KH Said Aqil Siroj Makan Siang Bersama Jokowi di Istana

11 Januari 17:54 | Dilihat : 5061
KH Said Aqil Siroj Makan Siang Bersama Jokowi di Istana Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj makan siang bersama Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (11/01/2017). [foto: viva.co.id]


Jakarta (SI Online) - Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mendatangi Istana Merdeka, Jakarta, Rabu siang (11/01/2017). Kedatangan Said Aqil atas undangan Jokowi untuka makan siang bersama. 
 
Said Aqil datang sendirian sekira pukul 13.10 WIB dengan mengenakan kemeja batik lengan panjang bernuansa oranye. Sementara Jokowi mengenakan kemeja warna putih. Undangan ini terbilang tiba-tiba karena tidak masuk dalam agenda resmi Presiden.
 
Keduanya langsung terlibat perbincangan ringan. "Saya sebelum jadi Ketua PBNU sering ke Solo ngajar," kata Aqil sambil mengambil nasi, Rabu (11/1/2017).
 
Beberapa makanan sudah tersedia di meja. Terlihat sayur sop berada tepat di tengan meja hidangan. Lauk lainnya seperti rolade, sambal goreng, ati, dan beberapa makanan lainnya juga tersaji.
 
"Makan yang banyak," ucap Jokowi yang disambut tawa Said. "Bismillah‎," terdengar lirih diucapkan Said sebelum menikmati hidangan makan.

Bahas Radikalisme
 
Usai bertemu Presiden,  Said Aqil menjelaskan, salah satu masalah yang dibicarakan antara dirinya dengan Jokowi adalah terkait fenomena menguatkan Islam radikal. Paham-paham radikal ini dirasakan semakin banyak menyebar sehingga butuh langkah bersama antara pemerintah dengan berbagai pihak, termasuk PBNU.
 
"Bagaimana memperkuat kembali dan harus terus memperkuat Islam moderat harus dibangun kembali dan diperkuat. Karena dunia melihat umat Islam Indonesia umat Islam yang moderat, toleran," kata Aqil usai bertemu dengan Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/1/2017).
 
Disebutkan, akhir-akhir ini memang semangat keislaman yang moderat di Indonesia mulai kendur seiring dengan berbagai gempuran isu miring yang belum tentu benar.
 
"Nah bagaimana kita upaya agar intoleran bisa kita atasi, kemudian kembali lagi Indonesia yang toleran, Indonesia yang damai, yang beradab, bermartabat, Islam kulturnya bukannya Islam doktrin. Islam ramah itu yang paling banyak bicara itu," jelas Said Aqil.
 
Said Aqil menjelaskan, NU akan terus memberikan bimbingan kepada masyarakat. Para kyai NU akan menjadi penyuluh dan guru bagi masyarakat untuk menjaga toleransi ini tetap terjaga dengan baik.
 
"Kyai NU itu diminta atau tidak diminta pasti kalau ceramah itu yang disampaikan akhlakul karimah, yang rukun, yang akur, jangan konflik, jangan bertengkar, jangan cerai suami istri, itu selalu kyai NU seperti itu. Diminta atau tidak diminta, diperintah atau tidak diperintah selalu begitu kiai, saya jamin," ujar Said Aqil.
 
Bimbingan semacam ini dirasa perlu kembali digalakkan di tengah masyarakat. Bila tidak, paham radikal akan sangat mudah masuk dan menimbulkan kekacauan. Hal-hal semacam inilah yang dijaga agar tidak semakin parah.
 
"ISIS ini di sana sudah terdesak, ISIS di sana sudah terdesak yang paling terbuka yang paling mudah, yang paling welcome itu ya Indonesia," pungkas Said Aqil. 
 
Pertemuan Jokowi dan Said Aqil di Istana pernah dilakukan ‎dalam sejumlah kesempatan sebelumnya. Antara lain pertemuan keduanya pernah membahas masalah aksi demonstrasi kalangan umat Islam yang menuntut penegakan hukum terkait kasus penodaan agama yang diduga dilakukan Ahok. 
 
red: shodiq ramadhan
sumber: Liputan6.com
 
0 Komentar