Sering Dilaporkan ke Polisi, Ini Tanggapan Habib Rizieq

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab
Jakarta (SI Online) - Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Habib Rizieq Syihab mengungkapkan bahwa banyaknya pelaporan terhadap dirinya adalah upaya untuk membungkam perjuangan umat Islam pasca aksi 212. 
 
"Andaikata hari ini secara tidak sengaja saya menginjak seekor semut di atas sebuah ranting yang kering, niscaya niscaya semut tersebut akan digiring untuk membuat laporan dan ranting yang patah tadi akan digiring untuk sebagai alat bukti," jelas Habib Rizieq kepada wartawan usai pertemuan dengan pimpinan DPR di Jakarta, Rabu (11/1/2017). 
 
Kata Habib Rizieq, semenjak aksi 411 dan 212 banyak tuduhan, fitnah dan berbagai macam cara agar dirinya bisa ditangkap. "Ini dilakukan oleh orang-orang yang panik dan ketakutan dengan aksi 212, bahkan mereka membuat stigma bahwa aksi 212 itu gerakan makar," jelasnya.
 
Namun, kata Habib, jika seandainya aksi 212 itu dikatakan makar, maka Presiden, Wakil Presiden, Menkopolhukam, Kapolri yang ikut di dalam aksi 212 mereka juga terlibat makar. "Oleh karena itu jangan sembarangan menuduh makar," tuturnya.
 
Menurutnya, undang-undang tentang makar itu sebetulnya sudah tidak ada, kecuali makar dengan menggunakan senjata. "Jadi kalau ada kelompok melakukan pemberontakan kepada pemerintah dengan mengangkat senjata, itu baru makar. Tetapi kalau cuma diskusi, seminar, simposium, walaupun seandainya hasil diskusi menginginkan pelengseran Presiden, itu bukan makar," jelasnya.
 
"Jadi Kapolda Metro Jaya harus dididik supaya tahu apa arti makar, jangan dikit-dikit orang rapat dibilang makar, diskusi dibilang makar, ceramah dibilang makar, mengungkapkan pendapat misalnya tidak setuju dengan presiden juga dibilang makar. Oleh karena itu kalau ia tidak mengerti hukum maka tidak boleh ia menjabat sebagai Kapolda. Kapolri wajib mencopotnya, karena ini berbahaya untuk keutuhan NKRI," tandas Habib Rizieq.
 
red: adhila
 

 

Komentar

Belum ada komentar
Nama

Email


security image
Kode
Komentar