Jamaah Dua Masjid di Kaki Sinabung ini Harus Beli Air untuk Berwudhu

13 Februari 07:31 | Dilihat : 1501
Jamaah Dua Masjid di Kaki Sinabung ini Harus Beli Air untuk  Berwudhu Masjid Ar Rahman di kaki Gunung Sinabung


Sinabung (SI Online) - Sabar tak ada batasnya. Inilah yang harus ditunjukkan warga Desa Perbesi dan Benjire, Kec Tigabinanga, Kab Karo, Sumatera Utara. Belasan tahun hidup dalam naungan erupsi Gunung Sinabung, warga kedua desa juga langganan kekeringan dan gagal panen pertanian. Mau mengadukan nasib kepada Yang Maha Esa, rumah Allah SWT pun tak ada air pula. Padahal, Tigabinanga dikenal sebagai Kecamatan Singalorlau yang artinya ‘’daerah yang dikelilingi sungai’’.
 
Kesedihan dimulai pada Jumat, 28 Agustus 2010. Gunung Sinabung, setelah tertidur selama 400 tahun, hari itu tiba-tiba meletus, menyemburkan lahar dan abu vulkanik setinggi 3500 meter di atas permukaan laut.
 
Erupsi Sinabung terus berlangsung hingga belasan tahun berikutnya. Sejak Juni 2015, Sinabung telah berada pada tingkat ‘’awas’’. Status ini mengharuskan warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncaknya.
 
Awal Februari 2017, Gunung Sinabung meletus 12 kali pada Jumat (3/2) dan Sabtu (4/2). Kemudian masih erupsi tujuh kali pada Minggu (5/2) dan enam kali pada Senin (6/2).
 
Puluhan warga di kaki Sinabung telah tewas terdampak erupsi. Puluhan ribu lainnya menjadi pengungsi. Ribuan keluarga telah direlokasi. Namun, lebih banyak lagi yang belum.
 
Warga Benjire dan Perbesi, walau di luar kawasan zona merah Sinabung, tak urung terdampak erupsi. Ditambah kekeringan, gagallah panen jagung mereka pada 2016.
 
Dakwah dari para dai Dewan Dakwah, AMCF, Ulil Albab, Roudhatul Hasanah, dan lain-lain, membuat warga semakin meningkatkan ibadah. Mereka mulai menyadari, bencana bukan sekadar karena faktor alam, tetapi juga bagaimana perilaku manusia.
 
Sayangnya, Masjid Arrahman di Desa Perbesi dan Hidayatussalam di Benjire, Kecamatan Tigabinanga, tidak punya air wudhu. ‘’Warga harus membeli air untuk wudhu,’’ ujar Ustadz Ilyas Tarigan, dai senior Karo, saat melaporkan kondisi kedua masjid itu. 
 
Hal itu tentu saja mengurangi semangat masyarakat muslim untuk beribadah di masjid. Terlebih mereka minoritas. Warga muslim Perbesi misalnya, hanya 20% dari seluruh penduduk yang berjumlah 600 keluarga.
 
Maka, kehadiran sumur air bersih untuk Masjid Arrahman dan Hidayatussalam, sangat urgen. Adanya sumber air ini semoga membuat masjid semakin makmur dan kebutuhan vital warga terpenuhi.
 
Donasi kepedulian Anda, silakan salurkan melalui Rekening Kemanusiaan LAZIS Dewan Dakwah: 0184462114 (Muamalat), 3580080008 (BNI Syariah), atau Dewan Dakwah 860004229900 (CIMB Niaga Syariah). Informasi: 0858 8282 4343.
 
Red: shodiq ramadhan
0 Komentar