Usung Capres Syariah 2014 Untuk Wujudkan Indonesia Terbaik

Kaum muslimin rahimakumullah,

Allah SWT berfirman:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. sekiranya ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS. Ali Imran 110).

Khairu Ummah atau Umat Terbaik yang lebih baik dari manusia manapun, termasuk dua umat Ahli Kitab, yakni Yahudi maupun Nasrani, dalam ayat di atas adalah mereka yang memiliki syarat-syarat, yaitu: “senantiasa memerintahkan yang makruf”, “senantiasa melarang yang munkar”, dan “senantiasa beriman kepada Allah SWT”. Beriman kepada Allah SWT maknanya beriman kepada Kitabullah Al-Quran dan Sunnah Rasulullah saw, yakni beriman kepada syariat dan hukum-hukum Allah SWT.

Syaikh Ali As Shaabuniy mengutip pendapat Khalifah Umar ibn Al Khaththab r.a., penguasa kaum muslimin penakluk adidaya Rumawi dan Persia :

(من سره ان يكون من هذه الأمة فليؤد شرط الله فيها)

“Siapa saja yang senang menjadi umat yang terbaik ini, maka hendaknya dia memenuhi Allah di dalamnya”. 

Kaum muslimin rahimakumullah,

Untuk mewujudkan bangsa Indonesia sebagai khairu ummah, Indonesia terbaik, abad 21 ini, diperlukan perubahan besar. Perubahan utamanya adalah perubahan penguasa. Dari penguasa sekuler, kepada penguasa yang menerapkan syariah secara kaffah. Bagaimana kemungkinannya?

Kaum muslimin rahimakumullah,

Alhamdulillah, kerinduan umat kepada penerapan syariah di bumi pertiwi ini makin menguat. Banyak indikasi menunjukkan hal itu. Minat haji tumbuh luar biasa, umat Islam sampai rela setor ONH puluhan juta rupiah untuk antri hingga sepuluh tahun, bahkan ONH plus pun antri sampai tiga tahun. 

Bank-bank syariah tumbuh subur, hingga bank-bank milik taipan China yang jelas non muslim pun buka divisi syariah. Pegadaian syariah hingga asuransi syariah tumbuh pesat. Sekalipun barangkali bentuk-bentuk muamalah ekonomi Islam tersebut belum seratus persen syariah, perkembangan tersebut patut diapresiasi.

Demikian juga pertumbuhan perda-perda bernuansa syariah. Sekalipun secara formal tidak disebut perda syariah, namun telah menggentarkan musuh-musuh Allah di luar sana. Hingga mereka menyuruh antek-antek mereka dari kalangan LSM komprador dan aktivis HAM di dalam negeri untuk menekan pemerintah agar membatalkan perda-perda itu sekalipun ditetapkan secara formal konstitusional. Inilah kenapa Mendagri Gamawan Fauzi yang sewaktu jadi Bupati Solok membuat Perda Wajib Baca Al Quran dimana tidak boleh seorang muslim menikah sebelum bisa baca Al Quran, beberapa waktu lalu beliau ditekan untuk menyurati Bupati Indramayu agar membatalkan Perda Anti Miras yang merupakan Perda Pengamalan Al Quran (QS. Al Maidah 90-91).

Kaum muslimin rahimakumullah,

Safari Dakwah FUI-FPI di Sumatera Selatan baru-baru ini mendapat sambutan umat demikian besar. Bahkan di Musirawas, Bupati Ridwan Mukti memberikan sambutan luar biasa. Dan Musirawas yang pernah mendapatkan rekor MURI untuk khatam Quran 12 ribu Qari’ ini memang punya program sederhana tapi luar biasa, yakni “Program Musirawas Darussalam”. Program sederhana itu dimulai tahap awal dengan rumusan 20:50:100, yakni 20 persen warga Musirawas harus khatam Al Quran, 50% harus menjadi anggota Majelis Ta’lim, dan 100% harus melek huruf Al Quran. Tentu ini pondasi pembangunan yang luar biasa, bisa dicontoh sebagai program untuk pembangunan khairu ummah pada abad 21 ini.  

