KH Nasir Zein: Saya Terharu dan Takut Jadi Imam Aksi 212 dengan Jutaan Jamaah

KH Nasir Zein, Pimpinan Pondok Pesantren Rafah, Bogor, Jawa Barat

Aksi Bela Islam 212 sungguh telah menghadirkan semangat baru, ghirah baru dan terutama soliditas dan konfiden umat Islam yang tinggi. Aksi 212 telah mengikis sekat-sekat perbedaan yang selama ini mengungkung umat Islam. Beda mazhab, beda golongan, kelompok, ormas dan partai, seperti melebur, menyatu dalam Aksi Bela Islam yang semurni-murninya, membela Alqur’an dari penistaan agama.

Aksi itu begitu dahsyat, juga karena kekuatan supra struktur, pemerintah, polisi dan aparat keamanan, serta berbagai kelompok yang ditengarai anti islam, begitu terang-terangan ingin membekap Islam, melindungi penista al-qur’an, dan seperti sedang melakukan suatu rekayasa politik yang dahsyat untuk menguasai Indonesia. Justru karena itu maka umat Islam dari tingkat paling bawah sampai yang tingkatan ulama memberikan perlawanan. Ada daya magnet luar biasa menyatukan umat Islam dalam Aksi 212.

Kedahsyatan Aksi 212 juga dicerminkan dari Imam sholat Jum’at KH. Nasir Zein, Pimpinan pondok Pesantren Rafah, Bogor. Ia mengimami sholat Jum’at dengan kekhusu’an tingkat tinggi, dengan suara syahdu ditengah guyuran hujan. Dilengkapi Qunut Nazilah yang dilantunkan hampir setengah jam dan jutaan jamaah mengikuti doa itu sambil menangis. Berikut petikan wawancara Suara Islam dengan KH Nasir Zein:

Aksi Bela Islam 212 sungguh dahsyat, dihadiri jutaan manusia. Kyai menjadi Imam Sholat Jum’at Aksi 212, bagaimana perasaan Kyai saat itu?


Bukan hanya terharu, melihat jamaah yang begitu banyaknya, sayapun merasa takut bagaimana ini nanti saya menjadi imam dengan jamaah yang begini banyaknya dan dibelakang saya ada orang-orang sholeh, ulama-ulama besar yang mempunyai kharisma. Saat itu saya melaksanakan amanah dengan penuh tawaqal kepada Allah SWT. Perasaan takut dan gemetar tetap ada karena tanggung jawab yang besar.

Ketika membaca Qunut Nazilah saya berusaha membaca dengan sekhusyu-khusyunya dan seikhlas-ikhlasnya, mengingat saat itu adalah waktu yang sangat mustajab terutama hari itu hari Jumat. Kedua, kondisi umat Islam saat ini sedang diuji, doa orang yang terzalimi itu juga mustajab. Ketiga, sebagian peserta aksi itu musafir dari tempat yang jauh apalagi saudara-saudara kita yang berjalan kaki dari Ciamis. Ratusan kilo meter mereka menempuh perajalanan dengan niat Lillahi ta’ala untuk membela Alquran, saya yakin mereka itu orang-orang yang doanya mustajab.

Kemudian pada saat aksi, dimulainya dengan diguyur dengan curahan rahmat dari Allah SWT, dan itu membuat suasana sejuk yang membuat kita semakin tersentuh. Dengan suasana yang baik itu, dengan zikir dan doa kita bermunajat, lalu ketika mau shalat saat takbirotul ihram, Allah turunkan hujan, saat itu sebagai sarana saudara-saudara kita yang memerlukan wudhu. Allah berikan air untuk wudhu langsung dari langit, dan turunnya hujan juga merupakan waktu yang mustajab untuk kita berdoa. Nah suasana seperti itulah yang mendorong semangat kita untuk berdoa dengan sungguh-sungguh dan yakin akan di ijabah oleh Allah SWT.

