Bersatu dengan Tali Islam

Kaum muslimin rahimakumullah

Allah SWT berfirman:

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (QS. Ali Imran 103)

Kaum muslimin rahimakumullah,

Dalam Tafsir Al Wajiz  diterangkan bahwa Allah befirman kepada kaum Aus dan Khazraj, dua bangsa penyusun golongan sahabat Nabi yang merupakan penduduk pribumi kota Madinah yang dikenal sebagai kaum Anshar: Berpegang teguhlah kalian kepada dinullah dan janganlah kalian berpecah-belah sebagaimana keadaan kalian di zaman jahiliyah yang saling bunuh tanpa dasar agama Allah. Ingatlah nikmat Allah kepada kalian berupa dienul Islam. Dimana di zaman jahiliyah kaum Aus berperang dengan kaum Khazraj sampai Allah SWT mempersatukan hati mereka dengan Islam sehingga hilang kedengkian di antara mereka dan mereka menjadi saudara yang saling menyayangi.  Jadi pada zaman jahiliyah itu kalian berada di tepi jurang neraka, maka Allah menyelamatkan kalian dengan Islam dan Nabi Muhammad saw. 

Kaum muslimin rahimakumullah,

Ibarat lidi-lidi yang berserakan yang tidak punya kekuatan dan manfaat yang signifikan, maka umat Islam  dipersatukan dan diikat satu sama lain dengan tali agama Allah, dienullah, dienul Islam, sehingga menjadi sapu lidi yang kuat dan bermanfaat untuk membersihkan halaman kotor dan mungkin pula untuk digunakan mengusir binatang pengganggu. 

Perintah bersatu atas dasar agama Islam dalam ayat di atas ditegaskan dengan larangan berpecah-belah alias bercerai-berai. Allah SWT berfirman: walaa tafarraquu... (Jangan kalian bercerai-berai!). Sebab bercerai-beraiakan melemahkan umat Islam dan membuat umat menjadi gagal dan hilang kekuatan dan kewibawaannya.  Allah SWT berfirman:

Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. Al Anfal 46)

Kaum muslimin rahimakumullah

Tali agama Allah adalah  tali yang mengikat kehidupan umat Islam baik dalam kehidupan pribadinya, kehidupan berkeluarga, kehidupan bermasyarakat, maupun kehidupan bernegara.  

Dalam kehidupan pribadi, seorang muslim wajib berpegang teguh kepada Islam. Kalau tidak berpegang teguh kepada Islam, dia bisa melakukan perbuatan kemaksiatan dan keluar dari jalan Allah SWT.  Na’udzubillahi mindzalik!  

Untuk itu, Islam mewajibkan sejumlah kewajiban ibadah untuk mengendalikan jiwa dan perilakunya dengan keterikatannya dengan hukum syariah, di antaranya yang terpenting adalah sholat lima waktu.  Allah SWT berfirman:

...dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(QS. Al Ankabut 45).

Seorang muslim juga terikat dengan hukum Allah dalam hubungan suami Istri dan kehidupan keluarga.  Islam menganjurkan menikah dan mengharamkan perzinaan.  Islam memberikan petunjuk yang rinci dalam kehidupam sebelum menikah, kehidupan di dalam pernikahan, maupun kehidupan setelah pernikahan atau perceraian.  Allah SWT berfirman:

Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma'ruf atau menceraikan dengan cara yang baik. tidak halal bagi kamu mengambil kembali sesuatu dari yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Jika kamu khawatir bahwa keduanya (suami isteri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh isteri untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya....
(QS. Al Baqarah 229).

Demikian juga dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara kaum muslimin diwajibkan berpegang teguh kepada tali agama Allah sehingga ketertiban masyarakat akan terjaga dengan ketaqwaan oleh individu masyarakat, adanya amar makruf (menyuruh berbuat baik) dan nahi mungkar (melarang perbuatan buruk) di tengah-tengah masyarakat, dan  ketegasan pelaksanaan hukum syariat serta keadilan dari penguasa. Allah SWT berfriman:

Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka...
(QS. Al Maidah 49).

Juga Allah  SWT berfirman:

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya... (QS. At Taubah 71).

Berkaitan dengan dorongan iman dalam keterikatan kepada hukum syariat Islam, Allah berfirman:

Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.
(QS. An Nisa 65).

Kaum muslimin rahimakumullah,

Itulah sebagian hukum-hukum syariat Allah SWT yang merupakan tali Allah (Hablullah) yang kita semua diperintahkan untuk berpegang teguh kepadanya (Wa’tashimu bihablillahi jamii’a). Tali Allah itu dibangun dengan dakwah kepada Islam dan amar ma’ruf nahi munkar, yang mengingatkan kepada Allah dan hari akhir, serta memberikan petunjuk kepada syariat Islam, menghindarkan masyarakat dari penyimpangan, dengan tujuan untuk menjaga kesatuan umat, menjamin kehidupan dan kebutuhan masing-masing individu yang semua itu mengarah kepada kekuatan, kemajuan, dan keunggulan umat ini. 

Umat yang bersatu dengan tali agama Allah ini digambarkan soliditasnya oleh Rasulullah saw. yang bersabda:
  
Perumpamaan kaum mukmin dalam kehangatan, kasih sayang, dan saling merasakan dalam kehidupan meraka seperti satu tubuh.  Jika satu anggota tubuh mengeluh, maka seluruh jasad ikut mengaduh dengan demam dan tidak bisa tidur” (HR. Imam Muslim)

Juga dalam hadits beliau saw.: 
 “Mukmin yang satu dengan mukmin yang lain bagaikan suatu bangunan, sebagian mereka saling mengisi satu sama lain”. (HR. Imam Bukhari).

Kaum muslimin rahimakumullah

Bersatu dengan tali agama Allah adalah rahasia keunggulan umat Islam generasi awal yang berhasil mengungguli dua negara adidaya waktu itu, Rumawi dan Persia, dan itulah yang akan membangkitkan umat ini hari ini. 

Baarakallahu lii walakum...


 

Komentar

Belum ada komentar
Nama

Email


security image
Kode
Komentar