Al-Ittihadiyah Dukung Fatwa MUI tentang Larangan Penggunaan Atribut Keagamaan Non-Muslim

Minggu, 25 Desember 2016 - 12:09 WIB | Dilihat : 1387
 Al-Ittihadiyah Dukung Fatwa MUI tentang Larangan Penggunaan Atribut Keagamaan Non-Muslim Ketua Umum DPP Al Ittihadiyah Lukmanul Hakim.


Jakarta (SI Online) - Organisasi Kemasyarakatan Islam Al-Ittihadiyah mendukung sepenuhnya fatwa yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait haramnya seorang Muslim menggunakan atribut keagamaan non-MUslim. Al-Ittihadiyah memandang Fatwa MUI memiliki daya ikat keagamaan (Ilzam Syar’i) terhadap seluruh Umat Islam.
 
"Al-Ittihadiyah memahami bahwa fatwa tersebut ditujukan kepada umat Islam untuk kepentingan penjagaan akidah dan juga mencegah terjadinya Intoleransi yang dapat merusak keutuhan NKRI," ungkap Ketua Umum DPP Al Ittihadiyah dalam penyataan tertulisnya, yang diterima Suara Islam Online, Ahad (25/12). 
 
Sebelumnya, MUI mengeluarkan fatwa tentang hukum menggunakan atribut keagamaan non-Muslim. Fatwa bernomor 56 Tahun 2016 yang dikeluarkan Rabu, 14 Desember 2016 ini ditandatangani oleh Ketua Komisi Fatwa MUI Prof Dr Hasanuddin AF, MA dan Sekretaris Dr Asrorun Ni'am Sholeh, MA. 
 
Ada dua ketentuan hukum yang menjadi kesimpulan dalam fatwa MUI ini. Pertama, menggunakan atribut keagamaan non-muslim adalah haram. Kedua, mengajak dan/atau memerintahkan penggunaan atribut keagamaan non-muslim adalah haram.
 
 
"Al-Ittihadiyah mengajak seluruh Umat Islam untuk melaksanakan Fatwa MUI tersebut," lanjut Lukman yang juga salah satu Ketua MUI Pusat itu. 
 
Kepada para pengusaha, Lukman mendesak agar mereka tidak memaksakan kehendak kepada karyawan Muslim dengan mewajibkan mereka menggunakan atribut-atribut non-Muslim. 
 
Sementara kepada aparat penegak hukum, Al-Ittihadiyah meminta untuk melakukan penegakan hukum
terhadap upaya pemaksaan yang dilakukan terhadap Umat Islam. 
 
"Kami mengimbau kepada seluruh Umat Islam untuk mempercayakan sepenuhnya penegakan Hukum kepada parat Hukum yang berwenang terkait pelaksanaan Fatwa MUI tersebut," pungkas Lukman.
 
red: shodiq ramadhan
0 Komentar