Dalam kesempatan ceramah di Masjid Agung Darussalam Musirawas, di hadapan Bupati dan ribuan jamaah, Sekjen FUI KH Muhammad al Khaththath menyampaikan, Rasulullah saw dulu menentukan seorang komandan perang dengan kemahiran mereka dalam membaca dan menghafal Al Quran! Oleh karena itu, Program “Musirawas Darussalam” layak diangkat dan diperluas menjadi program “Sumatera Selatan Darussalam” bahkan “NKRI Darussalam” alias NKRI Bersyariah.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Di Palembang Darussalam, dukungan untuk tegaknya NKRI Bersyariah juga sangat kuat. Dauroh FUI-FPI Sumsel dan Palembang dengan tema Wawasan Kebangsaan Menuju NKRI Bersyariah maupun ceramah yang disampaikan oleh Ketum DPP FPI Habib Rizieq Syihab menyedot perhatian dan dukungan umat luar biasa. Ribuan umat berdesakan memenuhi Masjid ِAgung Sultan Mahmud Badaruddin Palembang untuk mendengar kuliah Habib Rizieq bertema “NKRI Negara Musyawarah, Bukan Negara Demokrasi”.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Aspirasi daerah untuk tegaknya syariah secara formal konstitusional ini tidak hanya di Sumatera Selatan, di Pontianak umat mengelu-elukan Tim Safari Dakwah DPP FPI. Bahkan dengan pengawalan PamVIP dari Polda Kalbar yang melebihi pengawalan dua orang menteri yang datang pada hari yang sama, terasa betul bahwa kecintaan umat akan syariah dan kerinduan mereka akan tampilnya tokoh umat seperti Habib Rizieq Syihab untuk memimpin NKRI dengan Syariah terasa begitu kuat. Dalam pertemuan di salah satu rumah tokoh Pontianak, seorang aktivis KAMMI mendesak agar DPP-FPI mengumumkan mencalonkan Habib Rizieq Syihab sebagai Capres. Esoknya di Universitas Tanjung Pura Pontianak, para hadirin tampak antusias untuk mendukung tegaknya NKRI Bersyariah dan dicapreskannya Habib Rizieq Syihab. Bahkan para pembahas akademisi dari Untan maupun STAIN Pontianak mendukung bila kader-kader FPI dan FUI mengisi posisi-posisi di DPR dan DPRD. 

Kaum muslimin rahimakumullah,

Sebagian kisah dukungan umat di atas kiranya cukup membuat tokoh-tokoh umat dari berbagai ormas dan parpol Islam untuk pede mengusung capres syariah. Tahun 2009 lalu musyawarah pimpinan ormas dalam FUI merekomendasikan kepada PKS dan parpol-parpol Islam agar mengusung KH. Makruf Amien dan Dr. Hidayat Nurwahid dalam pilpres. Namun, mereka ragu, kurang pede. Mereka justru ramai-ramai dukung capres Partai Demokrat SBY-Boediono. Perkembangan kasus Century dan korupsi-korupsi petinggi Partai Demokrat kini membuktikan bahwa pilihan FUI lebih tepat dan selamat.

Oleh karena itu, sudah saatnya para petinggi parpol Islam, politisi muslim, pimpinan ormas Islam, pimpinan pesantren, dan berbagai lembaga keislaman, semua berkumpul, bermusyawarah untuk menetapkan capres dan cawapres syariah bahkan kabinet NKRI Bersyariah untuk diusung bersama seluruh komponen umat dalam pilpres 2014 agar menjadi pemerintah NKRI yang riil demi menyelamatkan bangsa dan negara dengan syariah. Ya, hilangkan rasa minder, kurang pede, dan keraguan. Umat Islam bersatu tak bisa dikalahkan. Mari bangun bangsa Indonesia menjadi “khairu ummah” yang akan mempelopori dunia dalam kebaikan. Allahu Akbar!    

 Allah SWT berfirman:

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.
(QS. Ali imran 139)

Baarakallahu lii walakum....

 

Komentar

Belum ada komentar
Nama

Email


security image
Kode
Komentar