Bupati Klaten Asal PDIP Ditangkap KPK

Jumat, 30 Desember 2016 - 22:08 WIB | Dilihat : 4674
 Bupati Klaten Asal PDIP Ditangkap KPK Bupati Klaten Sri Hartini [foto: timlo.net]


Jakarta (SI Online) - Bupati Klaten Sri Hartini  ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT). Kabar ini dibenarkan Ketua KPK Agus Rahardjo. 
"Benar salah satunya (Bupati Klaten)," kata Ketua KPK Agus Rahardjo melalui pesan singkat di Jakarta, Jumat (30/12) seperti dikutip Antara. 
 
Namun Agus belum menjelaskan siapa saja pihak lain yang diamankan dan kasus apa yang melilit mantan Wakil Bupati Klaten itu.
 
Politisi PDIP ini diketahui belum genap setahun menjabat sebagai Bupati Klaten. Ia baru dilantik pada 17 Februari 2016 lalu setelah ditetapkan KPU setempat sebagai Bupati Klaten terpilih 2016-2021 hasil Pilkada 2015.
 
Ia bersama dengan wakil Bupati Klaten terpilih Sri Mulyani, istri dari mantan Bupati Klaten Sunarna mendapat perolehan suara sebanyak 321.593 suara atau 48,99 persen. Sebelum menjadi Bupati Klaten, Sri Hartini merupakan Wakil Bupati Klaten sebelumnya dan berpasangan dengan Bupati Sunarna yang menjabat dua periode 2005-2015. 
 
Selain itu, Sri Hartini adalah istri dari mantan Bupati Klaten Haryanto Wibowo, yang juga politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus proyek pengadaan buku paket tahun ajaran 2003/2004 senilai Rp 4,7 miliar dan kasus penggunaan dana anggaran pendapatan belanja daerah untuk perjalanan ke luar negeri.
 
Belum diketahui jelas terkait kasus apa penangkapan tim KPK terhadap Bupati yang diusung koalisi partai PDIP-Nasdem tersebut. Menurut Juru Bicara KPK, Febri Diansyah tim masih mendalami penangkapan kepada para pihak yang diamankan tersebut. "Informasi lain masih akan kami sampaikan berikutnya," kata Febri.
 
Sebagai tindak lanjut penangkapan, KPK langsung menyegel ruang kerja Sri Hartini di Gedung B kompleks Setda Kabupaten Klaten di Jalan Pemuda.
 
Berdasarkan informasi di kantor Kabupaten Klaten menyebutkan dua petugas KPK datang langsung menuju ruang kerja Bupati Sri Hartini dan menyegel pintu agar tidak ada orang masuk ke ruangannya.
 
Menurut salah satu ajudan Bupati Klaten, Tri Nugroho saat dikonfirmasi membenarkan adanya dua orang yang mengaku dari KPK datang ke kantor kabupaten, sekitar pukul 12.00 WIB. "Dua petugas KPK itu, melarang agar ruang kerja bupati steril, tidak ada orang masuk," katanya.
 
Sementara di papan nama Bupati Klaten Sri Hartini yang menempel di dinding dekat pintu masuk ruang kerja juga ada tanda bupati sedang dinas luar.
 
Kondisi di kantor Kabupaten Klaten terlihat cenderung sepi dan semua pegawai yang ada di ruangnya terlihat banyak diamnya.
 
Selain itu, KPK juga menyegel satu unit mobil operasi Toyota Innova warna hitam nopol AD 100 C dengan menempal kertas atau stiker tanda KPK. Mobil operasional Bupati Klaten tersebut terlihat di parkir di halaman rumah dinas bupati yang jaraknya sekitar 100 meter dari kantor kabupaten. 
 
red: abu faza
sumber: Antara
 
0 Komentar