Pemerintah Bukan Penyedia Jasa Rakyat!

05 Februari 15:37 | Dilihat : 1925
Pemerintah Bukan Penyedia Jasa Rakyat! Ilustrasi

 

Pemerintah sudah menyiapkan kado untuk warganya dengan hal-hal yang serba baru di awal tahun ini. Mulai dari biaya pengurusan STNK, BPKB, harga BBM, harga Tarif Dasar Listrik, dan harga beberapa kebutuhan lainnya yang serba naik. Yang lebih spektakuler adalah harga cabai yang mengalahkan harga daging sampai saat ini. Semua serba baru. Sayangnya kado yang serba baru itu sungguh menyesakan dada. Kado tersebut merupakan kado pahit. Bagaimana tidak semua serba naik dan kebutuhan lainnya pun ikut naik. Sedangkan pendapatan tidak ikut naik.  
 
Hal ini disebabkan karena penerapan sistem neoliberalisme (kebebasan gaya baru)  yang dalam doktrinnya bahwa pemerintah tidak diposisikan sebagai pelayan yang melayani segala kepentingan masyarakat secara murah atau bahkan gratis, tetapi pemerintah justru diposisikan sebagai penyedia jasa, sementara masyarakat adalah pengguna jasa yang harus membayar kepada pemerintah. Hubungan negara dengan rakyatnya akhirnya seperti hubungan pedagang dan pembeli, bukan hubungan pelayan dan yang dilayani. Rakyat harus membayar harga atau biaya pelayanan yang disediakan oleh negara. Semua kebijakan pemerintah ini sungguh membuat rakyat Indonesia makin sengsara.
 
Padahal Indonesia merupakan negara yang kaya dengan sumber daya alam. Jika sumber daya alam di Indonesia dikelola dengan benar dan hasilnya dikembalikan kepada rakyat maka Indonesia akan menjadi negara yg makmur.
 
Sebab di dalam Islam segala urusan dan kemaslahatan rakyat dipegang oleh pemerintah. Segala permasalahan akan diselesaikan dari akarnya. Segala kecurangan akan minim terjadi sebab yang memegang pemerintahan adalah orang-orang yang shaleh yang takut kepada Allah Swt. Pemerintah islam tidak akan meminta pajak dari rakyatnya tetapi pemerintah sudah menetapkan sumber pemasukan yang akan cukup untuk membiayai pelayanan kepada rakyat dan pembangunan.
 
Jika kita mau melaksanakan hukum Allah di segala bidang baik itu pemerintahan, ekonomi, pendidikan, dan yang lainnya pasti kita tidak akan dipusingkan  lagi  dengan kenaikan-kenaikan harga seperti saat ini.  Sudah saatnya kita mengikuti metode Rasulullah untuk membangun negeri ini supaya menjadi negara yang makmur, tentram, dan diridhoi Allah Swt dengan cara mencampakkan sistem Kapitalisme-Sekuler dan menggantikannya dengan sistem yang diturunkan oleh Allah Swt yaitu sistem Khilafah Rasyidah yang mengikutimanhaj (jalan) kenabian.
 
Sumiati
Ibu rumah tangga
0 Komentar