Pak Kyai saat itu membacakan doa Qunut Nazilah yang panjang, secara global, apa saja yang disampaikan dalam doa tersebut?

Saya berdoa untuk negeri kita dengan doa yang komperensif untuk kemaslahatan umat Islam yang merupakan mayoritas dari bangsa ini. Kita yakin apabila mayoritas kita baik maka minoritas itu akan dilindungi dengan baik, mayoritas sebagai pengayom dan sebagai perekat dan penguat bangsa, dan kita selalu yang menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI. Saya memohon kepada Allah SWT supaya Indonesia menjadi negeri yang damai dan sejahtera, serta negeri yang ditegakkan hukum-hukum Allah. Kemudian saya meminta agar persatuan kita dijaga oleh Allah SWT, dan memohon segala kebaikan dari Allah SWT.

Kita memohon petunjuk Allah, kita memohon rahmat Allah, kita mohon segala nikmat Allah untuk kita, dan kita mohon kepada Allah kita diberikan pemimpin-pemimpin yang beriman kepada Allah SWT, karena dengan pemimpin yang baik maka dia akan menjadi pemimpin yang adil. Apabila satu negeri dipimpin oleh pemimpin yang adil maka negeri itu akan sejahtera karena dengan keadilan itulah akan berdampak banyak kebaikan.

Juga tidak lupa kita mendoakan saudara-saudara ditempat yang jauh dari Indonesia, dan ini termasuk doa yang paling didengar Allah SWT. Kita mendoakan saudara kita yang sedang berjuang di Palestina, Suriah, Rohingya, Afghanistan dan lainnya.

Aksi Bela Islam disebut-sebut menjadi titik momentum persatuan umat Islam seluruh Indonesia. Umat islam bersatu padu membela Islam menuntut penista Islam diadili. Bagaimana tanggapan Kyai ?


Alhamdulillahirobil`alamin
diantara hikmah dari Aksi Bela Islam baik itu yang 411, 212 ataupun sebelumnya, umat semakin solid, umat bersatu dari berbagai lintas golongan, lintas ormas. Ini sesuatu yang sangat mengembirakan, persatuan akan terwujud manakala kita ini bisa saling memahami bahwa yang namanya perbedaan adalah satu keniscayaan dan perbedaan itu selama bukan perbedaan akidah, perbedaan masalah-masalah yang sifatnya furuiyah itu tidak boleh menjadi sekat di antara kita. Dan kita ini sebetulnya lebih banyak sisi persamaannya daripada bedanya.

Shalat kita sama, lima waktu shalat wajibnya, dan sama-sama menghadap kiblat. Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa yang shalatnya sama, lima waktu shalat wajibnya, dan sama-sama menghadap kiblat maka dia adalah saudara kita. Dan di aksi 212 kita melakukan shalat Jumah, kalimat jumah asal kata dari jamaah dan banyak lagi hal-hal yang memang menjadi unsur penyatu.

Kedepannya, untuk menjaga persatuan ini bagaimana menurut Kyai?

Kita harus merawat persatuan ini dengan istiqomah, khususnya dengan gerakan shalat berjamaah. Dan kemarin terbukti pada tanggal 12 Robiul Awal bertepatan pada 12 Desember seluruh wilayah di Indonesia melaksanakan shalat subuh berjamaah, dengan titik utamanya di Bandung, ini merupakan salah satu momen kebangkitan Islam.

Sungguh menggelorakan Mujahidin Ciamis berjalan kaki menuju Jakarta karena tidak ada bis yang mau mengangkut. Jalan kaki mujahidin Ciamis ini sangat mengharukan sekaligus menggelorakan ghirah umat islam di sepanjang jalan Ciamis-Jakarta, dan juga menyemangati daerah-daerah lain. Bisa Anda memberikan tanggapan klhusus terkait Mujahidin Ciamis ini ?


