Selama 2016, Penjajah Israel Tangkap 1250 Anak di Bawah Umur

06 Januari 20:36 | Dilihat : 1367
Selama 2016, Penjajah Israel Tangkap 1250 Anak di Bawah Umur Anak Palestina ditangkap pasukan penjajah Israel

Palestina (SI Online) - Lembaga Pusat Studi Urusan Tawanan Palestina menegaskan, selama 2016 terjadi operasi penangkapan besar-besaran Israel terhadap warga Palestina yang usianya di bawah 18 tahun. Operasi keamanan penangkapan ini dikenal sebagai brutal terhadap generasi Intifadhah Palestina karena yang menjadi target selama setahun ini mencapai 1.250 anak yang usianya antara 11 – 17 tahun.

Juru bicara Lembaga Tawanan ini, Riyadd Asyqar menegaskan dalam laporannya yang dilansir oleh Pusat Informasi Palestina Kamis (5/1), bahwa pasukan Israel sengaja melakukan pelanggaran terhadap anak-anak sejak mereka tangkap. Anak-anak itu dipukuli, dicerca dengan kata-kata kasar dan kotor, diancam, diintimidasi, dipaksa mengaku di bawah tekanan dan ancaman tanpa diberi makana dan atau ancaman lainnya.

Lembaga Tawanan ini mengisyaratkan, Israel tidak segan-segan menangkap anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus di antaranya bocah tuna netra Umar Tsawabitah dari Betlehem.

Asyqar menjelaskan, selain penangakapan anak-anak yang mengalami kenaikan jumlahnya dan juga sejumlah undang-undang yang disahkan Israel untuk membidik anak-anak Palestina. Di antara hukuman yang diterapkan mereka adalah vonis penjara seumur hidup atau penjara dalam waktu waktu, 20 di antaranya dihukum dengan penjara administrasi dari Tepi Barat dan Al-Quds.

Tahanan Rumah

Selain itu, Israel mengeluarkan vonis tahanan rumah kepada 80 anak, dilarang keluar rumah meski untuk belajar atau berobat, 20 anak dihukum dengan diasingkan, 60 anak ditangkap karena dianggap melakukan provokasi di halaman Facebook ditambah denda uang berat kepada anak-anak yang diadili atau didenda dengan kompensasi yang seluruhnya mencapai 3.83 shekel.

Hukuman Berat

Asyqar menjelaskan, selama 2016 Israel mengeluarkan hukuman berat terhadap anak-anak di bawah umur di antara penjara seumur hidup, seperti kepada Murad Badr Adis (16) dari Yatha di Hebron ditambah denda 1.750.000 shekel dengan tudingan melakukan aksi penikaman di permukiman Atnael yang menyebabkan korban tewas. Juga kepada bocah Palestina Ahmad Shalih Munashirah (14) dari Al-Quds dengan vonis 14 tahun pebnjara dan dendam 180 ribu shekel karena dakwahan penikaman. Israel juga memberikan hukuman kepada Muhammad Taisir (15), Mundzir Thalal Abu Mayalah (17) dengan 11 tahun penjara dan denda 50 ribu Shekel karena dituding menikam.

Tahanan Adimistrasi

Selama 2016, dari 20 anak yang ditahan adimistratif, 16 anak dari Tepi Barat dan 4 dari Al-Quds sebagian besar dibebaskan dan tiga di antaranya masih ditahan sebanyak tiga orang dengan status tahanan administratif sebagian karena dakwahan provokatif di jejaring social.

Undang-undang Diskriminatif

Selain itu selama 2016, parlemen Israel Knesset mengesahkan RUU sanksi kepada anak-anak di bawah umur dengan penjara padahal mereka belum 14 tahun padahal itu adalah batas minimal usia sebelumnya dibolehkan divonis.

red: adhila
sumber: infopalestina

0 Komentar