Ratusan Santri Gelar Aksi Tuntut Pembebasan Santri yang Dikriminalisasi

16 Februari 22:36 | Dilihat : 4025
Ratusan Santri Gelar Aksi Tuntut Pembebasan Santri yang Dikriminalisasi Aksi ratusan santri di Kabupaten Bogor
Bogor (SI Online) - Ratusan santri dan ulama dari berbagai pondok pesantren di Bogor melakukan aksi damai di kantor DPRD Kabupaten Bogor, Kamis (16/2/2017). Mereka menyampaikan lima butir aspirasi, salah satunya meminta para santri yang dituduh melakukan perusakan dan pembakaran kantor sekretariat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Kecamatan Ciampea dibebaskan.
 
Koordinator aksi sekaligus Ketua Presidium Santri Bogor Ustaz Muhammad Muhsin meminta bantuan DPRD Kabupaten Bogor mendesak Kepolisian Resor Bogor membebaskan para santri. Mereka menganggap penangkapan dan penahanan para aktivis tersebut sebagai bentuk kriminalisasi.
 
"Kalau aspirasi kami tidak diakomodasi kami akan menggerakkan lebih banyak santri di Bogor. Ini sebagai peringatan awal saja," tegas Muhsin. 
 
Di tingkat nasional, upaya kriminalisasi menurutnya sudah marak dilakukan pada para ulama dan aktivis Islam. Menurutnya, upaya tersebut akan berdampak pada kondusivitas keamanan dan kerukunan masyarakat. 
 
Sejumlah perwakilan peserta aksi tersebut akhirnya diterima DPRD Kabupaten Bogor yakni Wakil Ketua Ade Munawaroh, Ketua Komisi IV Wasto Sumarno dan lainnya. Perwakilan massa menyampaikan aspirasinya di Ruang Sidang Paripurna setelah melakukan salat Zuhur berjemaah.
 
Ade mengatakan, dukungannya pada para peserta aksi di sana. Menurut dia, DPRD Kabupaten Bogor sebelumnya telah melakukan komunikasi dengan polisi terkait permintaan pembebasan para santri tersebut. "Namun sampai sekarang kami masih menunggu hasil pembahasan dan evaluasi Kapolres," katanya menegaskan.
 
Setelah ada desakan dari para santri dan ulama di daerahnya, Ade mengaku akan kembali melakukan pendekatan pada pihak kepolisian.
 
red: adhila
sumber: pikiranrakyat
0 Komentar