Mereka bergerak dari kekuatan hati dan niat. Dan apa yang dilakukan oleh saudara-saudara kita dari Ciamis ini menginspirasi yang lainnya, mereka yang dari Bandung, Bogor, Tanggerang ikut berjalan. Bahkan sebagian yang dari Jakarta itu merasa malu, sedekat itu harus naik kendaraan. Dan ini malu yang terpuji, dan ini satu langkah kompetitif yang harus dikembangkan, kalau orang lain bisa berbuat baik kenapa kita gak bisa. Ini salah satu sifat malu yang harus di kembangkan. Ini dalam rangka meningkatkan keimanan kepada Allah SWT.

Saya sendiri waktu itu ditakdirkan berangkat dari Jakarta bersama-sama dengan KH Abdul Rasyid Abdullah Syafiie dan saudara Aru Syeif Assadullah berangkat dari Tebet, ketika itu perjalanan saya sempat tertahan oleh rombongan jalan kaki. Ya Allah saya melihatnya saat itu dengan terharu dan menangis karena yang jalan kaki itu bukanlah anak-anak muda, tetapi itu ibu-ibu. Dan ini artinya apa, perjuangan itu tidak harus dengan kekuatan materi. Didalam kita berjuang kita memang harus mempersiapkan diri, tapi jangan kita ini terpaku dan terbelenggu oleh masalah sarana, kalau memang kita sudah saatnya berjuang maka kita harus bertawaqal kepada Allah SWT.

Jadi semangat ini harus dirawat dengan terus kita bertaqarrub kepada Allah SWT. Karena perjuangan ini tidak akan pernah berhenti sampai mati dan ditempatkan di surga oleh Allah SWT.

Habib Rizieq sebagai Ketua Dewan pembina GNPF-MUI saat itu menyatakan bahwa jika Ahok lolos dari Pengadilan, maka akan terjadi Revolusi. Bagimana m
enurut Kyai?

Khutbah yang disampaikan oleh Habib Rizieq adalah sesuatu yang hak, sesuatu yang benar, yang disampaikan beliau dari hatinya. Kenapa ini saya katakan dari hati beliau? Karena apa yang disampaikan beliau langsung masuk ke hati kita, dan kita yakin apa yang keluar dari hati akan masuk kedalam hati, diterima oleh hati. Dan apa yang disampaikan oleh guru kita Al- Habbib Muhammad Rizieq Syihab merupakan aspirasi umat Islam, beliau menyampaikan tentang kalimat hak berkenaan dengan hukum Allah SWT yang harus kita junjung tinggi di atas segala hukum yang lain. Dan beliau sampaikan itu dengan bahasa yang sangat jelas dan sangat tegas, begitulah seorang khatib seharusnya sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Kemudian beliau juga menyampaikan semacam ultimatum dan itu sangat realistis karena umat ini menanti penegakan hukum yang adil. Selama ini kita tahu beberapa kasus sebelumnya berkenaan dengan penistaan agama itu dihukum, maka kasus yang ini pun harus diterapkan hukum yang setimpal.

Dan diantara hikmah dari aksi 212 kita ini sudah mengetuk pintu langit bukan mengetuk istana, kita memohon kepada Allah langsung dan memang itu seharusnya. Dan alhamdulillah yang namanya Presiden, Wakil Presiden serta para pembantunya ikut hadir,  mudah-mudahan para penegak hukum akan terbuka hatinya untuk menjalani tugasnya dengan penuh amanah dengan menerapkan hukum yang seadil-adilnya.

Jadi apa yang dikatakan Habib Rizieq kalau sampai penegakan hukum mengecewakan maka akan dilakukan revolusi, bagi saya itu sangat realistis. Tidak ada jalan lain dan itu bukan suatu gertakan, karena kesabaran ini ada batasnya. Tidak boleh kita biarkan, suatu pengabaian terhadap keadilan ini akan menjadi presiden buruk jika penistaan agama dibiarkan.

