Munarman: Cara Pandang Kita Harus Islami

Senin, 26 Desember 2016 - 09:53 WIB | Dilihat : 2097
Munarman: Cara Pandang Kita Harus Islami Munarman saat memberikan materi saat seminar jurnalistik Islami di Bogor. (foto: suara islam)
Bogor (SI Online) - Panglima Aksi Bela Islam Munarman SH hadir dalam seminar jurnalistik Islami di gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor, Jl Padjajaran No 10 Kota Bogor, Sabtu (24/12) lalu. Dalam kesempatan itu, ia membawakan materi tentang propaganda media.
 
Menurutnya, agar tidak mudah terjebak propaganda negatif umat Islam harus memiliki cara pandang yang Islami berdasarkan Alquran dan hadits. “Penting untuk diubah itu cara pandang agar Islami. Jangan pernah lepas cara pandang Islam, sekali kita lepas cara pandang Islam gampang sekali kita terpengaruh,” ujar Munarman.
 
Terkait propaganda, ia mencontohkan bagaimana media tidak adil terhadap organisasi yang dinaunginya, yakni Front Pembela Islam (FPI). Munarman menunjukkan sejumlah kegiatan sosial FPI mulai dari membantu korban bencana hingga mengumpulkan donasi untuk Palestina. Sebagian besar peserta seminar mengaku belum pernah melihat sebelumnya. Tetapi saat ia menunjukkan foto laskar FPI yang terlibat bentrokan, semua peserta mengaku pernah melihatnya.
 
"Inilah bentuk propaganda, media tidak pernah menayangkan kegiatan sosial FPI. Yang ditayangkan selalu yang bentrok, itupun berulang-ulang. Pesannya agar masyarakat membenci gerakan Islam," ujarnya.
 
Meski demikian, kata Munarman, itu semua bagian dari ujian perjuangan. Karenanya ia berpesan untuk terus bergantung hanya kepada Allah dalam setiap langkah kehidupan kita. 
 
Ia mencontohkan kisah Nabi Musa saat masih kecil dihanyutkan di sungai Nil, tetapi diselamatkan oleh Allah. "Saat itu Musa kecil sedang dalam titik terlemah dalam hidupnya, tetapi ia selamat karena berada di jalan Allah. Sebaliknya, Firaun yang saat sedang berkuasa, punya pasukan banyak, tetapi dihancurkan karena posisinya menentang Allah," ungkap Munarman.
 
"Jadi kalau mau selamat kita harus bersama Allah. Dan jangan lupa, kita di dunia ini sebentar, untuk urusan dunia sekedarnya saja, yang penting itu urusan akherat," tandasnya.
 
Munarman menjadi salah satu pembicara dalam seminar yang digagas Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Bogor Raya dan Bidik Global Foundation. Seminar ini rencananya akan dilanjutkan dengan pelatihan jurnalistik, harapannya agar peserta mampu membuat karya jurnalistik yang baik sehingga bisa ikut andil dalam perjuangan Islam di dunia informasi.
 
red: adhila
0 Komentar