Amerika Masukkan Jamaah Ansharud Daulah ke Daftar Organisasi Teroris

11 Januari 21:42 | Dilihat : 1885
Amerika Masukkan Jamaah Ansharud Daulah ke Daftar Organisasi Teroris Ilustrasi: Polisi menyisir lokasi pemboman di Pospol Jl MH Thamrin, Jakarta, 14 Januari 2016 lalu. [foto: viva.co.id]


Jakarta (SI Online) - Pemerintah Amerika Serikat (AS) memasukkan kelompok Jamaah Ansharud Daulah (JAD) ke daftar organisasi teroris versi mereka. Pengumuman itu disampaikan oleh Departemen Luar Negeri dan Departemen Keuangan AS.
 
AS mengklaim, JAD merupakan kelompok di balik serangan bom di pos polisi, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada 14 Januari 2016. 
 
Pengumuman dari AS muncul setelah polisi di Australia dan Indonesia mengklaim telah mengganggalkan serangan teror yang terinpirasi kelompok Islamic State atau ISIS pada musim liburan.
 
Departemen Luar Negeri AS menyatakan pada Selasa waktu setempat, bahwa JAD telah berafiliasi dengan ISIS. Departemen itu melarang setiap warga AS terlibat dengan kelompok itu.
 
Sebagai pelaksanaan sanksi, setiap properti di AS yang terkait dengan JAD akan dibekukan. Masih menurut pemerintah AS, militan JAD dianggap bertanggung jawab atas serangan bom Thamrin pada 2016 yang menewaskan delapan orang termasuk para penyerang.
 
Departemen Keuangan AS, seperti dikutip ABC, Rabu (11/1/2017), mengumumkan sanksi dijatuhkan pada empat orang. Yakni, dua dua warga Australia yang sebelumnya diyakini telah tewas di Timur Tengah, dan dua warga Indonesia, yang salah satunya masih berada di penjara.
 
Pengumuman departemen itu tidak menyebut apakah empat orang itu memiliki aset di AS atau tidak. Namun, AS menegaskan komitmennya untuk membantu melawan aksi terorisme di Indonesia dan Australia.
 
Dua orang asal Australia yang dikenai sanksi AS itu adalah Neil Christopher Prakash alias Khaled Al Cambodi, yang merupakan perekrut senior ISIS, dan Khaled Sharrouf, militan yang bergabung dengan ISIS di Irak dan Suriah sejak 2014.
 
Sedangkan dua orang asal Indonesia yang dijatuhi sanksi oleh AS adalah Bahrumsyah, yang disebut berperan dalam mengirim dana untuk pengikutnya di Indonesia dari Suriah, dan mentornya, Aman Abdurrahman, yang saat ini masih berada di dalam penjara. 
 
red: abu faza
sumber: sindonews.com
 
0 Komentar