Harus dicatat bahwa kekuatan umat Islam adalah kekuatan untuk Indonesia, kebaikan umat Islam adalah kebaikan untuk Indonesia, dan soliditas umat Islam adalah untuk soliditas bangsa ini. Dan jangan ada yang merasa takut dengan kuatnya umat Islam, jangan ada yang merasa terancam dengan kuatnya umat Islam. Karena umat Islam ini dimanapun sebagai mayoritas akan selalu menjadi pembela bagi yang lainnya dan selalu peduli kepada yang lainnya.

Oleh karena itu, umat Islam Jangan dimarjinalkan, umat Islam harus diberikan posisi dengan seadil-adilnya dan jangan dizalimi.

Ada opini yang mengarahkan seolah-olah umat Islam anti NKRI, anti kebhinekaan dan lainnya. Bagaimana menurut Kyai?

Orang yang mengatakan bahwa umat Islam anti nasionalisme, anti kebangsaan, anti kebhinekaan itu orang yang ingin memecah belah bangsa dan orang yang tidak mengerti sejarah.

Kemerdekaan Indonesia terwujud karena umat Islam sangat memperhatikan masalah kebangsaan. Diantara wujud keimanan itu cinta kepada negeri, dengan wujud membela negeri. Para pendahulu kita, para pahlawan, para Mujahid, mereka membela Indonesia itu sebagai bukti nyata yang tidak terbantahkan bahwa mereka dan kita semua umat Islam saat ini juga cinta tanah air.

Cinta tanah air sudah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW saat beliau mau hijrah, beliau mengatakan bahwa sebetulnya Madinah adalah negeri yang Ia cintai. Juga doa Nabi Ibrahim untuk negerinya agar dijadikan negeri yang aman dan penduduknya diberi keberkahan. Ini artinya Nabi Ibrahim cinta dengan negerinya

Dalam hadits tentang fase kehidupan, saat ini sudah memasuki fase ke empat, menuju fase terakhir, bagaimana situasi ke depan menurut hadits tersebut?

Ini isyarat dari Nabi Muhammad SAW dan umat Islam tidak akan lepas dari ujian. Maka menurut saya, apa yang kita saksikan perkembangan selama ini harus kita jaga dengan sebaik-baiknya. Solidaritas persatuan dan kebersamaan kita dan hubungan dengan mendekatkan diri kepada Allah harus terus ditingkatkan.

Terkait ujian, selama ini ada ujian internal seperti adanya tokoh yang menghalang-halangi Aksi Bela Islam. Dan tokoh tersebut sekarang mendukung Yayasan Peduli Pesantren yang diinisiasi oleh Hary Tanoe. Bagaimana pandangan Kyai soal ini?

Terkait dengan pihak yang berbeda pendapat dalam masalah aksi, kita harus kembali kepada sirah Rasulullah SAW, sejak Perang Uhud itu sudah ada golongan dari umat Islam yang menghalangi kaum muslimin ketika itu untuk berangkat ke Uhud.

Saya tidak perlu sebutkan nama golongannya, kita sudah faham, mereka itu membuat opini supaya tidak perlu umat Islam yang ada di Madinah untuk keluar menghadapi musuh Allah. Dan terhadap mereka ini kita sikapi, kalau mereka orang beriman kita doakan supaya diberikan petunjuk oleh Allah SWT dan golongan semacam ini akan terus ada, apakah mereka sebagai tokoh atau kelompok itu akan selalu ada setiap zaman. Jangan pernah membayangi bahwa perjuangan akan mulus 100% selama kita berjuang dijalan Allah selama itu akan ada ujian, baik itu internal maupun eksternal dan ujian terberat itu dari internal kalau kalau eksternal itu musuhnya jelas.

Soal Yayasan Peduli Pesantren (YPP), bagi saya itu penghinaan terhadap Islam. Yang namanya Pesantren itu lembaga pendidikan Islam murni 100%. Orang yang mengerti sejarah pesantren dia pasti merasa tersinggung, merasa terhina dengan adanya Yayasan itu Pesantren itu. Pesantren tidak perlu dipedulikan oleh orang dari agama lain. Dan pembangunan di pesantren itu sejati tidak pernah berhenti, dan harus dicatat bahwa roh di pesantren itu adalah kemandirian.

