Memerangi Narkoba Seperti Memberantas Nyamuk Deman Berdarah

Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater
Guru Besar Emiritus Fakultas Kedokteran UI

Peredaran narkoba di Indonesia sudah berada pada tahapan lampu merah. Dengan penduduk mencapai 240 juta orang, menurut Badan Narkotika Nasional (BNN), saat ini terdapat 4 juta pecandu narkoba di Indonesia. Sedangkan menurut Guru Besar FK UI, Prof Dr dr H Dadang Hawari SpKj, jumlah pecandu yang riil seharusnya dikalikan 10 kali lipat menjadi 40 juta orang atau 15 persen dari jumlah penduduk Indoensia. Bisnis narkoba memang bisnis yang menggiurkan. Betapa tidak, setiap tahun mencapai nilai Rp 250 triliun atau 15 persen dari APBN 2013 sebesar Rp 1.657,9 triliun. Maka tidaklah mengherankan jika banyak bandar, pengedar serta produsen narkoba yang berani menempuh hukuman berat termasuk hukuman mati jika sampai tertangkap.

Apalagi setelah meledaknya kasus Rafii Ahmad dimana secara tidak langsung BNN mempromosikan secara gratis narkoba jenis baru yang belum dikenal di Indonesia, Chatinone. Maka Chatinone yang hanya bisa ditemui di Afrika dan Timur Tengah itu sekarang banyak diburu para pecandu narkoba. Dengan ditemukannya berhektar-hektar tanaman Catha Edulis atau Khat yang menjadi dasar pembuatan Chatinone di wilayah Puncak, Bogor, Jawa Barat dan Wonosobo, Jawa Tengah, maka aparat BNN yang dibantu Kepolisian bergerak untuk mengamankannya. Padahal tanaman khas Timur Tengah yang dikenal sebagai Teh Arab itu sengaja ditanam petani setempat dimana bibitnya berasal dari para turis Timur Tengah yang berkunjung ke daerah tersebut. Padahal fungsi utama daun Khat adalah untuk menghilangkan kolesterol setelah memakan daging kambing yang merupakan kegemaran orang Arab, sehingga tidak dimaksudkan untuk pembuatan Chatinone.

Berikut ini wawancara Tabloid Suara Islam dengan Prof Dr dr H Dadang Hawari SpKj seputar narkoba dan bagaimana pemberantasannya, apalagi tahun 2015 nanti telah dicanangkan sebagai tahun bebas narkoba di Indonesia.

Apa dalil Al Qur’an dan Al Hadist yang mengharamkan narkoba  ?

Dalilnya antara lain terdapat dalam Al Qur’an surat Al Baqoroh ayat 219 dan surat Al Maidah ayat 90 dan 91, serta Hadist Nabi yang diriwayatkan Abdullah bin Umar:

Surat Al Baqoroh ayat 219: “Mereka bertanya kepadamu tentang khamar (miras/alkohol) dan judi. Katakanlah: “pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar  dari manfaatnya.”

Surat Al Maidah ayat 90 dan 91: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar (miras/alkohol), berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu, karena (meminum) khamar (miras/alkohol) dan berjudi akan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sholat, maka berhentilah kamu (dari mengerjakan perbuatan itu).”

Hadist Nabi Muhammad Saw: “Setiap zat, bahan atau minuman yang dapat memabukkan atau melemahkan (akal sehat) adalah khamar dan setiap khamar adalah haram”. (HR Abdullah bin Umar ra).

Apa saja gangguan mental  dan perilaku yang ditimbulkan akibat mengkonsumsi Narkoba (Narkotika dan obat-obat terlarang) ?

Secara umum ganggunan mental  perilaku akibat mengkonsumsi narkoba adalah: mereka akan meninggalkan ibadah (sholat) padahal semula rajin, berbohong padahal semula juur, membolos sekolah padahal semula rajin masuk sekolah, meninggalkan rumah (minggat), bergaul bebas (seks bebas/perzinahan), menjual barang, mencuri dan melakukan tindak kriminal, prestasi belajar merosot sampai drop out, melanggar disiplin padahal semula taat, merusak barang-barang atau alat rumah tangga, mengakali dan melawan orang tua, pemalas (enggan merawat diri), suka mengancam, tindak kekerasan, berkelahi, sering mengalami kecelakaan lalu lintas.  

Mengkonsumsi narkoba akan dapat mengakibatkan gangguan pada sinyal penghantar syaraf (neoro-transmitter) sel-sel saraf otak, sehingga pikiran, perasaan dan perilakunya atau akal sehatnya menjadi terganggu (error). Dengan kata lain, narkoba mengakibatkan gangguan mental dan perilaku seseorang yang mengkonsumsinya. Seseorang yang mengkonsumsi narkoba tidak lagi dapat membedakan mana yang mudharat dan mana yang manfaat, baik dan buruk, halal dan haram, boleh dan tidak boleh, serta melanggar hukum dan tidak melanggar hukum.

