Keluarga Berencana, Mana yang Boleh dan Mana yang Haram?

"Mau dikasih makan apa anak kita nanti?" kata artis Maudy Kusnaedi dalam sebuah tayangan iklan Keluarga Berencana di televisi.

Ya, ketakutan akan ledakan jumlah penduduk yang tak terkendali yang berakibat pada kesulitan pangan, tempat tinggal dan lapangan pekerjaan, menjadi salah satu alasan untuk digulirkan kembali program Keluarga Berencana (KB). Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang paling berkepentingan dalam hal ini. Sebab program yang pernah sukses di zaman orde baru ini, sempat 'hilang' ketika reformasi bergulir. "Dua anak lebih baik," kata BKKBN.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menyampaikan pidato kenegaraan Presiden dalam rangka HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-67 di  depan sidang bersama DPR dan DPD  di Gedung Parlemen Kamis, 16 Agustus 2012 lalu, juga sempat menyinggung persoalan ini. Menurut SBY, pemerintah akan menggalakkan program KB untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

SBY mengatakan kualitas hidup masyarakat dilakukan melalui peningkatan derajat pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, penciptaan kesempatan kerja, penyediaan sarana bagi pelayanan publik.

“Pemerintah berupaya menggalakkan kembali program Keluarga Berencana untuk menciptakan keluarga yang sehat dan sejahtera,” kata SBY.

Saat ini, ujarnya, jumlah penduduk di dalam negeri  mencapai lebih dari 237 juta jiwa, dan  merupakan jumlah penduduk nomor empat terbesar di dunia. “Jumlah penduduk yang semakin besar ini, tentu membawa tantangan bagi kita untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk,” kata SBY.

Pada masa orde baru, program KB sempat mendapat tantangan dari kalangan Islam, terutama pondok pesantren. Ini karena program KB dianggap bertentangan dengan ajaran Islam yang dibawa Rasulullah Saw, di mana dalam sebuah hadits Rasulullah menyuruh umat Islam agar memiliki anak yang banyak (dan berkualitas) untuk dibanggakan kelak di hari akhir.  “Nikahilah perempuan yang penyayang dan subur (banyak anak), karena sesungguhnya aku akan membanggakan (banyaknya jumlah kalian) dihadapan umat-umat lain (pada hari kiamat nanti),” kata Rasulullah Saw.

Pada zaman orde baru, sasaran utama program ini memang umat Islam. Dan faktanya memang berhasil. Sementara bagi orang-orang non-Islam, sepertinya tidak berlaku. Kalangan Cina tak menghiraukan program ini sehingga mereka berkembang dengan pesat. Pun demikian dengan orang-orang Nasrani. Sehingga sebagian kalangan menganggap program ini sebagai upaya untuk mengurangi populasi umat Islam di Indonesia.

Terlepas dari semua itu, sebenarnya bolehkah KB menurut Islam?. Mengapa pertumbuhan jumlah umat Islam begitu ditakuti oleh musuh-musihnya?. Dr Muhammad Hussein Abdullah dalam bukunya, Dirasat fil Fikr al-Islamiy, menjawab dengan lugas pertanyaan itu. Menurutnya dalam program KB, perlu dibedakan antara "pembatasan kelahiran" dengan "pengaturan kelahiran".

Pembatasan Keturunan: Haram!

Pembatasan keturunan berarti pemutusan masa kelahiran selamanya dengan menggunakan obat-obatan atau operasi. Hal itu dilakukan guna membatasi jumlah penduduk hingga batas tertentu. Seorang wanita tidak diperbolehkan memiliki anak melebihi jumlah yang telah ditentukan. Selanjutnya akan dilakukan pemutusan masa kelahiran (bila jumlah anak telah mencapai batas maksimum). Hal ini dilakukan agar ketersediaan barang dan jasa di dalam masyarakat bisa terpenuhi.

Orang-orang Barat telah mengadopsi ide ini, dan diterapkan di negeri mereka. Ide ini kemudian dipasarkan ke negeri-negeri muslim seperti Mesir, Pakistan, dan Palestina. Ide ini terus dipaksakan melalui penjajahan dan gerakan misionaris. Sebab, pertambahan (jumlah penduduk) dan kekuatan kaum muslim telah mengancam orang-orang Barat dan aqidah mereka.

