Grasi Antasari Bermotif Politik

Antasari Azhar bertemu Jokowi di Istana Negara Jakarta, Kamis 26 Januari 2017. [foto: infohumas.com]

Jakarta (SI Online) - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah sependapat dengan Ketua Umum DPP Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tentang pemberian grasi pemerintah kepada mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar.

Menurut SBY, pemberian grasi kepada mantan narapidana kasus pembunuhan Direktur PT Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen itu kental dengan muatan politik.
 
Hal itu diamini Fahri Hamzah. Menurutnya, anggapan SBY sangat masuk akal jika melihat serangan-serangan yang dilancarkan Antasari pasca diberi grasi.
 
"Sangat masuk akal (grasi Antasari bermuatan politik)," ujarnya saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/2), seperti dikutip Rakyat Merdeka Online.
 
Fahri bahkan mengaku tengah menunggu grasi serupa diberikan pemerintah kepada mantan Ketua Umum DPP Demokrat Anas Urbaningrum. Sehingga, semakin sempurna bahwa ada motif politik di balik sikap pemerintah tersebut. 
 
"Saya berharap Anas diberi grasi agar sempurna (serangan politik pemerintah)," pungkasnya.
 
SBY melalui akun Twitter @SBYudhoyono pernah menuturkan bahwa ada motif lain di balik pemberian grasi terhadap Antasari Azhar oleh Presiden Joko Widodo. Kata SBY, grasi itu diberikan untuk menyudutkannya.
 
"Yang saya perkirakan terjadi. Nampaknya grasi kepada Antasari punya motif politik dan ada misi untuk serang dan diskreditkan saya (SBY)," kicau SBY. 
 
red: abu faza
sumber: Rmol.co
 

 

Komentar

Belum ada komentar
Nama

Email


security image
Kode
Komentar