Adapun komplikasi medik yang terjadi pada orang yang mengkonsumsi narkoba antara lain penyakit jantung, paru-paru, liver, ginjal, HIV/AIDS dan organ tubuh lainnya. Kematian pecandu narkoba terutama disebabkan karena over dosis, komplikasi medik, perkelahian dan kecelakaan lalu lintas. 

Apa dampak buruk narkoba terhadap kesehatan mental ?


Mereka yang mengkonsumsi NAZA (Narkotika, Alkohol, dan Zat Adiktif lain) atau Narkoba akan mengalami gangguan mental organik (GMO) atau gangguan mental dan perilaku (GMP). Kedua gangguan tersebut disebabkan karena NAZA menganggu sistim atau fungsi neuro-transmitter pada susunan saraf pusat (otak), yang mengakibatkan terganggunya fungsi berfikir, berperasaan dan berperilaku. Adapun NAZA meliputi alkohol (miras), ganja, opiat (heroin/putaw), amphetamine (shabu-shabu, ekstasi, Inex), kokain, obat penenang/obat tidur dan tembakau (rokok). 


Menurut Anda, apakah methylenedioxy methamphetamine (MDMA) jenis narkoba baru sebagimana dikatakan BNN, sehingga belum masuk dalam UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika ?

Methylenedioxy Methamphetamine (MDMA) bukan narkotika jenis baru seperti yang dikatakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Senyawa kimia MDMA banyak dijadikan bahan pil ekstasi sejak lama. Senyawa kimia ini sudah banyak ditemui pada pasien-pasien narkoba yang saya rawat.

Senyawa MDMA pertama kali digunakan di Belanda sebagai bahan pil ekstasi atau juga dikenal dengan istilah lain pil inex. Penggunaan pil ini dapat memberi sensasi senang luar biasa, sensitif pada suara, kepala godek (goyang) dan lain-lain. Pemakaian terus menerus dapat merusak saraf otak bahkan menciptakan kematian. Karena kemajuan teknologi, senyawa kimia MDMA bisa dibuat beragam jenis narkoba tidak hanya jenis pil inex yang dikenal seperti pada saat ini.

Namun bukan berarti bahwa pengguna atau pengedar narkoba ini bisa lepas dari jeratan hukum lantaran jenisnya belum teridentifikasi. Adapun yang harus jadi patokan adalah sifat dan dampak kecaduan dan merusaknya. Dunia obat-obatan kan terus berkembang. Hampir tiap tahun akan muncul jenis narkoba baru. Sama seperti perintah melarang minuman keras dalam Al Qur’an tidak ditulis soal ganja, sabu, dan ekstasi. Tetapi karena sifatnya sama merusak seperti minuman keras, ya tetap saja dilarang agama.

Bagaimana dengan Chatinone, apakah termasuk jenis narkoba baru ?

Chatinone memiliki efek sama seperti jenis narkoba lainnya, ini menimbulkan halusinasi dan euforia yang berlebihan, ini tentu yang menjadi alasan mengapa dikonsumsi. Jika berlebihan tentu menimbulkan overdosis dan bisa berujung kematian.

Memang Chatinone jenis baru yang ditemukan beredar di Indonesia, namun di luar negeri ini bukan jenis narkoba baru. Saya juga baru mendengar kali ini, tapi di luar negeri ini bukan jenis yang baru. Selama saya menangani para korban pengguna narkoba, belum pernah saya menemukan ada yang mengkonsumsi jenis ini. Kebanyakan masih seputar ganja, heroin, ekstasi, shabu-shabu dan lainnya.
Sama seperti jenis narkoba lainnya, Chatinone memiliki efek yang sama yaitu untuk menciptakan rasa bahagia yang kadang berlebihan dan juga membuat si penggunanya berhalusinasi.Tentu kalau tidak memiliki efek yang serupa, mereka tidak akan menggunakannya.

Apakah tes urine efektif untuk mengetahui pengguna narkoba ?

Memang hasil positif dalam tes urine menunjukkan bahwa orang tersebut adalah pemakai narkoba. Namun jika negatif, tidak bisa serta merta diartikan bebas narkoba. Bisa saja orang itu memang sedang tidak memakai nerkoba, namun dalam kesehariannya sering mengonsumsinya. Jadi tes urine negatif pun belum tentu tidak pakai.Mungkin pada saat tes urine dia sedang tidak pakai, atau baru mau pakai tapi keburu ditangkap.

Namun ketika jejak-jejak narkoba dalam urine dan darah sudah tidak ada, kadang-kadang jejak lain masih bisa ditemukan di dalam tubuh. Di beberapa jaringan tubuh seperti rambut dan kulit, sisa atau hasil metabolisme narkoba masih bisa ditemukan hingga jangka waktu yang lebih lama.

Mengapa para artis dan selebritis sering terjerat narkoba ?

