Rugi Besar Buka Hubungan Diplomatik dengan Israel

KH. Muhyiddin Junaidi, MA
(Ketua Bidang Kerjasama dan Hubungan Internasional MUI)


Perjanjian Perdamaian antara Mesir, Yordania dan Palestina (Fatah) dengan negara  Zionis Israel ternyata merugikan ketiga negara Arab tersebut. Paling tidak kedaulatan mereka telah dirampas Israel dan AS, sehingga ketiganya sangat tergantung pada AS. Sementara AS sendiri tidak mampu mengendalikan Israel yang sering berbuat zalim terhadap rakyat Palestina di Gaza (Hamas) yang mengalami blokade selama 5 tahun ini.

Seharusnya itu menjadi pelajaran berharga bagi siapa saja pejabat Indonesia yang ingin membuka hubungan diplomatik dengan Israel, termasuk hubungan perdagangan dan militer. Jika sampai terjadi, umat Islam Indonesia pasti akan bangkit menentang hubungan gelap atau hubungan haram antara Indonesia dengan negara penjajah tanah suci Palestina tersebut.

Berikut ini wawancara Tabloid Suara Islam dengan KH. Muhyiddin Junaidi, MA, Ketua Kerjasama dan Hubungan Internasional Majelis Ulama Indonesia, seputar rencana pemerintah yang akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel, sementara hubungan perdagangan dan militer sudah terjalin sejak zaman Orde Baru.    

Suara Islam: Apakah hubungan gelap Indonesia dengan Israel memang sudah lama terjalin ?


KH. Muhyidin: Kalau kita lihat sejarah, maka akan kita temukan dalam banyak literatur, sesungguhnya Zionis internasional sudah masuk ke Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda. Kalau baca buku Steaven, yang menjelaskan secara rinci betapa Zionis masuk ke Indonesia dengan menggunakan berbagai macam payung walau pun tidak begitu kentara.

Sebelum atau setelah Reformasi, hubungan Indonesia dan Israel dalam sektor perdagangan dan militer memang ada, walau pun tidak begitu jelas dan kentara. Seperti ketika Mayjen TNI Prabowo Subianto menumpas OPM di Papua yang menculik sejumlah turis asing. Waktu itu Indonesia membeli pesawat tanpa awak dari Israel dengan berbagai macam alasan. Kita bisa menyimpulkan, memang Israel dengan berbagai macam cara ingin masuk ke Indonesia, karena sebagai negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia. 

Suara Islam: Apa tujuan didirikannya Organisasi Yahudi Internasional seperti Free Masonry dan Iluminati ?

KH. Muhyidin: Didirikannya Organisasi Yahudi Internasional seperti Free Masonry dan Iluminati di belakangnya, mereka memiliki lima garapan dan ini yang baru diketahui masyarakat internasional. 

Pertama, mereka ingin menghancurkan aqidah setiap agama terutama Islam dengan berbagai macam cara, sehingga tidak akan ada aqidah dan iman. Jadi umat Islam hidup tanpa aqidah dan iman. Pada akhirnya nanti Free Masonry dan Iluminati menjadikan penduduk dunia hidup di awang-awang. Padahal tanpa Islam, maka manusia akan mengalami kekeringan hidup.

Kedua, pada sektor politik, ini digarap secara detail dan teliti agar ada sebuah new world order (tatanan dunia baru) yang diinginkan oleh mereka, bukan masyarakat internasiaonal, dan yang sesuai dengan konsep mereka. Bagi kita umat Islam, ini  merupakan new world disorder (kesemrawutan tatanan dunia).

Ketiga, Freemasonry memang memiliki gagasan besar, ingin menguasai ekonomi dunia. Mereka menginginkan ekonomi ribawi dimana pelaku ekonomi tergantung kepada riba atau bunga bank atau sistem ribawi, padahal Islam menginginkan sistim ekonomi syariah. Menggunakan sistem riba akan merusak dan sekarang sudah terbukti. Sistem ekonomi kapilatis liberal mereka paksakan kepada dunia, mereka menganggap ini paling baik untuk menyelamatkan ekonomi dunia, tetapi kenyataannya justru sebaliknya. Ini sudah terjadi di Amerika Latin, Afrika, Eropa, Asia termasuk Indonesia setelah bersedia menerima bantuan IMF.   

