Prihatin Kondisi Bangsa, Para Ulama dan Kyai Berkumpul di Mojokerto

21 Januari 23:35 | Dilihat : 14154
Prihatin Kondisi Bangsa, Para Ulama dan Kyai Berkumpul di Mojokerto Para alim ulama yang berkumpul di Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadlul Jannah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (21/01/2017).


Mojokerto (SI Online) - Puluhan tokoh, kyai dan ulama berkumpul di Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadlul Jannah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (21/01/2017). 
 
Para ulama dan kyai se-Indonesia dalam pertemuan yang disebut sebagai Forum Peduli Bangsa (FPB) itu membahas beberapa hal, di antaranya penguatan ekonomi umat dan pendidikan pesantren, keprihatinan para ulama dengan kondisi bangsa dan karut marut politik hingga sistem Pemerintahan Indonesia.
 
Silaturahim FPB ini dihadiri sejumlah tokoh besar, seperti Ketum MUI Pusat yang juga Rais Aam PBNU, KH Ma'ruf Amin; Ketua MUI H Masduki Baidowi; KH Sodri HM dari Jakarta Islamic Center; KH Ali Akbar Marbun dari Medan; H Ali Sam, pengusaha dari Jakarta; Habib Soleh Al-Jufri dari Solo; dan Prof Dr H Imam Suprayogo, mantan Rektor UIN Malang
 
Sedangkan ulama dan tokoh lain yang terlihat hadir di antaranya KH Nurul Huda Jazuli dari Kediri; KH Solahuddin Wahid dari Jombang; KH R Azaim Ibrohimi dari Situbondo; KH Mahfudz Syaubari dari Mojokerto; Prof Dr H Mudjia Rahardjo Rektor UIN Malang; Prof Dr M Bisri dari Universitas Brawijaya Malang; serta mantan Mendikbud M Nuh dan Ketua DPR Periode 2009-2014 Marzuki Alie.
 
"Para ulama juga merasa prihatin dengan kondisi bangsa dan sistem Pemerintah Indonesia, yang akhir-akhir menjadi permasalahan di masyarakat," ujar Kyai Ma'ruf Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadlul Jannah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (21/1/2017), seperti dikutip Sindonews.com.
 
Usai pertemuan di Pacet, para kyai akan mengumpulkan seluruh tokoh ormas untuk memberi masukan terhadap kondisi bangsa. Dia berharap adanya pertemuan ulama, kyai dan cendikiawan Islam bisa mencari solusi serta langkah sebagai upaya untuk menyatuhkan bangsa dan seluruh rakyat Indonesia. 
 
"Menjadi tugas penting bagi ulama dan kyai serta santri untuk berperan serta menyelamatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ucapnya. 
 
rep: farah abdillah/dbs
0 Komentar