Gerilyawan Suriah: Gencatan Senjata Bisa Batal Demi Hukum

01 Januari 09:07 | Dilihat : 1442
Gerilyawan Suriah: Gencatan Senjata Bisa Batal Demi Hukum Kelompok gerilyawan Suriah. [foto: arabnyheter.info]

Beirut (SI Online) - Gencatan senjata terbaru di Suriah terancam berakhir. Penyebabnya pun sama seperti periode sebelumnya, yakni adanya pihak yang melancarkan serangan di tengah masa damai.

Kelompok gerilyawan Suriah mengaku akan mempertimbangkan kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi oleh Rusia dan Turki itu ‘batal demi hukum’. Langkah itu akan diambil jika militer Suriah terus melanggar gencatan senjata yang baru diterapkan beberapa hari terakhir.
 
"Lanjutan pelanggaran dan pemboman oleh rezim, serta daerah-daerah di bawah kendali faksi revolusioner akan  membuat perjanjian batal demi hukum," sebut sebuah pernyataan yang ditandatangani oleh sejumlah kelompok gerilyawan Suriah seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (31/12/2016), 
 
Pernyataan itu itu juga mengungkapkan, pasukan Pemerintah Suriah dan sekutu mereka, termasuk pasukan Syiah Hizbullah Lebanon telah berusaha untuk memberikan tekanan di lembah Wadi Barada yang  berada di sebelah barat laut Damaskus. Selama ini, wilayah itu berada di bawah kekuasaan gerilyawan. 
 
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris mengatakan, pasukan pemerintah dan gerilyawan Suriah telah terlibat bentrok pada hari Sabtu di Wadi Barada. Wilayah ini dikenal sebagai daerah yang menyediakan  sebagian besar pasokan air untuk Damaskus. 
 
red: abu faza
 
0 Komentar