Padahal sekarang kita memasuki era Reformasi dengan ekonomi syariah. Sementara demi mempertahankan sistem ekonomi ribawi, mereka menggelontorkan dana secara besar-besaran, sehingga sistem ekonomi syariah yang baru saja muncul belum mampu bersaing dengan sistem ekonomi ribawi. Mereka masuk melalui Multi National Corporation (MNC) yang menjadikan ekonomi ditangan mereka. 

Keempat, bidang sosial budaya sekarang hancur-hancuran. Dalam bidang sosial, berbagai bentuk kekerasan tersebar luas, mereka menginginkan life style yang sama di dunia, dimana makanan dipaksakan sama, pola minum juga sama dan tampaknya mereka berhasil. Bahkan rencana Lady Gaga datang ke Indonesia pada awal Juni nanti didukung, padahal dia dikenal sebagai penyembah setan. Apakah kita sudah kehilangan qudwah (suri tauladan), dimana anak-anak muda sama mengidolakan penyanyi kafir dan musyrik, dimana mereka merusak akhlak para pemuda Islam.

Kelima, dalam bidang pendidikan, mereka menggarap sistem pendidikan agar dipisahkan antara pendidikan agama dan umum. Kita dipisah dengan akar budaya local wisdom kita sendiri, semuanya karena salah pendidikan. Akhirnya hasilnya menjadi kelompok hedonis, materialis dan individualis. Kalau menjadi pejabat atau anggota DPR menjadi hedonis dan materialis. Maka timbullah generasi pemenuh syahwat, ini sangat berbahaya.

Suara Islam: Dalam sejarah, Bung Karno justru berusaha menekan kelompok Zionis Yahudi di Indonesia  ?

KH. Muhyidin: Karena Bung Karno seorang pemimpin yang rajin membaca sehingga pemahamannya cukup luas, berilmu secara otodidak dan memiliki kapasitas untuk berdebat. Bung Karno mengetahui bahayanya gerakan Zionis, sebab kalau kita sudah dirasuki pola hidup Zionis  maka akan sangat berbahaya. Zionis internasional terus menerus mencari titik lemah umat Islam.

Zionis tahu kalau Indonesia tidak akan mengakui kedaulatan Israel sampai negara Yahudi itu mengakui kedaulatan negara Palestina. Tetapi nantinya akan ada yang berkata, kalau ingin aktif membantu Palestina, maka perlu dibuka hubungan diplomatik dengan Israel. Pendapat seperti itu jelas menjerumuskan, karena kita tidak memiliki bargaining position yang kuat, ekonomi dan militer  kita lemah.

Adapun yang kaya dan kuat seperti AS, menekan Israel tidak berhasil, apalagi Indonesia. Kita memiliki tendensi ketergantungan ekonomi, bagaimana akan menekan Israel. Bahkan kita akan beli pesawat tanpa awak dari Israel, apa itu tidak gila! Pada saat emosi bangsa Indonesia anti Israel, mengapa para petinggi negara malah menyarankan beli pesawat dari Israel, itu keterlaluan! Kalau beli pesawat jelas uangnya dari rakyat yang membayar pajak dan mayoritas mereka adalah umat Islam.  

Suara Islam: Apakah negara Zionis Israel akan terus memperluas wilayahnya ?

KH. Muhyidin: Pendudukan Israel tidak akan berhenti sampai di Gaza dan Tepi Barat, mereka sudah mempunyai map the great Israel, yang mencakup wilayah Yordania, Suriah, sebagian Mesir dan Arab Saudi. Selama ini Israel selalu menakut-nakuti Arab Saudi melalui AS, katanya Iran akan memiliki senjata nuklir. Akhirnya kita pun terkena dampaknya, dimana membeli minyak dengan harga mahal. Ini jelas permainan Yahudi Internasional.

Suara Islam: Jadi sebenarnya dunia sedang diperbudak Zionis Israel ?

KH. Muhyidin: Ya, memang begitu kenyataannya. Jumlah Yahudi di seluruh dunia tidak sampai 20 juta orang, tetapi mereka menguasai dunia. Kalau masyarakat internasional berhasil merobohkan tembok Berlin sebagai simbol robohnya Komunisme, tetapi rezim Zionis Israel justru membangun tembok baru, mengapa PBB dan bangsa Arab diam saja ? Mengapa Indonesia tidak bisa bersuara, dikarenakan ketergantungannya kepada AS sebagai sekutu Israel. 

