Parmusi Gelar Pelatihan Laskar Bela Negara, Siap Terus Kawal Pengadilan Ahok

12 Januari 09:23 | Dilihat : 3435
Parmusi Gelar Pelatihan Laskar Bela Negara, Siap Terus Kawal Pengadilan Ahok Ketua Umum Parmusi H Usamah Hisyam membuka Pelatihan Laskar Bela Negara di Ciawi, Bogor, Rabu (11/01)


Jakarta (SI Online) - Sejumlah 2000 kader Parmusi yang tergabung dalam Laskar Jihad Bela Negara mengikuti Pelatihan Laskar Jihad yang akan terus mengawal tuntutan Penjarakan Ahok yang kini masih menjalani proses peradilan. 
 
Dalam lima kali proses persidangan Ahok yang dilakukan PN Jakarta Utara, Parmusi selalu menurunkan ratusan laskarnya untuk mengawal pengadilan tersebut.
 
"Apakah kalian siap untuk kawal pengadilan hingga tuntas untuk  menuntut penjarakan penista agama?" teriak Usamah Hisyam, Ketua Umum Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) ketika membuka Pelatihan Laskar Bela Negara Parmusi Angkatan ke-4 Gelombang pertama Rabu (11/01/2017). 
 
Peserta pelatihan spontan menjawab "siaaaaap" diiringi tiga kali takbir "Allahu Akbar" Pelatihan ini digelar selama 14 hari di sebuah bukit di kawasan Ciawi, tak jauh dari kaki Gunung Salak, Bogor.
 
Gelombang pertama diikuti 500 laskar yang terbagi dalam lima angkatan, setiap angkatan 100 laskar (satu pleton). Gelombang kedua, ketiga dan keempat masing-masing akan diikuti pula 500 laskar yang akan digelar Februari hingga April 2017.
 
Pelatihan Laskar ini menghadirkan Ustaz Syuhada Bahri (Ketua LDP/ Lembaga Dakwah Parmusi) yang menanamkan nilai nilai akidah Islamiyah untuk memenangkan Islam sebagai agama rahmatan lil alamin, ustaz Ahmad Farid Okbah (Wakil Ketua LDP) yang menanamkan nilai-nilai panggilan jihad fisabilillah bagi setiap muslim, Ustaz Abdurrahman Syagaf (Sekjen Parmusi) yang nemaparkan paradigma baru Parmusi sebagai connecting muslim berbasis dakwah, soial, ekonomi, dan pendidikan, Ustaz Taufik Hidayat (Sekretaris LDP) yang memaparkan program aksi Kawal Pengadilan Penista Agama, ustaz Alfian Tanjung (eksponen Parmusi) yang mengungkap strategi melawan bangkitnya bahaya laten Komunis, dan sebuah Tim pelatihan fisik serta bela diri yang dipimpin oleh pimpinan departemen Parmusi, Adi Tjondro.
 
Usamah menegaskan, sejak awal Parmusi konsisten dan konsekuen untuk menuntut pengadilan Ahok agar dipenjarakan. Parmusi juga menurunkan ribuan kadernya dalam Aksi 411 dan Aksi 212. Bahkan ratusan Laskar Parmusi selalu terdepan dalam mengawal lima kali pengadilan penista agama di PN Jakarta Utara.
 
"Saya minta seluruh kader Parmusi tetap fokus pada upaya penjarakan Ahok. Karena tuntutan jutaan umat Islam dari berbagai daerah yang terlibat dalam sejumlah aksi damai adalah penjarakan Ahok. Bila pengadilan Ahok kita biarkan tanpa pengawalan, sangat mungkin Majelis Hakim hanya memutuskan hukuman percobaan tanpa dipenjarakan," ungkap Usamah.
 
 
"Kalau saja Ahok tidak dipenjarakan, hal ini akan membahayakan NKRI. Karena siapa pun kelak akan berani melakukan penistaan Al Quran. Akan ada Ahok-ahok baru. Ini harus kita lawan. Kita harus perjuangkan rasa keadilan untuk umat Islam," ajak Usamah.
 
Karena itu,  lanjutnya, bagi Parmusi tuntutan Penjarakan Ahok sudah final dan tak bisa ditawar-tawar. Karena itu Usamah mengajak seluruh umat islam untuk Jihad Revolusi Konstitusional bila Majelis Hakim kelak tidak penjarakan Ahok.
 
"Aksi Jihad Revolusi Konstitusional itu melalui gerakan moral force secara damai di seluruh Indonesia, menuntut pimpinan lembaga legislatif, eksekutif dan yudikatif untuk mengambil keputusan politik agar Ahok dipenjarakan. Karena proses hukum yang seharusnya dapat menegakkan rasa keadilan terhadap umat Islam tak bisa  lagi diharapkan," tandas Usamah.
 
red: shodiq ramadhan
 
0 Komentar