Ide ini terpancar dari aqidah Kapitalisme yakni sekulerisme (pemisahan agama dari kehidupan). Pada saat yang sama ide ini bertentangan dengan dan bertolak belakang dengan pemahaman tentang rizki, menurut umat Islam, yang lahir dari aqidah Islam. Islam telah menjelaskan bahwa rizki berasal dari Allah, dan bahwa ajal juga berada di tangan Allah. Allah swt berfirman:

Dan tidak ada satu binatang melata pun di bumi melainkan Akkah-lah yang memberi rizkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).
(QS. Huud[11]: 6).

Rasulullah saw bersabda:

«Ù„َنْ تَمُوْتَ نَفْسً حَتَّى تَسْتَوْفِي أَجَلَهاَ وَرَزَقَهاَ وَماَ قَدْرَلَهاَ»

Tidak akan suatu jiwa hingga terpenuhi ajal dan rizkinya serta apa yang telah ditakdirkankan kepadanya.


Ide tentang pembatasan keturunan ini diharamkan menurut syara’. Negara Islam atau umat Islam tidak boleh mengadopsi dan mengamalkan ide ini. Alasannya ada dua, yaitu:

1. Ide ini lahir dari aqidah Kapitalisme yakni sekularisme yang merupakan aqidah kufur yang bertentangan dan bertolak belakang dengan aqidah Islam. Jadi, ide ini diharamkan dan siapa saja yang mengadopsi dan mengamalkannya akan mendapatkan adzab dari Allah.

2. Islam mendorong untuk memperbanyak keturunan. Rasulullah saw bersabda:

«ØªÙŽØ²ÙŽÙˆÙ‘َجُوْا الْوَدُوْدُ الْوَلُوْدُ، فَإِنِّي مَكاَثِرَ بِكُمُ اْلأُمَمِ»

Nikahilah wanita yang penuh kasih sayang dan dapat melahirkan. Karena sesungguhnya aku akan membanggakan banyaknya jumlah kalian di hadapan umat lainnya.

Disamping itu, karena Islam telah menjadikan pemeliharaan atas keturunan termasuk salah satu tujuan mulya (al-matsal al-‘ulyaa). Dalam hal ini, Islam telah mensyari’atkan beberapa hukum yang berfungsi memelihara keturunan. Allah swt berfirman:

Janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kelaparan. Kamilah yang akan memberi rizki kepada mereka dan kepada kamu… (QS. AL Isra' [17]: 31)

Pengaturan Kelahiran: Mubah!

Pengaturan kelahiran adalah urusan pribadi untuk mengatur kelahiran. Sebab, pengaturan kelahiran, biasanya, hanya dilakukan oleh seorang suami atau istri ataupun keduanya, untuk menghentikan masa kelahiran secara temporal ataupun abadi; disebabkan karena adanya problem kesehatan, masalah kesanggupan mengurus anak, atau karena sebab-sebab lainnya.

Pengaturan kelahiran sebagai aktivitas individual yang bersifat pilihan telah diperbolehkan secara syar’iy. Islam telah membolehkannya. Abu Dawud telah meriwayatkan sebuah hadits tentang seorang lelaki yang mengatakan, “Wahai Rasulullah, aku memiliki budak wanita dimana aku tidak suka akan kehamilannya. Padahal aku menghendaki sesuatu sebagaimana yang diinginkan setiap lelaki. Namun orang Yahudi mengatakan bahwa ‘azl adalah pembunuhan kecil”. Maka Rasulullah mengatakan, “Orang Yahudi telah berdusta. Kalau seandainya Allah menghendaki untuk menciptakannya (menjadikannya manusia) maka engkau tidak akan sanggup mengubahya”. Jabir bin Abdullah mengatakan, “Kami melakukan ‘azl pada masa Nabi saw, sedangkan al Qur'an masih turun. (HR. Bukhari dan Muslim)

Di antara bukti nyata yang menunjukkan pentingnya memperbanyak jumlah penduduk di dunia Islam dengan pertumbuhan penduduk yang terdapat di Palestina yang saat ini sedang diduduki (oleh Israel). Sebab, pertumbuhan penduduk menjadi unsur terkuat faktor untuk mempertahankan diri dari keberadaan orang-orang Yahudi di bumi Palestina. Seorang rabbi Yahudi yang menjadi penggerak para pendeta Yahudi, pernah mengatakan di dalam sebuah bukunya berjudul “Duri Di Matamu” di bawah Pasal Setan [Demografi] Kependudukan. Ia mengatakan, “Ratio rata-rata kelahiran dalam jumlah besar di kalangan orang-orang Arab yang diakui dengan jelas dan tiada duanya, adalah kelompok anak-anak di dunia. Sebab, tidak ada satupun tempat di dunia ini yang jumlah para pemudanya mencapai jumlah seperti ini, sebagaimana yang terjadi pada paruh penduduk Arab”.