Suara Islam: Kalau ada mantan tokoh mahasiswa Islam yang menghadiri HUT Israel atas undangan Dubes Israel di Singapura, apa bukan pengkhianatan terhadap bangsa sendiri ?

KH. Muhyidin: Dengan menggunakan akal sehat,  itu berarti melanggar UUD 1945 dan Muqoddimahnya, karena kita tidak mengakui penjajah. Israel adalah penjajah tanah suci Palestina dan kita menentang setiap bentuk penjajahan dimuka bumi ini. Israel menganeksasi wilayah Palestina, dimana rakyat Palestina diusir, rumahnya dihancurkan, masjidnya dirobohkan, yang melawan dibunuh dan dipenjarakan tanpa adanya proses pengadilan. Apa ini bukan penjajahan!. Mereka yang menghadiri HUT Israel adalah pengkhianat double standard.  Itu melanggar konstitusi dan menyakiti perasaan umat Islam Indonesia. Mengapa mereka harus pergi ke Israel, jangan-jangan mereka antek Yahudi. Kelompok yang mendukung kemerdekaan Israel adalah kaki tangan Yahudi.

Suara Islam: Bagaimana dengan Kadin Indonesia yang membuka hubungan dagang dengan Israel ?

KH. Muhyidin: Perdagangan di dunia memang tidak mengenal batas. Seperti Qatar yang menjadi pendukung utama Arab Springs, ternyata memberikan kebebasan kepada Israel untuk berdagang. Bagi saya, membuka hubungan dagang dengan Israel lebih banyak ruginya daripada untungnya, lebih banyak mudhorotnya daripada manfaatnya. 

Penduduk Israel hanya 6 juta orang dan komoditas yang mereka butuhkan dari Indonesia tidak ada. Mereka lebih banyak membutuhkan dari negara tetangganya. Lebih baik kita membuka hubungan dagang dengan negara-negara Islam seperti Iran yang berpenduduk 75 juta orang, Mesir 80 juta orang dan Arab Saudi 20 juta orang. Mereka kaya raya dan kita memiliki hubungan emosional dengan mereka. Kalau hubungan dengan Israel, saya kira itu hanya trik saja yang dilakukan kaki tangan Yahudi Internasional agar kita terlena dan bertekuk lutut. Kalau kita ingin berkontribusi dan berpartisipasi dengan Israel, itu semua bohong dan tidak ada gunanya. 

Suara Islam: Kalau berkunjung ke Israel niatnya berziarah ke Masjidil Aqsho di Baitul Maqdis, bagaimana ?

KH. Muhyidin: Kalau berziarah ke Al Quds As Syarif, masih sah-sah saja, karena kita di sunnahkan untuk berziarah kesana. Tetapi kalau berziarah ke Israel, saya yakin lebih banyak mudhorotnya, sebab dengan berkunjung kesana berarti kita menjustifikasi negara Israel. Berkunjung ke Al Aqsho jelas berbeda dengan berkunjung ke Tel Aviv atas undangan pemerintah Israel. Janganlah melukai perasaan mayoritas rakyat Indonesia dengan berkunjung ke Israel.

Suara Islam: Mengapa kita harus anti Israel, apa alasannya ?

KH. Muhyidin: Pertama, Israel pelanggar HAM nomor wahid di dunia. Kedua, Israel tidak memiliki rasa kemanusiaan. Ketiga, Israel mencaplok wilayah negara Arab. Keempat, Israel merusak tempat suci umat Islam. Kelima, Israel melakukan pembunuhan terhadap rakyat Palestina. Apakah itu tidak cukup untuk alasan kita anti Israel? Makanya di dalam Al Qur’an dikatakan kita harus bersikap tegas terhadap orang-orang kafir, dan lemah lembut terhadap orang-orang Islam. Jadi kita jangan sampai membuka hubungan diplomatik dan hubungan dagang dengan Israel, pasti akan rugi.

Suara Islam: Kalau berdamai dengan Israel seperti dilakukan Presiden Anwar Sadat, Raja Husain dan Yasser Arafat, bagaimana ?

