut Ustad Bachtiar Nasir, tafsir terhadap Pancasila yang dilakukan kalangan sekuler dan liberal itu, celakanya dijadikan acuan dan pegangan dalam menjalankan politik bernegara di Indonesia.

“Sehingga tak mengherankan jika ukuran keberhasilan para politisi dan penyelenggara pemerintahan di negari ini, lebih bermotif pada keberhasilan dirinya sendiri yang berorientasi keduniaan. Bukan untuk kemaslahatan orang banyak yang berorientasit akhirat,” tandas alumnus  Gontor dan Madinah Islamic University ini.

Salah satu contohnya, ujar Sekjen MIUMI sambil bersoloroh, saat ini masih ada angota DPR yang merasa sudah sukses, karena bisa memakai jam tangan seharga Rp. 70 juta.

Lucunya, tambahnya, jika anggota DPR ini ditanya mengapa ia harus mewah-mewah dengan memakai jam semahal itu, jawabannya karena memang sebagai politisi ia sudah pantas memakai asesoris semewah itu.

Dari kasus semacam itu, Ustad Bachtiar mengajak para jamaah untuk kembali berpola pikir tauhid, dimana segala keberhasilan yang bisa kita raih di dunia semata-mata karena kehendak Allah.

“Kita tidak boleh menganggap apa yang telah kita capai di dunia, baik keberhasilan ataupun musibah, itu semata-mata karena kehebatan atau kegagalan ikhtiar kita sebagai manusia,” tandasnya.

Selain itu, lanjut Ustadz Bachtiar, sebagai hamba Allah kita harus terus berorientasi pada akhirat dalam menjalani hidup di dunia. Karena itu, tambahnya, sangatlah pantas jika di dunia ini kita harus banyak membicarakan hal-hal tentang akhirat yang bersumber dari Al Qur’an dan Hadist.

“Karena, nanti di akhirat kita akan banyak ditanya tentang persoalan dunia: tentang apa saja yang kita lakukan selama hidup di dunia. Jadi pantas jika selama di dunia kita selalu membahas apa yang akan terjadi di akhirat kelak,” tuturnya.

Menutup kajiannya, Ustadz Bachtiar menukil rumusan dari ulama besar Ibnu Qayyim al-Jauziyah,  bahwa perilaku menyimpang yang banyak dilakukan masyarakat awam atau kalangan agamawan sekalipun, disebabkan karena “rusaknya ilmu” dan “rusaknya tujuan”.

“Dimana, jika ilmu seseorang rusak, maka bisa terjebak dalam kesesatan aqidah. Dan jika tujuan seseorang itu rusak, maka akan mendapat azab di dunia dan siksa Allah di akhirat,” tegasnya.

rep: agoes soelarto
red: shodiq ramadhan

 

Komentar

19.02.201317:17
abu sulthan
Ana berharap ustadz masuk ke parlemen menjelaskan dan berjuang dalam hal ini.Jgn anti ama demokrasi skrg krna ia wasilah tuk berjuang.
18.02.201309:16
kathon jihady
Saya ingatkan bahwa negeri ini lahir karena pejuangan umat Islam yang didorong oleh Jihad fii sabilillah sedang peran kaum Nasrani dan Yahudi itu hanya kecil sekali, tapi sekarang ulahnya sudah kelewat batas. Dasar laknatulloh.
17.02.201319:20
topo
Lebih tepat:" Konsep Tauhid DASARNEGARA dirusak Tafsir Sekuler".Bung Karno usul lima dasar diterjemah Sanskrit.Usul Bung Karno tidak masuk di pembukaan UUD
17.02.201315:48
RYO
Bangsa kita masih dijajah. Kaum Nasrani dan Yahudi Laknatullah sebagai peran utamanya. Menuju NKRI Bersyariah.
Nama

Email


security image
Kode
Komentar