Rasulullah dalam satu arahannya kepada para sahabat, agar meminta hanya kepada Allah. Karena orang yang meminta kepada manusia, bahkan mengemis materi, berarti dia telah membuka pintu kefakiran.

Terkait kemandirian, ada contoh dari ulama abad ke 19 di Turki. Seorang pembaharu bersama Baiduzzaman Said Nursi, beliau orang yang sangat sholeh dan cerdas. Kecerdasannya salah satunya bisa menghafalkan Alquran dalam waktu 14 hari. Dan dalam usia yang masih kecil sudah mengahafal 90 buku induk agama. Sejak kecil ia sudah mendapatkan kabar gembira dari Rasulullah melalui mimpinya, ia bertemu semua nabi di jembatan Sirath lalu dia berjabat tangan ke semua Nabi, ketika bertemu dengan Nabi Muhammad SAW dia diterima kedua tangan Rasulullah yang mulia, seraya berkata kepada al-imam Said Nursi ia akan diberikan Ilmu Alquran selama ia tidak mengemis kepada siapapun. Ia diberi ilmu laduni, yaitu bisa mendapatkan ilmu tanpa guru, jadi ibaratnya kalau dia baca buku hanya baca daftar isi sudah dikuasai buku tesebut. Dia kalau ditanya apa saja pasti bisa jawab. Itulah contoh kemandirian.

Jadi bagi saya YPP ini suatu penghinaan, pelecehan, dan kalau ada tokoh yang jadi “kurir” ini bagi saya adalah tokoh yang menjual agama, menjual akidah. Dia tidak paham hakikat apa itu pesantren, ini bukan masalah gengsi tapi masalah jati diri. Pesantren adalah lembaga penerus Rasulullah, yang beliau sebagai Mualim (guru agama). Dan guru di dalam Islam itu didukung Allah dan didukung oleh makhluk makhluk Allah, termasuk ikan-ikan yang ada di air dan semut dilubang yang tidak terhitung bilangannya. Ini harus dicatat biar masyarakat tahu bahwa ini adalah pelecehan, masyarakat tidak bisa dipengaruhi akidahnya dengan menebar materi, perjuangan umat Islam dan guru-guru kita para Auliya dahulu mereka keliling dunia menempuh tempat yang jauh menyebarkan agama itu menyebarkan ilmu bukan materi.

Dan kita juga berterima kasih kepada pihak-pihak yang sudah menunjukkan sikapnya. Pesantren-pesantren di Banten, Sumatera Barat, Madura, Sumatera Selatan, dan kemarin di Jakarta. Acara di Jakarta dihadiri 500 Kyai dari pesantren seluruh Indonesia, mereka semuanya menolak mentah-mentah YPP ini. Saya betul-betul marah, marah yang lillahita'ala soal ini, dan orang ini lebih bahaya dari Ahok, kelihatan ambisinya sudah berapa partai yang memasuki sebagai batu loncatan untuk menjadi presiden. Oleh karena itu, umat Islam harus melek dan setiap pesantren harus menolak YPP ini.

Terakhir, apa pesan Kyai untuk umat sekarang ini?

Kita harus selalu mendekatkan diri kepada Allah, kemenangan akan bisa diraih kalau kita bertakwa kepada Allah. Umar Bin khattab berpesan, sungguh kalian akan dimenangkan oleh Allah, ditolong oleh Allah, manakala musuh kalian bermaksiat, kalian tetap bertakwa kepada Allah SWT.

Nikmat takwa harus dijaga, jangan sampai bermaksiat karena akan menggerus dan menghilangkan nikmat Allah. Kita buktikan dengan kita semakin taat kepada Allah, yang wajib dilaksanakan yang sunnah di lazimkan.

 

Komentar

Belum ada komentar
Nama

Email


security image
Kode
Komentar