KH. Muhyidin: Mereka itu dalam keadaan terpojok, sebetulnya itu salah. Kita tahu siapa  istri Arafat, siapa Anwar Sadat. Israel itu licik, Mesir berhubungan dengan Israel melalui AS. Setiap tahun Mesir dibantu USD 3 miliar oleh AS, sehingga tidak mungkin bisa lepas dari AS. Militer Mesir hanya pura-pura mengertak Israel, tetapi mereka sesungguhnya bermain mata.

Siapa yang menutup perbatasan Gaza! Seharusnya sesama bangsa Arab dan umat Islam, pemerintah Mesir mendukung saudaranya yang di zalimi di Gaza oleh Israel. Mengapa tidak ada RS Mesir di Gaza, tidak ada trade centre Mesir di Gaza. Malah sekarang sedang dibangun RS Indonesia di Gaza. Justru Indonesia dan Iran yang berbuat  untuk Palestina, bukan berarti saya mendukung Syiah. Memang dalam konteks hubungan internasional, Iran berani secara terang-terangan menghadapi Israel dan AS. Bahkan para pejuang Hamas dan Fatah dibantunya untuk menghancurkan Israel.   

Suara Islam: Kalau ada yang mengatakan, permusuhan antara Iran dan Israel sebenarnya hanya pura-pura, bagaimana komentar pak Kyai ? 

KH. Muhyidin: Saya tidak berpendapat seperti itu. Permusuhan kedua negara itu sudah pasti. Siapa yang paling ngotot untuk menyerang fasilitas nuklir Iran, padahal Israel satu-satunya negara nuklir di Timur Tengah. Mengapa Israel tidak mau menyerang fasilitas nuklir Pakistan, karena Pakistan sama sekutu AS. Saya melihat teman-teman yang terlalu negatif thinking terhadap Iran, lihat dulu. Sekarang di Iran ada 60.000 orang Yahudi dan mereka akan dibayar USD 150.000 per orang jika bersedia pindah ke Israel. Tetapi kenyataannya mereka tidak mau pindah ke Israel. Jadi kita jangan  membuat pernyataan yang terlalu gegabah seperti itu, kenyataannya memang begitu.

Siapa yang membunuh para ahli nuklir Iran, mengapa terjadi perang antara Hizbullah dan Israel tahun 2006 lalu. Apakah orang yang anti rezim Arab Saudi dan berdemo, apa demonya hanya pura-pura, jelas tidak ! Bacalah literatur, jangan sampai kebencian kita pada suatu kelompok, membuat kita tidak berbuat adil, seperti disebutkan dalam Al Qur’an. Janganlah karena kita anti Syiah, terus apa yang dilakukan Syiah tidak ada yang benar. Syiah ada yang benar dan ada yang tidak benar. Apa yang dilakukan Arab Saudi banyak yang benar tetapi ada juga yang tidak benar. Ada Syiah yang sesat tetapi ada juga yang sama dengan kita, demikian pula dengan Sunni. Apakah Rabithah Alam Islami mengeluarkan fatwa tentang Syiah sesat? Apakah Majmaut Buhuts mengeluarkan fatwa tentang Syiah sesat? Apakah Organisasi Konferensi Islam mengeluarkan fatwa tentang Syiah sesat ? kan tidak !   
           
Suara Islam: Pemerintah SBY kelihatan masih malu-malu berhubungan dengan Israel, meski dibelakang lain lagi ?

KH. Muhyidin: Saya berharap pemerintah jangan bermain dengan api. Sudah jelas, negara Arab yang menandatangani perjanjian damai dengan Israel semuanya rugi. Mesir kedaulatannya dijual, sementara Qatar tidak mempunyai kedaulatan lagi, semuanya ditekan AS. Kita tidak ingin pura-pura seperti negara Arab, dengan dalih secara geostrategis dekat dengan Israel sedangkan kita yang jauh kok tidak menjalin hubungan diplomatik. Jelas itu berkaitan dengan aqidah dan konstitusi, sehingga tidak ada untungnya membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

Saya berharap kepada pemerintah Indonesia siapa pun presidennya, silahkan kalau ingin mengakui Israel. Lihat dulu apakah negara Palestina merdeka sudah terwujud dan sudah diakui sebagai anggota PBB, baru nanti kita melakukan langkah-langkah berikutnya dan didiskusikan dengan wakil rakyat. Memang pemerintah sekarang sudah terbiasa dengan keragu-raguan. 