Hal itu banyak terjadi di Indonesia lantaran faktor pergaulan. Mereka masih muda, banyak uang dan kerap hidup dalam pergaulan malam akibat tuntutan pekerjaan. Lantaran merasa sudah memiliki segalanya, mereka memilih untuk hidup mandiri. Alhasil, hidup mereka tidak ada yang mengawasi dan mengarahkan, lantaran jauh dari orang tua. Mereka boleh banyak uang, tetapi miskin pengalaman hidup. Seharusnya ada pihak entah itu orang tua, guru agama, manajer yang bisa bertindak untuk mengarahkan hidup mereka.

Narkoba akhirnya menjadi gaya hidup. Mereka mencari hiburan dengan mengkonsumsi narkoba. Ada sejumlah alasan mengapa para artis tergelincir dalam penyalahgunaan narkoba. Alasan yang utama adalah karena seringkali mereka merasa kesepian. Mereka mengalami kekosongan kejiwaan, mengalami kejenuhan, dan sebenarnya tidak happy. Mereka memang pekerjaan menghibur orang, tapi saat yang bersamaan, tidak ada yang menghibur mereka.

Kesepian inilah, yang akhirnya seperti menuntun mereka untuk menggunakan narkoba. Karena efek dari sejumlah narkoba adalah menciptakan kegembiraan yang terus menerus. Selain itu, faktor lingkungan dan masa kecil juga turut mempengaruhi mengapa para artis terlibat dalam narkoba. Seperti masa kecil yang kurang bahagia membuat mereka akhirnya terjerumus dalam narkoba.

Dari hasil penelitian Anda selama ini, kelompok mana yang paling rentan terkena narkoba ? 

Dari umur, yang paling rentan terkena antara 15-25 tahun. Dari jenis kelamin, laki-laki lebih banyak, sedangkan dari segi status sosial, tidak pandang bulu, kaya dan miskin semua kena, dari ras seluruhnya, dari sipil dan militer juga kena. Anak dari keluarga baik-baik juga sudah kena. Sebab trik dari pengedar narkoba itu macam-macam.

Justru sekarang, mereka yang berasal dari keluarga baik-baik, taat pada agama, tetapi lugu dan polos jadi gampang sekali dijebak dalam pergaulan. Mereka tidak dibekali oleh orangtuanya,  bahwa narkotika itu haram hukumnya dari segi agama dna undang-undang.  Orangtua sendiri tidak tahu narkotika itu sendiri bagaimana bentuknya. Selama ini memang tidak disosialisasikan, juga undang-undangnya, karena itu menyangkut bisnis besar.

Bagaimana cara memberantas peredaran narkoba di Indonesia ?

Pola pemberantasan narkoba itu seperti pola pemberantaan penyakit demam berdarah (DB). Seorang menjadi penderita karena ada parasit DB dalam tubuhnya, karenanya kita obati dengan menghilangkan parasitnya.  Seperti pasien yang terkena narkoba, kita obati selesai. Sedangkan yang menyebarkan DB adalah nyamuk malaria, yang menggigit dari satu orang ke orang lain.

Nyamuk malaria ini ibarat pengedar, juga harus dibasmi dan dibunuh. Pengedar yang memasukkan narkoba berkilo-kilo dari luar negeri itu wajib dihukum mati. Sebagai perbandingan, lihat di Singapura dan Malaysia, pengedar dalam jumlah beberapa gram dihukum mati. Hukuman penjara 15-20 tahun sampai dengan bandar menengah, kecil dan pengecer, seharusnya semua dipenjarakan. Jangan justru pasien yang dipenjarakan. Pengedar yang harus dibasmi, dipenjarakan bahkan sampai dihukum mati. Memang sekarang telah ada UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dimana ancamannya hukuman mati, namun pelaksanaannya di lapangan masih sulit dilakukan.  

Masalahnya, siapa yang harus memberantas nyamuk narkoba ini, seharusnya aparat. Tetapi ternyata aparatnya ada yang menjadi nyamuk juga, ini problemnya. Sekarang dicari, dimana sarang-sarang nyamuk narkoba itu berkembang biak, diskotek dan tempat maksiat itu yang harus dibersihkan, padahal aparatnya setengah hati untuk membersihkannya, akhirnya massa yang membersihkan. Mau menyapu tetapi sapunya kotor, ya susah. Karena itu masyarakat sendiri yang membersihkannya. Kepada kaum muslimin jauhilah narkoba, karena proyek ini merupakan strategi global kelompok tertentu supaya generasi muda kita hancur. Hanya Allah Swt saja yang dapat menolong kita.

(Abdul Halim)

 

Komentar

Belum ada komentar
Nama

Email


security image
Kode
Komentar

Berita Terbaru

Kamis, 27/11/2014 02:37:33 MUI Kecam Keras Aksi Brutal Polisi di Mushola Rabu, 26/11/2014 19:43:08 Habib Rizieq Bongkar Sejarah Kebiadaban Poh An Tui Rabu, 26/11/2014 18:51:11 Amanah untuk Sang Wali Negeri Rabu, 26/11/2014 18:35:53 Adnan Buyung : Bubarkan Saja KPK! Rabu, 26/11/2014 18:24:00 Fadli Sebut Menkopolhukam Amatir