FMI Yaman Gelar Istigatsah dan Pelantikan Pengurus Baru

10 Februari 10:37 | Dilihat : 1843
 FMI Yaman Gelar Istigatsah dan Pelantikan Pengurus Baru Logo FMI

Tarim  (SI Online) - Selasa malam (7/2) lalu, DPLN Front Mahasiswa Islam (FMI) Yaman sukses gelar acara pelantikan pengurus baru masa bakti 2017. Acara diselenggarakan di Auditorium Fakultas Syariah Universitas Al Ahgaff Tarim. Acara diisi dengan Istigatsah Bersama untuk doakan pejuang dari para Ulama, umat Islam dan negeri Indonesia. 

Hadir di acara tersebut Jihadul Muluk, Sekjen Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Yaman, dan Taufan Azhari Ketua PPI Wilayah Hadhramaut. Juga hadir Rais Syuriah PCI NU Yaman, Ustadz Mohammad Zadit Taqwa, dan Rais Tanfidzi Ustadz Tetra Arrahman, juga para pimpinan organisasi-organisasi pelajar Indonesia lainnya di wilayah Yaman. 
 
Pertama sambutan disampaikan oleh Ketua Majelis Syura DPLN FMI Yaman, Habib Husein As Segaff. Dalam sambutannya, Beliau dorong pengurus FMI agar terus tingkatkan budaya tulis menulis, terutama karya bantahan terhadap pemikiran-pemikiran yang menyimpang dari ajaran Ahlussunnah wal Jamaah seperti paham Sepilis (Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalisme). 
 
Sekjen PPI Yaman, Jihadul Muluk dalam sambutannya juga memotivasi pengurus baru agar selalu semangat berdedikasi untuk Islam dan negeri, khususnya sepanjang masa khidmat. "Jika kita berjuang menolong agama Allah, maka pasti Allah juga akan menolong kita," ujar Sekjen PPI Yaman asal Lombok NTB. 
 
Hadir sebagai perwakilan DPP FMI, Habib Muhammad Hanif Alattas, Ketua Umum DPP Front Santri Indonesia (FSI) sekaligus mantan Waketum DPP FMI memimpin jalannya prosesi pelantikan. Sebelum bacakan surat keputusan dan ikrar jabatan, Beliau menjelaskan betapa pentingnya keberadaan wadah para pemuda Aswaja dalam bidang intelektual. 
 
"FMI ini bukan wadah untuk fanatik organisasi, bukan juga mengkotak-kotakkan umat Islam, tapi wadah perjuangan yang fokus pada bidang intelektual. FMI ini wajib bisa berjalan bareng dengan organisasi lainnya, agar bisa bersatu untuk berjuang bersama", tegasnya. 
 
Penulis Buku Pintar Haram Memilih Pemimpin Non-Muslim itu juga menyampaikan bahwa perang opini pada saat ini memainkan peranan yang sangat urgen dalam perjuangan umat. Karenanya, para mahasiswa yang berjuang di FMI harus aktif menulis artikel-artikel yang mencerdaskan umat yang mampu menjawab berbagai syubhat. 
 
"Jika seorang mujahid menembakkan pelurunya di medan perang, maka peluru tersebut hanya dapat menembus satu kepala saja. Namun dengan satu tulisan saja yang ditulis oleh mujahid intelektual, maka akan menembus ratusan, ribuan bahkan jutaan kepala, saudara!", ungkapnya yang disambut dengan gema takbir para hadirin. 
 
Menutup acara tersebut, Ketua DPLN FMI Yaman, Habib Ali Reza As Segaff bacakan beberapa poin penting yang berkaitan dengan keorganisasian meliputi asas, sifat, tujuan dan usaha dibentuknya FMI. Bahwa asas organisasi FMI adalah Islam Ahlussunnah wal Jamaah bermadzhab akidah Asy'ari dan bermadzhab fiqih Syafii. Lalu dilanjutkan dengan Istighatsah dan Doa Bersama yang dipimpin oleh Habib Hanif Alattas. Acara yang berjalan lancar dan penuh khidmat ini ditutup dengan doa ikhtitam oleh Habib Abdul Qadir As Segaff, dan sesi ramah tamah di penghujung acara. 
 
Rep: Azro-Infokom FMIY
 
0 Komentar