Sidang Pemakzulan Presiden Korsel Dimulai

05 Januari 19:18 | Dilihat : 1311
Sidang Pemakzulan Presiden Korsel Dimulai Presiden Korea Selatan Park Geun hye (sumber : Katehon)

Seoul (SI Online) - Mahkamah Konstitusi Korea Selatan resmi memulai sidang pemakzulan Presiden Park Geun-hye. Anggota parlemen yang mengusulkan "impeachment" dan pengacara presiden memaparkan argumen di depan mahkamah.
 
Seperti diberitakan deutsche welle 5 Januari, Parlemen Korea Selatan menuduh presiden Park Geun-hye melakukan pelanggaran konstitusi secara berat dan luas. Park dituding melakukan tindak pidana korupsi dan mengizinkan teman dekatnya merekayasa urusan pemerintahan demi keuntungan pribadi.

Jaksa penuntut umum dalam sidang Kweon Seong Dong mengatakan Park harus dilengserkan dari jabatannya sebagai presiden untuk memulihkan kerusakan dan kerugian terhadap demokrasi di negara itu.

Di antara orang-orang Asia, Korea Selatan dikenal sebagi negara pekerja keras. Tak hanya manufaktur dan teknologi, musik pop Korea Selatan makin global. Pada tahun 2012 video musik "Park Jae-Sang" yang akrab dengan "Gangnam Style"-nya menjadi sorotan dunia. Dimana-mana orang berjoget ala Psy. Namun kelompok-kolompok musik lainnya tak kalah terkenal.

Presiden Park dituduh berkolusi dengan teman karibnya Choi Soon-sil, anak perempuan mendiang pastor Choi Tae-min yang jadi penasehat spritualnya, melakukan korupsi dan penyalahgunaan wewenang. Choi saat ini meringkuk dalam tahanan, dengan tuduhan memperkaya diri sendiri dengan menyalahgunakan hubungan baiknya dengan presiden.

Akibat aksi kolusi, korupsi dan nepotisme itu jutaan rakyat Korea Selatan turun ke jalanan, menggelar aksi protes berminggu-minggu menuntut pemakzulan presiden perempuan tersebut.

Pembela Park ragukan tuduhan

Dalam sidang pemakzulan yang dimulai Kamis (05/01) itu, presiden Park Geun-hye tidak hadir secara pribadi. Pengacaranya, Lee Joong-hwan menolak semua tuduhan, dengan argumen tidak ada bukti dan tidak bisa dijadikan dasar dakwaan. "Semua tuduhan berdasar laporan media, bukan bukti tindak kriminal", ujar Lee.

Efisiensi ruang adalah kalimat magis yang mendefinisikan tata kota masa depan. Pasalnya keterbatasan ruang membuat fasilitas publik seperti taman sering dikorbankan untuk pembangunan. Ketika ruang menyusut, maka langit adalah satu-satunya arah pembangunan. Resep yang sama berlaku untuk ruang terbuka hijau.

Pengacara presiden Park juga menyebutkan, kliennya punya hak untuk menolak hadir di pengadilan, karena sejauh ini tuduhan terhadap presiden belumn dibuktikan sepenuhnya. Presiden Park sudah dua kali menolak undangan tim  penyidik untuk dimintai keterangan terkait kasus tersebut.

Presiden Park sudah meminta maaf secara terbuka, atas kesalahannya memberikan kepercayaan penuh kepada sahabatnya Choi. Tapi presiden Korsel itu menolak tuduhan jaksa, bahwa ia melakukan kolusi.

Majelis Nasional Korsel dalam voting bulan Desember 2016 dengar suara mayoritas menyetujui impeachment. Mahkamah Konstitusi setelah voting punya waktu enam bulan untuk memutuskan, apakah presiden Park harus lengser dari jabatannya, atau dipulihkan kembali kekuasaannya.

Red : msa
Sumber : dewe

0 Komentar