Eksepsi Ahok Ditolak, Sidang Selanjutnya di Gedung Kementan Ragunan

Selasa, 27 Desember 2016 - 11:00 WIB | Dilihat : 4465
Eksepsi Ahok Ditolak, Sidang Selanjutnya di Gedung Kementan Ragunan Ribuan massa umat Islam dari berbagai ormas di depan PN Jakut, Jl Gajah Mada, Jakpus, Selasa pagi (27/12). [foto: zakir salmun]

 Jakarta (SI Online) - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara menolak eksepsi atau nota keberatan terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Sidang pun akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi. Selain itu lokasi sidang akan dipindah ke Gedung Auditorium Kementerian Pertanian di Ragunan, Jaksel.

"Menyatakan sah surat dakwan penuntut umum registrasi PDM 147/jkt/ut/ 2 tanggal 01 Desember sebagai dasar pemeriksaan pada terdakwa," kata Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto dalam amar putusan sela di PN Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (27/12/2016).
 
Di dampingi empat hakim anggota, Dwiarso dalam putusannya juga memerintahkan jaksa penuntut umum (JPU) untuk melanjutkan proses penyidikannya terhadap kasus Ahok yang juga gubernur non aktif DKI Jakarta.
 
"Memerintahkan untuk melanjutkan penyidikan perkara atas nama terdakwa Basuki Tjahaja Purnama," ujar Dwiarso.
 
Majelis hakim juga membebankan Ahok mengganti biaya perkara sampai dengan sidang putusan akhir. "Menangguhkan biaya perkara sampai dengan putusan akhir," sebut Dwiarso.
 
Dengan ditolaknya eksepsi, sidang penistaan agama dengan terdakwa Ahok tetap dilanjutkan ke tahap mendengar saksi-saksi. Namun, lokasi sidang dipindah ke Gedung Auditorium Kementerian Pertanian di Ragunan, Jakarta Selatan.
 
Usai memberi kesempatan bicara kepada terdakwa dan JPU, majelis hakim menunda sidang Ahok hingga Selasa 3 Januari 2017.
 
Sementara di luar sidang, ribuan orang melakukan aksi unjuk rasa supaya Ahok dijatuhi hukuman semaksimal mungkin. Mereka berasal dari berbagai elemen ormas Islam seperti Forum Umat Islam (FUI), Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Ibu Negeri (GIN), Sapa Islam, Parmusi, API Jabar, dan lainnya.
 
red: shodiq ramadhan
 
0 Komentar