Habib Rizieq Menolak Dituduh Menghina Pancasila

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Syihab
Bandung (SI Online) - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Syihab menolak dituduh menghina Pancasila sebagai dasar negara dan juga menghina Presiden RI pertama Soekarno.
 
Berbicara kepada wartawan di depan Masjid Polda Jabar setelah menjalani pemeriksaan 2 jam di Direskrimum Polda, Habib Rizieq yang menyatakan dirinya sebagai pengagum Bung Karno mengatakan sama sekali tidak menghina Pancasila maupun proklamator NKRI itu. 
 
"Dalam karya ilmiah saya, yakni tesis S2 saya di Universitas Malaya Kuala Lumpur meneliti tentang sejarah perumusan pancasila. Fakta sejarah yang saya tulis mengkritik susunan rumusan pancasila yang diusulkan Bung Karno pada 1 Juni yang menempatkan sila ketuhanan sebagai sila kelima, bagi saya sila Ketuhanan harus nomor satu, bukan nomor lima," jelasnya.
 
Menurut Habib Rizieq, yang pertama kali mengkritik usulan rumusan Pancasila versi Bung Karno bukan dirinya, "Tapi para ulama anggota BPUPKI, seperti KH Wahid Hasyim dari Nahdlatul Ulama (NU), Prof Abdul Qahar Muzakkir dari Muhammadiyah dan KH Agus Salim dari Syarikat Islam. Mereka menolak rumusan Pancasila yang diusulkan oleh Bung Karno namun menerima nama Pancasila sebagai dasar negara," ungkapnya.  
 
"Akhirnya Bung Karno sendiri menerima kritik mereka dan setuju dengan rumusan Pancasila yang menempatkan Ketuhanan dengan menjalankan syariat Islam bagi para pemeluknya sebagai sila pertama pada sidang BPUPKI 22 Juni 1945 dan dikoreksi menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa pada tanggal 18 agustus sampai sekarang" tambahnya. 
 
Dijelaskan Habib, ditetapkannya Sila Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama Pancasila sampai dengan hari ini adalah anugerah Allah yang harus dicegah. Oleh karena itu ia  juga mengkritik pihak-pihak yang memaksakan rumusan Pancasila usulan Bung Karno 1 Juni tersebut untuk menggantikan rumusan yang ada.
 
Seperti diketahui, Habib Rizieq dilaporkan oleh Ketua Partai Nasional Indonesia (PNI) Marhaenisme, Sukmawati Soekarnoputri karena dianggap telah melecehkan Pancasila.
 
Sukmawati melaporkan Habib Rizieq berdasarkan video ceramah yang dalam isinya menyatakan 'Pancasila Soekarno Ketuhanan ada di Pantat sedangkan Pancasila Piagam Jakarta Ketuhanan ada di Kepala'.
 
red: adhila

 

 

Komentar

Belum ada komentar
Nama

Email


security image
Kode
Komentar