Suara Islam: Apakah wilayah negara Palestina merdeka termasuk Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem Timur ?

KH. Muhyidin: Wilayah negara Palestina merdeka adalah tanah Palestina sebelum perang tahun 1967 termasuk Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Juga seluruh wilayah yang diduduki dan dianeksasi seperti Dataran Tinggi Golan harus dikembalikan ke Suriah.

Suara Islam: Mengapa Israel mengincar Indonesia, apa karena penduduk  muslimnya terbesar di dunia ?

KH. Muhyidin: Secara politik suara kita masih diperhitungkan, secara ekonomi kita diantara negara G-20 yang besar ekonominya dan mengalahkan negara maju, itu merupakan dua modal penting. Israel amat berkepentingan kita ingin dijadikan kelinci percobaan dalam melakukan demokrasi ala Yahudi seperti demokrasi liberal. Begitu demokrasi tegak, kenyataannya yang berkuasa adalah orang yang pinjam duit dari penguasa dan pengusaha. Kalau ada pengusaha sukses pasti akan mudah jadi penguasa karena bisa membayar. Apakah kondisi ekonomi sekarang semakin baik. Memang kita perlu demokrasi, tetapi jangan kebablasan.     

Suara Islam: Apa untungnya membuka hubungan diplomatik dengan Israel ?

KH. Muhyidin: Tidak ada untungnya sama sekali membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Dampak negatif dan kerugiannya akan jauh lebih besar daripada keuntungannya. Saya berharap para pemimpin bangsa jangan melukai perasaan rakyat Indonesia dengan berbagai macam dalih untuk membuka hubungan dengan Israel. Berfikirlah secara murni, tanyakanlah pada hati nurani dan bertaqwalah serta mintalah kepada Allah SWT. Belajarlah sejarah, karena sejarah akan terulang kembali. 

Suara Islam: AS sebagai sekutu utama Israel mendirikan pangkalan militer di Darwin Australia. Apakah itu bermakna campur tangan AS semakin dalam di Indonesia ? 

KH. Muhyidin: Jarak Darwin dan Indonesia hanya kurang lebih 800 km. Mengapa tidak mendapat reaksi apa-apa dari pejabat Indonesia, itu sebuah keanehan. Kenapa kita diam saja, kabarnya sebelumnya sudah dikasih USD 800 juta oleh AS.  Sebagaimana dikatakan Ibnu Khaldun: “Orang yang kalah selalu mengikuti perilaku orang yang menang. Pola pikirnya, pakaiannya, budayanya dan sebagainya.”

Kita sekarang sudah inferior compleks, dimana izzah kita. Apalagi jarak dari PT Freeport tidak jauh, padahal itu merupakan kandungan emas terbesar di dunia. Saya sangat prihatin dengan kebijakan Luar Negeri AS yang membuka pangkalan militernya di Darwin, karena justru akan menimbulkan instabilitas di kawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik. Kalau ingin mengimbangi kekuatan China silahkan, kita kan sudah punya spirit of Asean. 

Suara Islam: Apa karena di negara ini banyak bercokol antek Israel di pemerintahan SBY ?

KH. Muhyidin: Saya kira kolaborator Israel banyak, karena tujuan mereka adalah perut dan bisnis. Masak segala sesuatunya harus diukur dengan bisnis, keterlaluan! Padahal prinsip kita bersikap keras terhadap orang kafir dan lunak terhadap sesama kaum muslimin.

(Abdul Halim)


Biografi:
Nama:  KH Muhyiddin Junaidi MA
Tempat Tgl lahir: Jakarta, 5 Mei 1954
Nama Orang Tua: KH Junaidi bin Asnawi (Ayah) dan Hj Siti Muhaya (Ibu)
Pendidikan: Universitas Islam Tripoli Libia (Strata-1)
South Pasific University, Suva, Fiji (Strata-2)
Jabatan: Koordinator Lembaga Dakwah Islam Libia di Indonesia.
Ketua Kerjasama dan Hubungan Internasional MUI
Penguasaan Bahasa Asing: Arab, Inggris dan Perancis.

 

Komentar

Belum ada komentar
Nama

Email


security image
Kode
Komentar