Sesungguhnya, pertumbuhan jumlah penduduk di Palestina saja telah mengkhawatirkan orang-orang Yahudi. Lantas bagaimana pula jika pertumbuhan seperti ini terjadi di seluruh penjuru dunia Islam. Tentu mereka akan menjadi kekuatan yang besar. Dan jika terdapat sebuah kepemimpinan yang benar yang tegak di atas landasan Islam niscaya mereka akan menjadi suatu kekuatan nomor satu di dunia. Dan mereka akan menyelamatkan manusia dari berbagai kesengsaraan, kemiskinan, dan kejahatan yang mereka rasakan sebagai akibat dari diterapkannya aturan (sistem) buatan manusia.

Red: shodiq ramadhan

 

Komentar

28.08.201208:21
Abdul Mukti
Clara pasti kafir tuh, kok pendapatnya sangat memusuhi Islam, ngapain dia membaca artikel Islam, mau mengetahui rahasia-rahasia ummat Islam?
24.08.201211:24
husna
jagalah diri dan keluargamu dari api neraka. bukan dari lapar dan miskin
24.08.201209:40
clara
Jika Islam menjadi kekuatan nomor satu di dunia, pasti tdk ada kedamaian apalagi kesejahteraan. Sejak jaman jahiliyah sampai sekarang tdk ada negara Islam di dunia yang damai dan sejahtera.
24.08.201205:20
Arabz
Mau mengakui atau tidak, ternyata selain Freemasonry dengan New World Order-nya, orang-orang Islam pun juga bernafsu menguasai bumi. Pantas saja mereka mengharamkan KB. Hahaa...
22.08.201217:04
Sigit
Ya silahkan saja penuhi bumi ini dengan umat manusia, ntar bakalan banyak pohon yang ditebang, hutan yang digusur, tanah yang digarap, polusi yang merebak kemana-mana, pengangguran akibat lapangan pekerjaan sempit, masalah-masalah sosial, SDA makin menipi
22.08.201209:58
andik
yoi beranak beranak aja...masalah tuh anak terpenuhi kebutuhannya ya urusan dia. paling apes jadi anak jalanan.
22.08.201206:24
neela
Jd ksimpulannya, trgantung niat x ya... Klo mmbatasi klahiran ga boleh... Klo mngatur jarak klahiran supaya khidupan anak nya lbh baik boleh... Tp kan smua usaha manusia, Allah yg menentukan..
21.08.201212:30
heroe
Dlm Bibel(Kejadian 1:27-28): ...lalu Allah berfirman kpd mrk:"Beranakcuculah & ber+ byk;penuhilah bumi".Tuhan mrk aja nyilakan byk anak,knapa mnusia mbatasin?aneh.
21.08.201212:30
kharisah
sebenarnya orang yang pake kb itu dosa apa enggak sih aku kan jadi bingung?
21.08.201210:46
yayan elpiyana
Dan tidak ada satu binatang melata pun di bumi melainkan Akkah-lah yang memberi rizkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS. Huud[11]: 6). maaf pak ad
Nama

Email


security image
Kode
Komentar

Berita Terbaru

Sabtu, 18/05/2013 17:13:42 Alhamdulillah Kini Hadir RSIA Islam di Bogor Sabtu, 18/05/2013 14:50:50 KH Ma'ruf Amin : Waspadai Kebangkitan PKI Sabtu, 18/05/2013 14:39:01 Kelompok Oposisi Liberal Desak Presiden Mursi Mundur Sabtu, 18/05/2013 14:21:20 Hukum Safar bagi Wanita Sabtu, 18/05/2013 14:06:15 Awas Wabah Chikungunya Ancam Kesehatan Keluarga